WARTAPALA INDONESIA

ATEX 2018 : Simulasi Persiapan Ekspedisi di Gunung Gede Pangrango

Wartapalaindonesia.com, Bandung – Minggu (22 Juli 2018), ASTACALA Telkom University telah melaksanakan kegiatan simulasi ATEX (Astacala Tel-U Internasional Expedition) pendakian di Gunung Gede Pangrango, pada 18 Juli hingga 21 Juli 2018.

Simulasi ATEX ini merupakan sebuah bentuk pelatihan yang menitikberatkan peningkatan daya tahan tubuh, mempersiapkan kematangan Standar Operasional Perjalanan (SOP), mengatur manajemen prakegiatan, pembelajaran teknik dokumentasi, memainkan alat musik karinding dan penyesuaian kondisi lapangan para atlet ATEX Kilimanjaro, yang nantinya akan sangat berperan penting sebagai tolak ukur kesuksesan ekspedisi ini.

Keberangkatan menuju titik awal dimulai pada Rabu (19 Juli 2018), dimana dalam simulasi ini ASTACALA mengirimkan tiga tim yang beranggotakan lima anggota ASTACALA ke Gunung Gede Pangrango yaitu Mohammad Qoyyum (AM-020-GL), Adhitia Rachman (AM-019-GL) sebagai tim atlet ekspedisi, Andi Nur (AM-010-GL) sebagai tim pendukung yang membantu jalannya kegiatan selama kegiatan simulasi, Seno Maulana (A-129-CA) dan Rona Alviana (A-136-DS) selaku Badik ekspedisi dan Badik ASTACALA yang akan melakukan penilaian dan pengarahan terhadap atlet yang sedang melakukan simulasi.

Lokasi yang merupakan kawasan Taman Nasional ini berpotensi untuk menjadi tempat kegiatan simulasi. Kawasan ini terkenal karena mempunyai keadaan alam yang khas dan unik dan jalur yang sangat panjang terjal dan keadaan vegetasi yang hamper mirip dengan kondisi Gunung Kilimanjaro, Tanzania, Afrika.

Hal ini menjadikan Gunung Gede sebagai salah satu tempat simulasi ATEX 2018.

Selain pesona Gunung Gede yang indah, Gunung Gede mempunyai sabana yang luas dan indah yaitu sabana alun-alun Surya Kencana, sabana tersebut juga dijadikan sebagai opsi latihan trail running atlet menuju jalur Gunung Putri yang berjarak kurang lebih 7 km.

Kegiatan simulasi diawali dengan latihan fisik dan daya tahan tubuh para atlet dengan cara trail running di sekitar kawasan alun-alun Surya Kencana sampai jalur Gunung Putri.

Selain bertujuan untuk kesehatan fisik dan daya tahan tubuh, trail running ini juga bertujuan untuk penyesuaian situasi dan kondisi pada lapangan agar nantinya atlet terbiasa dengan kondisi jalur yang sulit.

Kegiatan dilanjutkan dengan pengibaran bendera PMPA ASTACALA di atas puncak Gunung Gede Pangrango dan juga para atlet mensimulasikan kegiatan yang nantinya akan dilakukan di Gunung Kilimanjaro.

Kegiatan ini berupa pembacaan teks proklamasi dan memainkan alat musik tradisional khas Jawa Barat yaitu alat musik Karinding.

Program-program tersebut merupakan sebuah bentuk persiapan menuju ATEX 2018.

Kontributor || Adhitia Rachman (AM – 019 – Gemuruh Langit) dan Mohammad Qoyyum (AM – 020 – Gemuruh Langit), Astacala.org

Editor || Muda Lahir Ria

Tim Ekspedisi ATEX 2018 melakukan foto bersama.

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: