Aset Organik untuk Pemulihan Kesuburan Tanah dan Ketersediaan Air Bersih di Bangkalan

Caption foto: Hari Lingkungan Hidup Sedunia (WARTAPALAINDONESIA/ Djoko Budi Waluyo) 

Wartapalaindonesia.com, PERSPEKTIF – Aset organik yang dimaksud adalah limbah feses ternak sapi dan limbah rumen sapi potong di wilayah Bangkalan Madura, yang tersedia melimpah sepanjang waktu, memiliki nilai ekonomi dan peluang aplikasi teknologi tepat guna untuk pemulihan kesuburan tanah dan ketersediaan air bersih lokal.

Populasi ternak sapi di Bangkalan meningkat mencapai sekitar 259.900 ekor pada tahun 2020 dan jumlah pemotongan sapi di sejumlah rumah pemotongan hewan (RPH) mencapai lebih dari 800 ekor sapi per bulan. Kedua aktivitas tersebut menghasilkan limbah feses dan limbah rumen melimpah sepanjang waktu yang belum dimanfaatkan optimal.

Dilain pihak, di wilayah Bangkalan terbentang luas hamparan lahan tandus dan kering, yang berpeluang dipulihkan kesuburannya, ditingkatkan produktiftasnya dan sekaligus memperbaiki lingkungan hidup hamparan lahan tandus, guna mendukung kehidupan dan kesejahteraan masyarakat lebih baik.

Dengan aplikasi teknologi Anaerobic Digestion (AD), potensi melimpah limbah feses dan limbah rumen tersebut dapat diolah menjadi bahan bakar Biogas 24/7 dan pupuk organik berkualitas, baik cair dan padatan. Biogas dapat digunakan sebagai bahan bakar gas mesin genset listrik untuk memompa air tanah naik ke permukaan, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi air bersih harian masyarakat lokal.

Pupuk organik berkualitas dimanfaatkan untuk pemulihan kesuburan tanah dan implementasi konsep Wanatani (Agroforestry), yaitu integrasi praktek budidaya aneka pertanian dan aktivitas perkebunan basis pola panen sepanjang waktu pada satu hamparan lahan produktif, misalnya praktek tumpangsari tegakan beragam pohon buah dan budidaya tanaman Sorgum untuk pakan ternak.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia 5 Juni 2021 dengan tema Restorasi Ekosistem dapat menjadi momen tepat merumuskan, merancang dan mewujudkan agenda aksi pemanfaatan optimal aset organik untuk pemulihan kesuburan tanah dan ketersediaan air bersih lokal.

Selaras dengan implementasi konsep Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka, maka komunitas Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) perguruan tinggi setempat bersama masyarakat hendaknya bergegas giat langkah tindak melakukan amalan karya nyata memperbaiki lingkungan hidup dan mendukung program restorasi ekosistem.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) didukung APBN sedang melaksanakan program Rehabilitasi Hutan & Lahan (RHL) fokus pada rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) dan menyiapkan beragam bibit tumbuhan di beberapa lokasi persemaian tersebar di pelosok nusantara.

Alangkah baiknya komunitas Mapala mengajak manajemen Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Madura dan Perum Perhutani Madura ikut berperan aktif dalam pelaksanaan program pemulihan kesuburan tanah, ketersediaan air bersih dan restorasi ekosistem di wilayah Bangkalan, sesuai dengan kewenangan dan kapasitasnya. Selamat berjuang untuk meraih kehidupan lebih sejahtera.

Kontributor || Djoko Budi Waluyo, Pegiat senior konservasi lingkungan hidup dan energi bersih

Editor || Soprian Ardianto, WI 200136

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: