Kpa Best Palembang: Pendidikan Dasar Lahirkan Kader Pencinta Alam

Caption foto: Foto bersama anggota KPA Best usai mengikuti Pendidikan Dasar. (WARTAPALA INDONESIA/ Fadli Dian)

Wartapalaindonesia.com, PALEMBANG – Dalam melestarikan alam, dibutuhkan  Pencinta Alam yang benar-benar bergerak nyata terhadap kepedulian melestarikan alam. Terlebih di era teknologi yang maju saat ini, tantangan dalam pelestarian alam  juga semakin berkembang.

Menghadapi perkembangan tersebut, Kpa Best Palembang mengimplementasikan kepedulian lingkungan melalui Pendidikan Dasar angkatan 6 untuk menghadapi tantangan dalam melestarikan lingkungan.

Organisasi Kpa Best yang berada di Kota Palembang ini, mempunyai rasa kepedulian dalam melestarikan alam, salah satunya dengan mengadakan Pendidikan Dasar untuk mencetak kader Pencinta Alam yang berjiwa cinta lingkungan dan solidaritas tinggi.

“Dalam rangka melahirkan generasi muda pencinta alam, Kpa best mengadakan Pendidikan Dasar untuk melatih calon anggota pencinta alam yang siap melestarikan alam dan berjiwa patriotisme,” ujar Risky, Ketua Umum Kpa Best.

Saat ditanyai mengenai Alur Pendidikan Dasar, Risky mengatakan” Untuk

Alur Pendidikan Dasar Kpa Best ini dikemas ke dalam pelatihan pencinta alam sebanyak 4 kali pertemuan yang dilaksanakan di Kota Palembang. Dimana pada pertemuan ke-4 (hari terakhir) dilakukan praktek di hutan Kota Palembang.

Pembekalan materi tentang pencinta alam yang dipelajari di hutan Kota Palembang ini digunakan sebagai persiapan bekal praktek pelatihan yang nyata. Kemudian akan dilanjutkan praktek di Gunung Dempo selama satu minggu oleh eserta Pendidikan Dasar untuk mempraktekan ilmu yang sudah dipelajari di Kota.

“Peserta Pendidikan Dasar berjumlah 4 orang diantaranya  Edo, Ardi, Annisa dan Mesra. Mereka sangat bersemangat dalam mengikuti Pendidikan Dasar Kpa Best dan ingin menjadi Pencinta Alam yang dapat melestarikan lingkungan,” kata Risky.

Materi yang diajarkan dalam kegiatan ini adalah dimulai dari Sejarah Kpa Best, Kode Etik Pencinta Alam, mountaineering, SAR, PPGD, Survival, Rock Climbing, Rafting, Caving, Sosialisasi Pedesaan (Sosped)  dan Navigasi Darat.

Risky menjelaskan bahwa tujuan lain diadakannya Pendidikan Dasar selain diberikan bekal materi Pencinta Alam juga dilatih fisik, mental, kebersamaan, kepedulian dan attitude.  Bagian paling penting untuk dilatih yaitu attitude, sebab attitude akan digunakan seterusnya ketika berada di masyarakat.

Setelah selesai menjalani Pendidikan Dasar peserta akan menjadi Anggota Muda dan menjalani masa pengabdian Anggota Muda. Selesai pengabdian Anggota Muda akan dilanjutkan Pengembaraan untuk mendapatkan nomor anggota.

“Selama Pendidikan Dasar, peserta akan mendapatkan fasilitas berupa diktat materi Pencinta Alam, stiker, gelang prusik, konsumsi makanan dan minuman serta saudara Pencinta Alam se-Indonesia. Selain menjalani Pengabdian Anggota Muda, Anggota Muda jika berkunjung ke Sekretariat Pencinta Alam baik Mapala, Kpa, dan Sispala se-Indonesia, maka akan dijadikan saudara sehingga solidaritasnya sangat kuat,” tandasnya.

Kontributor || Fadli Dian

Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: