Relawan PBI: Datang Menyerahkan Amanah, Pulang Membawa Sampah

Caption foto: RPBI saat membantu membersihkan rumah warga pasca banjir

Wartapalaindonesia.com, JOMBANG – Hawa panas diatas 35 derajat menyelimuti Dusun Kalipura Kecamatan Bandar Kedung Mulyo Jombang, Minggu siang (28/2).

Setelah 15 hari mengungsi di bantaran sungai Konto dan sungai Avor akibat jebolnya 3 tanggul, karena tidak kuat menampung derasnya hujan, para penyintas akhirnya kembali kerumah masing-masing.

Sebagai masyarakat dengan mayoritas buruh tani, banjir tinggi hampir menyentuh atap rumah, tentu saja membuat hati mereka terasa pilu.

Pilu membayangkan apa yang bisa mereka lakukan demi mengisi perut yang lapar, tatkala sawah dan ladang tempat biasa mengais rejeki tak bisa digunakan entah sampai kapan.

Belum lagi melihat lumpur di hampir semua perabot rumah tangga; mulai buku, baju, kursi, kasur, peralatan dapur dan semua teman2nya, makin membuat pikiran buntu. Dibuang sayang, digunakan tak bisa, beli lagi tak punya uang.

Relawan PBI saat membuang sampah

Pasrah. Berserah. Membersihkan mana yang bisa dibersihkan. Membenahi apa yang bisa dibenahi. Menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan. Hanya itu yang mampu dilakukan.

Bersyukur. Ketika Relawan Peduli Bencana Indonesia (RPBI) datang dengan 2 mobil berisi relawan dan 2 pick up berisi bantuan logistik.

“Ya Allah, dapat kangkung Ya Allah, maturnuwun (terima kasih),” seru Bu Parti penuh syukur ketika menerima bantuan berupa sembako (beras, minyak, gula, telur, mie instan, kangkung, bayam, sawi, kentang, telur dan tempe, juga susu balita) serta perlengkapan mandi dan cuci.

Relawanpun meneteskan air mata melihat reaksi spontannya. Begitu berarti bantuan yang sedikit ini bagi mereka.

Relawan saat membantu warga membersihkan rumah pasca banjir

Tak hanya membagikan logistik, relawan juga membantu membersihkan rumah warga pasca banjir dengan menyiram seisi rumah serta menggosok lantai dan dinding yang penuh lumpur. Bahkan banyak kasur, sofa, baju, buku yang tak bisa diselamatkan lagi.

 

Diakhir kegiatan, pick up yang kosong diisi lagi dengan sampah rumah tangga yang selama ini dibiarkan berserakan di depan rumah warga.

“Belum pernah ada truk yang mengambil sampah banjir kami,” ujar Solihun, ketua RT setempat sambil membantu mengangkat kasur penuh lumpur ke atas pick up.

“Disini juga belum pernah ada psiko sosial untuk anak,” tambah Ana, salah satu warga yang menerima bantuan susu ibu hamil dan menyusui kepada relawan.

Setelah dua pick up penuh oleh sampah, relawan berpamitan dan langsung menuju Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Sampah Kabupaten Jombang, untuk langsung membuang sampah dampak banjir.

“Tak hanya membawa amanah, kami juga membawa sampah dampak banjir yang selama ini bersebaran di depan rumah warga, agar tidak dihuni nyamuk dan mengurangi bau tak sedap,” ujar Haan, koordinator bencana RPBI.

“Terima kasih relawan, terima kasih dermawan, amanah telah kami tunaikan. Yang sedikit bagi kita, ternyata begitu besar artinya untuk mereka. Semoga Tuhan membalas budi baik semuanya,” tutupnya.

Kontributor || Ita

Editor || Soprian Ardianto, WI 200136

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: