Pesona Tapak Tangan dan Keindahan Pegunungannya

Caption foto: Salah satu pengunjung saat berswafoto di puncak Gunung Karst Mengkuris (sumber foto: linimasa.co). (WARTAPALA INDONESIA/ Putri Indar Dewi)

Wartapalaindonesia.com, KUTAI TIMUR – Gua Karst dan Pegunungan Mengkuris yang terletak di Desa Batu Lepoq, Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur memiliki pesona yang sangat menakjubkan. Selain guanya yang memiliki rekam jejak sejarah kehidupan manusia, juga diperkaya dengan pegunungan karstnya.

Tebing-tebing batu gamping menjulang tinggi seperti bak berlomba ingin mencapai langit. Hijau rindang pepohonan menyejukkan mata dan beberapa di sisi tebingnya terlihat lubang besar berwarna hitam yang merupakan pintu masuk gua-gua lainnya.

Gua Mengkuris atau biasa disebut gua telapak tangan memiliki cerita yang menunjukkan sejarah perjalanan kehidupan manusia purba. Tentunya bisa membuat kita kagum pada peninggalan nenek moyang yang ada di Kutai Timur.

Mulut gua ini memiliki lebar kurang lebih 4-5 meter. Dari luar gua terlihat sangat jelas batu tunggal berwarna hijau dengan kepekatan yang berbeda dari batuan lainnya,  berdiri dan menyatu antara dasar dan atap gua.

Ruang-ruang gua telapak tangan terpisah dan untuk mencapai ruang atas, harus memanjat dinding gua dengan berpegangan pada rotan yang telah disediakan untuk dijadikan alat bantu.

Ketika memasuki ruangan tersebut telah tersuguhkan karya-karya seni lukis yang indah. Berbagai lukisan terpampang disetiap dinding-dinding gua.

Baik itu lukisan tapak tangan, berbagai jenis binatang seperti kodok, binatang melata, burung, kalajengking, hingga lukisan babi, dan berbagai goresan gambar lainnya bahkan simbol-simbol spiritual terukir di dinding dengan sangat magis. Serpihan kisah masa lalu tersedia dari yang nampak jelas hingga yang telah samar.

Selain kisah sejarahnya, juga terdapat pegunungan yang menyuguhkan pemandangan yang membuat kita kagum akan keindahan ciptaaan-Nya. Namun untuk mencapai puncaknya memerlukan usaha yang cukup ekstra.

Permukaan yang dipijak terasa sedikit licin khas batuan karst, sering pula jalurnya yang terjal sehingga membuat para pendaki kesulitan. Hanya memerlukan waktu sekitar 45-60 menit untuk mencapai puncak.

Semua rasa lelah sangat terbayarkan jika telah mencapai puncak. Hamparan pepohonan dan juga bentangan tebing-tebing menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi untuk menikmati keindahan yang ada.

Gunung Mengkuris menjadi bagian kecil dari 1,8 juta hektar bentang pegunungan Karst yang melintasi Kutai Timur–Berau, Kalimantan Timur. Pegunungan karst ini berada di kaki sebelah selatan pegunungan Tabalar, sebelah utara pegunungan Nyapa dan sekitar 25 km di sebelah timur laut Pegunungan Beriun. Di sebelah timur terdapat dataran landau dan berakhir pada pantai yang berbatasan langsung dengan selat Makassar.

Tempat ini sangat cocok untuk para penggiat alam, yang senang dengan petualangan dan tantangan. Selain keindahan pemandangannya alamnya, tempat ini juga dapat dijadikan sebagai tempat penyalur hobi, bagi mereka yang menyukai olahraga ekstrim seperti Rock Climbing, karena tebing-tebingnya memiliki tantangan tersendiri untuk para pemanjat.

Kontributor || Putri Indar Dewi, WI 200145

Editor || Willy Firdaus, WI 170016

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: