Komunitas dan Peran Perempuan Indonesia

Caption Foto: Sosok Dinni Masyita penggagas Komunitas Perempuan Petualang Indonesia atau Srikandi Nusantara. Sabtu, (2/05). (WARTAPALA INDONESIA/Vita Jayusman)

Wartapalaindonesia.com, Jakarta–  Dalam kegiatan alam bebas perempuan memiliki peranan cukup penting, tidak hanya dalam kuantitas tetapi juga kualitas yang sama dengan laki-laki. Perempuan dalam menjalankan kehidupan sehari –hari berusaha memberikan sumbangsih terbaik yang mereka miliki demi bangsa ini melalui komunitas-komunitas.

Spirit, perjuangan dan semangat yang dicontohkan dan dikembangkan oleh bunga-bunga bangsa seperti Tjoet Nja Dien, Laksamana Malahayati, RA. Kartini, Dewi Sartika, Martha Christina Tiyahahu, beserta pahlawan lainnya telah memberikan inspirasi yang positif bagi perempuan Indonesia dalam mengembangkan gerakan perempuan melalui komunitas yang mereka pilih dan kerjakan secara sadar bertanggung jawab.

Dibawah ini adalah sekelumit perempuan Indonesia yang berjuang dan berperan aktif dalam memajukan komunitas pada kegiatan alam bebas.

Dinny Masyita, Penggagas Perempuan Petualang Indonesia

Dinny Masyita Perempuan kelahiran Padang adalah penggagas Perempuan Petualang Indonesia atau biasa dikenal sebagai Srikandi Nusantara yang berdiri pada tanggal 21 April 2012, di Jakarta.

Berdirinya komunitas ini tidak lepas dari dukungan dari banyak tokoh senior Pecinta Alam. Adapun misi Srikandi Nusantara yaitu, membuat kegiatan petualangan dan perjalanan menjadi lebih bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat, lingkungan, alam, pendidikan dan kemanusiaan.

Semua anggota Srikandi Nusantara adalah perempuan yang berupaya agar kegiatan petualangan bisa seimbang dengan kelestarian alam sehingga bumi tetap terjaga, serta tidak melupakan sisi sosial kemanusiaan.

Dinny menilai bahwa perempuan adalah pendamping makhluk bernama lelaki dalam kehidupan, baik kehidupan pribadi maupun berorganisasi. Maka menurutnya, kedudukan perempuan tidak kalah penting dengan lelaki dalam bingkai profesionalisme.

Bagi perempuan kelahiran Padang Sumatra Barat ini, Kartini adalah sosok perempuan yang menjadi penerang bagi kaumya. Kartini telah berjuang agar perempuan melangkah lebih maju dan mampu melakukan perubahan-perubahan untuk mencapai kemajuan, termasuk berkontribusi melalui komunitas, serta terlibat dalam membantu keberlangsungan hidup dengan sama-sama ikut andil pelestarian alam demi menyelamatkan bumi.

Dinny merupakan Kartini masa kini versi Wartapala Indonesia 2020. Ia bersama dengan anggota Srikandi Nusantara lainnya telah memberikan kontribusi dalam kegiatan pelatihan-pelatihan pada bidang petualangan dan perjalanan, aksi kampanye lingkungan hidup, serta kegiatan sosial lainnya dengan harapan jiwa kemanusiaan tumbuh pada setiap insan yang bergiat di alam bebas.

Rika Masda, Founder Komunitas Wanita  Gunung

Perempuan kelahiran Medan yang aktif mensosialisasikan pendakian aman dan nyaman ini merupakan founder dari Komunitas Wanita dan Gunung yang didirikan pada 15 Juni 2015. Komunitas ini memiliki tiga konsep dasar yaitu Adventure, Traveling and Sharing.

Komunitas ini dibentuk untuk mengingatkan dan menyadarkan bahwa peran perempuan dalam kehidupan itu sangat besar. Maka, tidak heran perempuan penyuka warna coklat ini berperan aktif dalam mengkampanyekan pendakian aman dan nyaman ke daerah daerah maupun melalui media sosial.

Rika kerap mengadakan basic training khusus untuk perempuan dengan materi-materi berupa Basic Preparation, Kesehatan Perjalanan dan lain sebagainya. Selain itu Rika juga memperkenalkan konsep zero waste di Gunung Kerinci kepada para perempuan melalui Komunitas Wanita  dan Gunung.

Rika berharap para perempuan dapat benar-benar menyadari pentingnya melakukan kegiatan petualangan dengan aman dan nyaman namun tetap memperhatikan kelestarian alam, termasuk sampah dan permasalahannya.

Rika Masda merupakan Kartini Versi Wartapala Indonesia 2020, dalam kontribusinya dalam kampanye pendakian aman dan nyaman kepada perempuan sebagai penjaga generasi, dengan jiwa yang kuat serta mempunyai peran yang sangat penting terhadap generasi selanjutnya.

Yunitasari Sekretaris Trashbag Community DPC Surabaya

 Yunitasari atau biasa disapa Ola perempuan kelahiran Surabaya ini menilai bahwa, setiap perempuan dalam ber-komunitas berhak mendapatkan pengetahuan, sehingga bisa menggali potensi-potensi yang ada pada dirinya.

Menurutnya secara harfiah semua manusia sama, hanya proses belajarlah yang membuat perbedaan ini menjadi satu kesatuan yang sempurna. Dalam keyakinan Ola, perempuan mempunyai andil yang besar dalam mencetak generasi yang hebat, dan dengan berkomunitas perempuan akan memiliki bekal untuk mewujudkan itu semua.

Perempuan lulusan S1 Psikologi 2017 yang menduduki posisi Sekretaris Trashbag DPC Surabaya ini, memaknai bahwa keterlibatan perempuan dalam kegiatan adalah sebagai makhluk Ilahi dengan segudang kasih dan keajaiban yang memiliki jiwa besar dengan sentuhan khas dalam sebuah peradaban.

Ola juga berpandangan bahwa dalam wadah komunitas, perempuan dapat mendapatkan kesempatan yang sangat besar dalam memberikan aspirasi, ide, dan gagasan serta memiliki hak yang sama dalam berkontribusi aktif pada sebuah perubahan peradaban. Namun perempuan juga harus pandai dalam membagi waktu disela-sela kesibukan dan rutinitasnya.

Ola menambahkan,“Tidak Semua Pendaki adalah Pecinta Alam”, maka pendaki yang baik adalah mereka yang dapat berkonstribusi terhadap kelestarian dan keseimbangan alam.

Pendaki jangan hanya menjadi penikmat alam, atau menjadi pendaki instan, bahkan hanya untuk mengejar konten demi eksistensi di media sosial. Karena sejatinya seorang pendaki adalah jika mereka sudah tahu dan mempersiapkan semua kondisi saat berada di alam, termasuk tentang penempatan sikap dan persembahan terhadap apa yang kita berikan terhadap alam itu sendiri.

Yunitasari merupakan Kartini masa kini Versi Wartapala Indonesia 2020 berkat kontribusinya bersama teman-teman Trashbag Community yang dalam tiga tahun ini telah mengadakan program “Pendakian Srikandi”, di mana perempuan turut serta menjaga kebersihan gunung serta menjaga kelestarian alam.

 Leny Mahromatul Ulya, Bushcraft Indonesia

Perempuan yang aktif begerak di forum Buscraft Indonesia ini menilai bahwa perempuan hadir bukan untuk menyaingi laki-laki tapi untuk sama-sama terlibat dalam menjaga dan melindungi bumi. Menurutnya andil perempuan sangat berdampak besar untuk keberlangsungan kehidupan.

Selain itu, menurut Perempuan kelahiran 10 Maret 1995 penyuka warna hitam ini, managemen yang baik adalah salah satu kontribusi yang berpengaruh besar pada bekembangnya suatu forum atau komunitas. Melalui forum Bushcraft Indonesia, Leny mendapatkan banyak pengalaman sehingga ia dapat membentuk dirinya menjadi lebih survive.

Kini Leny aktif memberikan informasi mengenai Buscraft Indonesia, maupun berbagi pengetahuan tentang bushcraft skill melalui kanal YouTube (Lenny_Mu). Beberapa video diantaranya adalah. Tehnik Tandu Gunung Hutan, Menghidupkan Api Pakai Batu, dan banyak lagi video-video informatif yang dibuatnya.

Leny sangat menghargai segala pencapaiannya termasuk dalam hal-hal sederhana. Memilih aktif di forum Bushcraft Indonesia menurutnya adalah pilihan bukan keadaan. Baginya perempuan harus tetap menjaga nilai-nilai positif dalam kehidupannya, sehingga setiap hal yang sulit akan menjadi mudah, setiap hal-hal yang sedih akan menjadi bahagia, sehingga hidup ini akan lebih berharga pada setiap detiknya.

Leny Mahromatul Ulyaa adalah Kartini masa kini versi Wartapala Indonesia 2020, berkat kontribusinya mengangkat bushcraft di Indonesia melalui sosial media dan chanel YouTubenya yang merangsang jiwa kemandirian perempuan untuk menjadi tangguh di alam bebas.

Prima Lestari, Sekertaris Komunitas Pendaki Gunung Bekasi

 

Prima Lestari Perempuan Kelahiran Jakarta yang aktif di Komunitas Pendaki Gunung (KPG) mempercayai  dengan adanya perempuan di dalam suatu komunitas, akan lebih mempererat kekeluargaan di dalam komunitas tersebut. Karena pada dasarnya perempuan memiliki sifat keibuan yang mampu merangkul dan memberi nasihat dari sudut pandang perempuan.

Prima Lestari menilai banyak orang yang under estimate ketika perempuan menjabat sebagai ketua dalam sebuah komunitas atau organisasi. Tapi itu tak membuatnya hilang semangat karena menurutnya, seseorang tidak bisa memaksa orang lain untuk memiliki fikiran yang sama.

Maka ini menjadi acuan untuknya agar dapat membuktikan pada masyarakat bahwa perempuan mampu memimpin sebuah komunitas atau organisasi dengan baik.

Prima Lestari merasa beruntung karena di KPG yang sudah berdiri selama 6 tahun ini, mempercayakan peranan-peranan penting kepada perempuan dalam berkegiatan. Di KPG sendiri beberapa regional mempercayakan anggota perempuannya untuk mempimpin regionalnya.

Pemberdayaan perempuan di komunitas ini terlihat dalam andilnya perempuan dalam program kerja yang ada. Peran-peran penting ini dapat terlihat saat pengibaran bendera merah putih di Tebing Rungking pada 17 Agutus, mengibarkan sang Merah Putih di berbagai puncak gunung oleh Srikandi srikandi KPG.

Dalam misi kemanusiaan dan konservasi alam perempuan di KPG turut berkonstribusi dengan menjadi relawan pada saat bencana alam maupun dalam kegiatan penanaman mangrove di Muara Gembong Bekasi. Prima menambahkan, baginya adalah hal wajib agar perempuan ada di dalam struktur pengurus organisasi, dengan tujuan agar perempuan mampu menjalankan tugas secara profesional, dan mampu menyelaraskan keadaan.

Diharapkan agar perempuan yang berorganisasi dapat memberi contoh kepada masyarakat, bahwa perempuan mampu dalam bersosialisasi dan mempunyi kesempatan untuk bisa mengeksplorasi segala kreativitas dan kemampuan yang dimiliki.

Prima Lestari merupakan Kartini masa kini versi Wartapala Indonesia 2020 berkat kontribusinya dengan Srikandi lainnya yang telah berperan aktif dalam kegiatan sosial, petualangan, dan kelestarian alam dan pengabdian masyarakat melalui komunitasnya. 

Suciwarni, Ketua Umum Komunitas Pendaki Gunung Indonesia Raya

Seorang ibu yang mempunyai delapan anak ini aktif berkomunitas juga dalam kegiatan sosial. Perempuan yang lahir di Solo dan kerap dipanggil Bunda ini tak pernah surut dalam semangat untuk dapat terlibat dalam dunia outdoor dan pendakian.

Dalam usianya yang bisa dibilang tidak muda lagi, Suciwarni kerap turun dalam kegiatan serta memberikan dukungan kepada para remaja putri untuk mencintai dan berbakti kepada alam ini.

Perempuan yang lahir pada 12 Desember ini, mengajak para perempuan untuk dapat terlibat dalam komunitas agar dapat menambah wawasan, dan lebih peduli terhadap lingkungan dan kemanusiaan.

Menurutnya, perempuan dalam berkomunitas, dapat menambah pertemananan, dan dapat bergerak dalam segi kemanusiaan seperti bencana alam dan lain sebagainya.

Suciwarni yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum di Komunitas Pendaki Gunung Indonesia Raya, mendorong peran pemuda dan pemudi agar dapat berperan aktif dalam aksi kemanusiaan.

Suciwarni kerap mengadakan acara kopdar untuk lintas komunitas, serta aktif dalam kegiatan sosial seperti reboisasi, santunan untuk kaum dhuafa dan anak yatim, bantuan untuk korban bencana alam,

Suciwarni adalah Kartini masa kini versi Wartapala Indonesia 2020 kontribusinya dalam kegiatan kemanusiaan, petualangan dan kepedulian terhadap alam dan lingkungan memberikan inspirasi positif bagi perempuan-perempuan di sekelilingnya.

 

Retno Wulandari, Admin dari Back Packer Jakarta

Retno Wulandari adalah admin dari Backpaker Jakarta atau BPJ. Perempuan kelahiran Purwakarta ini memandang bahwa berkomunitas atau menjalankan hobi haruslah dapat seimbang dengan tanggung jawab sebagai seorang perempuan terutama jika sudah menjadi seorang istri.

Baginya berkomunitas adalah sebuah pilihan, bukan suatu keharusan. Namun Retno menyadari pentingnya berkomunitas. Kiprahnya dalam dunia komunitas diapresiasi dengan baik oleh Edi Muhammad Yamin atau yang biasa di panggil Omed, selaku Founder BPJ.

Beliau mengatakan bahwa Retno, adalah Perempuan luar biasa yang aktif pada kegiatan sosial yang biasa di lakukan setiap bulannya.Di sela-sela kesibukannya sebagai ibu rumah tangga, seorang Retno Wulandari penyuka sushi ini, berusaha tetap aktif di dalam komunitas, namun dia tidak fanatik dalam berkomunitas. Semua dirasa memiliki tempatnya tersendiri, termasuk perempuan.

Retno berpesan bahwa perempuan harus membawa segala hal kebaikan didalam komunitas, dirinya sendiri maupun untuk lingkungan.

Retno Wulandari adalah Kartini masa kini versi Wartapala 2020 karena kontribusinya dalam berkomunitas tanpa meninggalkan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu juga istri, serta menjadikan komunitas sebagai wadah untuk berbuat kebaikan, juga sebagai tempat dalam kegiatan sosial.

 Ejie Belula perempuan yang aktif diberbagai komunitas dan juga Aksi Sosial

Ejie Belula berpendapat bahwa perempuan Indonesia harus cerdas dan memiliki jatidiri, khususnya dalam mengambil sikap dan tidak sekedar menjadi pengikut saja.

Perempuan yang aktif di berbagai komunitas dan aksi sosial kemanusian ini mengatakan bahwa, perempuan harus bisa mengeluarkan pendapat, aspirasi, saran dan kritik. Perempuan cenderung dilihat dari keadaan fisik, namun sesungguhnya perempuan harus mempunyai ciri yang menjadikannya khas dan mudah diingat karena pribadi, ide kreatif, langkah atau inovasinya dalam berkarya dan melakukan banyak hal yang positif.

Ejie berpendapat bahwa, berkomunitas bisa dijadikan sebagai ajang berlatih dalam bersosialisasi. Menambah perbendaharaan dalam pembelajaran, menambah persaudaraan dengan mengenal orang di luar lingkup pertemanan atau keluarga.

Tiap pribadi dapat mengambil manfaat dari tiap kegiatan yang dilakukannya, baik dari kehidupannya sehari-hari, lingkup pertemanan atau pendidikan, maupun dalam kegiatan berkomunitas sehingga bisa menjadikan pribadi yang  matang dalam “ pemenuhan isi dirinya”, namun hal itu kembali terkait pada usaha perempuan untuk memperluas jangkauan dari hal-hal yang diperolehnya saat berkomunitas.

Ejie Belulua, Perempuan penyuka warna biru ini juga merupakan Kartini masa kini versi Wartapala Indonesia 2020, berkat kontribusi dan kegiatan seperti talkshow, gathering, sharing event, edukasi komunitas, bakti sosial, sehingga mampu menginspirasi perempuan lainnya untuk bisa aktif di berbagai komunitas untuk menebarkan banyak manfaat juga kebaikan.

Dalam kegiatan alam bebas terutama dalam lingkup komunitas, peran aktif perempuan-perempuan Indonesia dalam menunjukkan kemampuannya atas peran-peran yang dipilih dapat di-apresiasi. 

Bentuk apresiasi dapat melalui pemberikan kesempatan seluas-luasnya, sehingga terbangun dan terbentuk karakter tangguh pada seorang perempuan dalam mempersiapkan generasi selanjutnya yang berkarakter dan ber-ahlak demi kemajuan dan kemandirian bangsa Indonesia. 

Kontributor || Vita Jayusman, WI 190036

Editor || Dewi Ayuningtyas, WI 190042

 

 

 

 

 

 

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: