Wanadri Kembali Persiapkan Ekspedisi Arus Deras ke Aceh Bulan Maret 2021 Mendatang

Caption foto: Anggota Wanadri saat lakukan perjalanan menyusuri sungai. (WARTAPALA INDONESIA/ EW Prasetyo)

Wartapalaindonesia.com, BERITA – Setelah berhasil melaksanakan Ekspedisi Arus Deras di Kabupaten Salu Uro, Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2016 lalu, kali ini Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri kembali mempersiapkan Ekspedisi First Descent ke Krueng Woyla, Kabupaten Aceh Barat.

Ekspedisi Arus Deras ini akan dilakukan selama 54 hari pengarungan dengan total jarak tempuh sepanjang 59 kilometer (km), pada bulan Maret 2021 mendatang.

Ketua Ekspedisi Arus Deras Krueng Woyla, Jodi Indra Rahmanu, menjelaskan alasan pemilihan lokasi ekspedisi, karena minimnya data informasi terkait Sungai Woyla di Kabupaten Aceh Barat tersebut.

“Aliran Krueng Woyla ini berada pada kawasan hutan belantara yang terbentang dari Kampung Payatampu, Pemukiman Pameu, Rusip Antara, Kab. Aceh hingga Saraperlak, Meulaboh, Kab. Aceh Barat. Krueng Woyla belum pernah diarungi sebelumnya, karena minimnya data informasi tersebutlah sehingga tingkat kesulitan dan kerumitannya cocok untuk dijadikan lokasi ekspedisi. Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan kontribusi untuk masyarakat dan Negara ke depannya” kata Jodi, seperti dikutip dari keterangan yang diterima penulis, Kamis (21/1/2020).

Selain melakukan penjelajahan, Tim Ekspedisi Arus Deras KruengWoyla juga melakukan penggalian data informasi terkait Sungai Woyla yang nantinya akan dipublikasikan ke masyarakat luas.

Bukan kali pertama, Wanadri pernah melakukan Ekspedisi Olahraga Arus Deras First Descent ke Aceh pada tahun 2012 di Krueng Sekuleh dan pada tahun 2014 di Krueng Kluet.

Perbedaan Ekspedisi Olahraga Arus Deras yang dilakukan Wanadri kali ini dengan yang sebelum-sebelumnya adalah dari peralatan yang akan digunakan.

“Pada ekspedisi kali ini, kami melakukan pengarungan dengan menggunakan kayak dan riverboat. Kami juga melakukan pengembangan pada pendataan sungai dengan menggunakan drone sebelum pengarungan. Itu yang membedakan ekspedisi ini dengan Ekspedisi Olahraga Arus Deras Wanadri sebelumnya,” tambah Jodi.

Salah satu anggota Wanadri lakukan latihan arus deras menggunakan kayak.
Anggota Wanadri saat lakukan doa bersama di atas river boat.

Wandari membekali para atlet Ekspedisi Arus Deras Krueng Woyla dengan pengetahuan dasar hingga tingkat mahir mengenai kegiatan arus deras. Di mana kesiapan dan latihan tersebut sudah dilaksanakan sejak 8 bulan silam.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Wanadri, Rafi Respati, mengatakan kegiatan ekspedisi ini adalah implementasi dari kegiatan pokok Wanadri yang berfokus pada bidang pendidikan karakter, penjelajahan, sosial dan lingkungan.

“Kami menargetkan kegiatan ekspedisi arus deras ini akan menghasilkan data, sekaligus informasi yang dapat menjadi khasanah dan diskursus baru dalam bidang penjelajahan, sosial dan lingkungan hidup Indonesia,” kata Rafi.

Di tengah pandemi seperti ini, para atlet Ekspedisi Arus Deras Krueng Woyla juga sangat menjaga protokol kesehatan yang telah diinstruksikan pemerintah.

“Kami tetap menjalankan protokol kesehatan dari pemerintah, terutama saat melakukan perpindahan dari satu tempat ke tempat lain. Serta melakukan pemeriksaan medis secara berkala dan selalu berkoordinasi dengan instansi kesehatan di lokasi kegiatan,” pungkas Jodi.

Kontributor || EW Prasetyo

Editor || Dewi Ayuningtyas, WI 190042

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: