Danau Laut Tinggal, Surga Tersembunyi di Lebatnya Hutan Pasaman Barat

Caption foto: Para pengunjung saat berada di kawasan Danau Laut Tinggal. (WARTAPALA INDONESIA/ Feby Kharisna)

Wartapalaindonesia.com, FEATURE – Danau Laut Tinggal terletak di Jorong Sitabu, Nagari Rabi Jonggor, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat. Danau Laut Tinggal ini adalah kekayaan alam Pasaman Barat yang belum terlalu dikenal oleh masyarakat umum tetapi sangat familiar bagi para pecinta alam, terutama bagi mereka yang senang melakukan perjalanan besar atau ekspedisi.

Danau Laut Tinggal diapit oleh dua gunung, yaitu Gunung Bendera dan Gunung Malintang serta oleh bukit-bukit lainnya dengan ketinggian ±1900 Mdpl. Danau ini berdiameter ±3 Kilometer dengan air yang berwarna hijau toska menambah ke eksotisan Danau Laut Tinggal ini.

Air danau tersebut tidak dapat dikonsumsi, karena menurut penelitian pH nya sangat rendah berkisan 2 Ph. Selain itu kita tidak dapat menemukan ikan ataupun hewan lainnya yang hidup di danau tersebut.

Dalam perjalanan menuju ke Danau Laut Tinggal, dari Desa Sitabu nantinya kita akan melewati sebuah jembatan bambu yang dibuat oleh warga sekitar tepatnya di Aek Pangijo. Di Aek Pangijo kita bisa menikmati sebuah air terjun kecil tepat di sebelah kiri kita.

Selanjutnya, kita akan menuju sebuah kampung tinggal yaitu Simpang Lolo. Disebut kampung tinggal karena pada tahun sekitar 90an pernah pernah terjadi banjir bandang besar.

Setelah kejadian itu, seluruh warga Simpang Lolo pindah dari desa tersebut dan hanya satu keluarga yang tidak pindah yaitu keluarga Raja (gelar untuk orang yang dituakan di kampung itu).

Pada tahun 2018 Raja tinggal bersama istri, cucu dan suami cucunya. Mereka bertahan hidup dengan cara berladang dan menjual hasil ladang ke pasar-pasar terdekat.

Dari Simpang Lolo kita akan berjalan melewati sungai selama satu hari dan kita juga akan menemukan sebuah kampung lagi yaitu Aek Sumariam. Di kampung tersebut kita hanya akan menjumpai rumah tinggal karena seluruh warganya sudah pindah ke tempat yang lebih aman.

Tidak jauh dari Aek Sumariam kita akan langsung bertemu dengan lokasi yang bernama Air Panas Sosopan. Biasanya warga sekitar banyak yang menggunakan pemandian air panas ini untuk berobat dan sebagai tempat persinggahan juga bagi para pecinta alam yang akan menuju Danau Laut tinggal.

Dari Air Panas Sosopan kita harus berjalan lagi selama satu hari penuh untuk dapat menuju Danau Laut Tinggal. kita tidak akan menemukan sumber mata air selama berjalan dari Air Panas Sosopan ke Danau Laut Tinggal.

Hal tersebut dikarenakan medan yang kita lewati semakin menanjak dan terjal. Tetapi, setelah kita sampai di danau tersebut kita tidak perlu khawatir akan kekurangan air bersih, karena di sekitar danau ada aliran sungai kecil yang bermuara ke danau tersebut yang bisa diminum.

Untuk dapat menuju ke Desa Sitabu, kita harus menempuh perjalanan ±6 jam dari Kota Padang dengan angkutan umum maupun kendaraan pribadi. Sebaiknya untuk menuju ke Desa Sitabu, kita menggunakan kendaraan pribadi karena sangat susah untuk mencari kendaraan umum di daerah tersebut.

Sesampainya di Desa Sitabu kita diharuskan melapor terlebih dahulu ke kepala Jorong (desa), karena belum ada pengelola resmi yang ditetapkan oleh pemerintah setempat.

Perjalanan ke Danau Laut tinggal terbilang sangat panjang karena kita harus menempuh jarak sekitar ±20 Kilometer untuk bisa sampai ke danau tersebut. Jadi, sebelum melakukan perjalanan tentunya kita juga harus mempersiapkan fisik yang kuat, perlengkapan yang lengkap dan penguasaan akan medan yang akan kita lewati karena safety is priority.

Salam Lestari!

Kontributor || Feby Kharisna, WI 200089

Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: