Konflik Macan Tutul Jawa dan Masyarakat di Kawasan Konservasi SM Gunung Sawal Ciamis, Apa Peran Mapala?

Caption foto: Seekor macan tutul jawa di kawasan SM Gunung Sawal (sumber foto: news.trubus.id). (WARTAPALA INDONESIA/ Sindi Pramesti)

Wartapalaindonesia.com, FEATURE – Secara administrasi kawasan SM Gunung Sawal berada dalam 9 wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Cipaku, Cikoneng, Sadananya, Cihaurbeuti, Panumbangan, Lumbung, Sindangkasih, Panjalu dan Kecamatan Kawali,Kabupaten Ciamis.

Sedangkan secara geografis terletak antara 7˚09’00’’ – 7˚15’00’’ Lintang Selatan dan 108˚13’00’’ – 108˚18’00’’ Bujur Timur. Sebagian besar kawasan hutannya berbatasan dengan kawasan perum perhutani, KPH Ciamis.

Kawasan hutan SM Gunung Sawal  telah ditetapkan berdasar keputusan MENTERI KEHUTANAN NO.SK.1852/MENHUT-VII/KUH/2014 TANGGAL 25 MARET 2014. Seluas 5.567,37 Ha.

Tentunya, kawasan SM Gunung Sawal  memiliki potensi flora dan fauna yang banyak. Yang lebih menjadi sorotan yaitu tentang populasi  macan tutul jawa sekitar  5-8 individu.

Saat ditemui di kantor resort, Ketua Resort Konservasi Wilayah XIX mengungkapkan bahwa akhir-akhir ini sering terjadi konflik macan tutul.

“Saya bekerja di kawasan Gunung Sawal sejak tahun 1982, pada tahun 2008 saya baru menemukan konflik macan tutul jawa ini. Pada saat itu frekuensi macan tutul turun ke pemukiman masih bisa diprediksi dengan jangka waktu 1-2  tahun di musim kemarau. Akan tetapi semakin ke sini frekuensinya tidak bisa diprediksi di bulan kemarau. Macan tutul bisa kapan saja turun ke pemukiman. Hal tersebut terjadi dikarenakan mulai banyak penggarapan lahan oleh masyarakat untuk kebun kopi,” ungkapnya.

Akibatnya habitat tambahan macan tutul jadi tidak mencukupi. Sehingga macan tutul kekurangan habitat dan akan mencari habitat baru tanpa mengenal batas administrasi dan fungsi kawasan hutan.

Tentunya membuat macan tutul memangsa hewan peliharaan warga setempat dan bisa merugikan. Komunitas peduli Gunung Sawal, Mahasiswa Pencinta Alam Ciamis, dan instansi lainnya juga telah berusaha untuk mengantisipasi hal tersebut.

Kawasan Gunung Sawal yang menjadi sumber air masyarakat Ciamis harus tetap dijaga kelestariannya. Selain itu, habitat satwa juga harus dijaga dan dilestarikan.

Akan tetapi banyak permasalahan yang dihadapi, salah satunya yaitu masalah sosial ekonomi yang dimana lahan kopi tersebut sudah menjadi mata pencaharian masyarakat sekitar.

“Upaya lain yang dilakukan BKSDA selain pengkajian dan penelitian juga memberikan pendampingan dan bantuan kepada warga yang terdampak,” ujar Sari Gendarismi, selaku penyuluh kehutanan.

Lalu apa peran Mapala dan aktivis lingkungan dalam upaya penyelamatan kawasan Gunung Sawal ?

“Kami beberapa kali ikut serta pelepasliaran dan evakuasi macan tutul di beberapa daerah di Ciamis. Memang cukup sering terjadi setahun ini, selain itu kami juga melaksanakan kegiatan- kegiatan reboisasi guna melestarikan Kawasan Gunung Sawal yang menjadi habitat macan tutul tersebut.  Kami juga mengikuti kegiatan diskusi dalam rangka memberikan solusi kepada msyarakat untuk tetap menjaga Kawasan Gunung Sawal ini yang menjadi sumber oksigen dan air bagi masyarakat Ciamis,” pungkas Fitri Nur Izzati, anggota Gamapala.

Selain itu, kader konservasi Ciamis, Ilham Purwa  mengatakan bahwa pada dasarnya kondisi habitat macan di kawasan SM Gunung Sawal masih bagus. Hal tersebut terbukti masih adanya satwa mangsa yang masih cukup populasinya.

Data ini didapat dari beberapa kajian diantaranya pemasangan kamera trap oleh petugas BKSDA. Para peneliti dan diperkuat oleh para Mapala Gamapala yang telah melakukan Ekspedisi potensi Kawasan Gunung Sawal.

Kontributor || Sindi Pramesti, WI 200101

Editor || Danang Arganata, WI 200050

Anggota Mapala Gamapala ikut serta dalam penanaman pohon yang diadakan oleh aktivis lingkungan Ciamis di kawasan SM Gunung Sawal (sumber foto: Gamapala Ciamis).

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: