Mapala Untan Gelar Materi Scuba Diving

Caption foto: Suasana saat berlangsungnya materi scuba diving. (WARTAPALA INDONESIA/ Alfikri)

Wartapalaindonesia.com, PONTIANAK – Badan Pengurus Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Tanjungpura Pontianak (Mapala Untan) menggelar materi dasar Scuba Diving kepada anggota biasa Mapala Untan di Sekretariat Mapala Untan Pontianak Sabtu (14/11) 19.30 WIB.

Materi tersebut disampaikan oleh Arief Elfri Yanda (angkatan XXIX tahun 2012). Arief merupakan anggota Mapala Untan yang sudah cukup berpengalaman di bidang olahraga Diving sejak dia menjadi anggota Mapala Untan.

Diadakannya materi Scuba Diving ini dimaksudkan untuk penambahan pengetahuan anggota biasa Mapala Untan terkait olahraga yang dianggap sangat jarang diminati oleh penggiat alam bebes pada umumnya.

Selain dari pada itu, materi yang diberikan ini juga merupakan bagian dari penyegaran materi dan sebagai pengisi waktu luang agar lebih bermanfaat. Menimbang kurangnya aktivitas yang produktif anggota pada masa pandemi seperti ini, terutama pada anggota baru yang masih minim ilmu pengetahuan tentang berkegiatan di alam bebas.

Arief, selaku pemateri mengingatkan kepada anggota yang mengikuti materi tersebut, bahwa olahraga apapun yang kita lakukan tanpa dilandasi oleh ilmu pengetahuan memiliki resiko yang membahayakan keselamatan bagi penggiat olahraga tersebut.

Apalagi olahraga bawah air, karena tingkat resiko yang kemungkinan terjadi pada penyelam sangat besar disebabkan oleh keterbatasan oksigen dan ruang lingkup/habitat yang bukan diperuntukkan bagi manusia. Kemampuan bertahan di dalam air bagi penyelam memanfaatkan alat pernafasan berupa peralatan selam diantaranya yaitu tabung.

Pada materi tersebut, Arif juga memperkenalkan nama berbagai macam alat yang digunakan untuk penyelaman dan fungsinya serta memberikan simulasi dasar penggunaannya pada annggota yang mengikuti materi tersebut.

Tak hanya penasaran, melainkan adanya rasa ingin tau tinggi terhadap olahraga yang terasa asing bagi mereka. Terlihat antusias saat pemateri meminta salah satu peserta, untuk lakukan simulasi menggunakan peralatan selam yang sudah disediakan oleh pemateri dihadapan mereka.

“Sebagai Pecinta Alam kita juga harus memaham kode etik berkegiatan di alam bebas agar tidak semena-mena bertindak dan berperilaku terhadap alam sekitar kita. Kode etik itulah yang sering dilupakan oleh penggiat alam bebas pada umumnya dan lebih mementingkan kepentingannya pribadi tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi pada lingkungan yang dieksplorasi olehnya di kemudian hari,” ujar Arief.

Sebagai manusia yang diberi akal sehat oleh Yang Maha Kuasa, kita harus bersikap arif dan bijaksana terhadap masyarakat sekitar dan alam. Dimana alam yang kita tempati merupakan warisan para leluhur kita terdahulu. Dan alam juga merupakan titipan anak cucu kita sehingga perlu merawatnya sebaik mungkin.

Kontributor || Alfikri, WI 200102

Editor || Danang Argantara, WI 200050

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: