Menggapai Puncak Sejati di Masa Pandemi

Caption Foto:  Foto bersama di puncak Gunung  Sumbing. Senin, (1/10). ( Wartapala Indonesia/ Roihan Afifurrofi WIJA Yogyakarta 190034).

Wartapalaindonesia.com, Magelang-Mendaki gunung adalah kegiatan yang mempunyai resiko tinggi, baik itu bahaya subyektif maupun bahaya obyektif, apa lagi di tambah kondisi saat ini yang masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

#Pijogist sebagai wadah komunitas pendaki yang berada di Yogyakarta mempersembahkan Penmas Tigo Setunggal Gunung Sumbing.

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan kegiatan pendakian dengan mengunakan protokol Covid-19 dengan pembagian rekan-rekan selama berkegiatan untuk mengurangi kerumunan.

Acara tersebut  terlaksana di Gunung Sumbing 3371 Mdpl dengan menggunakan 3 jalur pendakian yang berada di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah yang pertama adalah jalur Mangli yang berada di Desa Mangli, Kaliangkrik, Magelang, Jawa Tengah, kedua adalah jalur Petung yang berada di Petung, Ngemplak, Windusari, Magelang, Jawa Tengah, dan ketiga adalah jalur Sumbing Indah (Ngemplak) yang berada di Ngemplak, Ngemplak, Windusari, Magelang, Jawa Tengah.

Penmas Tigo Setunggal #Pijogist Gunung Sumbing telah terlaksana pada hari Sabtu-Minggu, 12-13 September 2020 dengan lancar, baik itu edukasi pendakian di era new-normal pemasangan plang jalur pendakian, penggabungan kain yang bertuliskan #Pijogist di puncak Gunung Sumbing 3371 Mdpl dan pembentangan banner acara di puncak Gunung Sumbing 3371 Mdpl.

Acara tersebut di ikuti oleh 24 orang dari jalur Mangli, 36 orang dari jalur Petung dan 42 dari jalur Ngemplak. Total peserta ada 102 orang yang telah mengikuti kegiatan baik itu Tim Inti, Tim Peserta, Tim Swepper, Tim BC dan Tim Pendukung.

Menurut Hasan Fuadi sebagai ketua acara menyebutkan  bahwa kegiatan ini adalah gerakan untuk mengurangi resiko-resiko yang akan di hadapi ketika mendaki gunung seperti tersesat dan mempermudah para pendaki untuk mengetahui jalur pendakian karena untuk jalur Sumbing Indah belum ada Plang jalur pendakian.

Dengan adanya acara tersebut di harapkan banyak memberikan dampak positif bagi kesiapan basecamp pendakian untuk menyambut para pendaki dan mengurangi resiko-resiko yang terjadi di kegiatan pendakian gunung.

Kontributor : Roihan Afifurrofi, WI 190034

Editor: Dewi Ayu Ningtyas, WI 190042

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: