Peduli Banjir Bandang Masamba, RANITA UIN Jakarta Terjun Langsung ke Lokasi Bencana

Caption Foto: Potret kepedulian RANITA UIN Jakarta terhadap bencana banjir bandang di Masamba. Selasa (21/7). (WARTAPALA INDONESIA/Yogi Handika)

Wartapalaindonesia.com, Ciputat–  Merespon kejadian banjir bandang Masamba,  Kamis (16/7/2020), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan Kembara Insani Ibnu Battutah (KMPLHK RANITA) UIN Jakarta melakukan penggalangan dana.

Penggalangan dana dilakukan melalui media sosial dan berkerjasama dengan civitas akademika UIN Jakarta.

Ketua UKM KMPLHK RANITA, Firman Ahmad mengataksn tujuan dari penggalangan dana yang dilakukan yaitu untuk menjalankan visi misi organisasi KMPLHK RANITA.

“Terlebih lagi, kami fokus pada bidang kemanusiaan, terutama dalam merespons kebencanaan yang terjadi di Indonesia, Sejauh ini, RANITA  telah bekerjasama dengan FIKES Disponder Team UIN Jakarta, UIN Community dan beberapa organisasi lainnya, untuk membantu masyarakat korban bencana yang berada di Masamba, Luwu Utara”. Ungkapnya

Demikian Dewi, selaku Kepala Bidang Disaster Management RANITA menyampaikan kepada penulis, “tidak hanya melakukan penggalangan dana, RANITA UIN juga mengirimkan dua anggota relawannya ke lokasi bencana yakni Yasir mahasiswa Jurnalistik Semester V (Divisi Search and Rescue) dan Dewita mahasiswi jurusan Sejarah Peradaban Islam (Divisi Disaster Management) menuju Masamba, Luwu Utara (20/7/2020). 

“Para Relawan berangkat pada Kamis pagi dengan menggunakan pesawat komersil di Soekarno Hatta.

Untuk sekarang tim di lokasi akan berfokus pembukaan posko, assesment, dan membantu evakuasi korban yang hilang.

Walaupun kita kini masih didera pandemi, namun RANITA masih akan tetap optimis untuk membantu saudara-saudara kita disana, dan tentunya tetap memperhatikan protokoler kesehatan,” ujar Dewi.

Berdasarkan laporan relawan RANITA di lokasi bencana, masyarakat sangat membutuhkan makanan pokok, terpal, penerangan dan obat-obatan.

Yasir, mengatakan bahwa dibeberapa desa di Masamba  terdampak cukup parah dan lokasinya terpencil.

Sumber penghasilan utama warga juga tersapu banjir sehingga mereka sangat membutuhkan bantuan sebagai penyambung hidup

“Kami melakukan assesment di Desa Maipi yang mendapatkan data setidaknya ada  156 KK penyintas dan 70 KK yang mengungsi dikarenakan rumah mereka yang rusak, sedangkan berdasarkan data kerentanan di Desa Maipi ada 10 Bayi, 51 Balita, 3 Ibu Hamil, dan 108 orang Lansia yang sangat membutuhkan bantuan kita.

Beberapa kebutuhan masih mendesak seperti penerangan, keperluan bayi dan ibu hami, serta lauk pauk”, ujar Yasir relawan RANITA dilokasi bencana, pada Senin (20/7/2020).

 

Kontributor || Yogi Handika

Editor || Dewi Ayu Ningtyas, WI 190042

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: