WARTAPALA INDONESIA

Formalitas Jatim Adakan Edukasi Alam Bebas di Bunderan Waru

Wartapalaindonesia.com, SIDOARJO – Minggu, 10 Februari 2019 Forum Bersama Lintas Komunitas Jawa Timur (Formalitas Jatim ) adakan kegiatan dengan tema “Edukasi Alam Bebas” di Bunderan Waru, Sidoarjo.

Kegiatan ini rutin diadakan oleh Formalitas Jatim setiap bulan di minggu ke dua. Kegiatan yang berupa edukasi ini diberikan secara gratis untuk penggiat alam mulai dari Sispala, Mapala, OPA, komunitas pencinta alam hingga masyarakat umum.

Mengajak penggiat alam yang mau belajar bersama guna membangun visi misi Formalitas Jatim yaitu mempererat tali silaturrahmi antar komunitas dan memberikan edukasi secara gratis.

Tujuan dibangun dan diadakannya kegiatan ini guna memberikan edukasi secara umum buat penggiat alam bebas baik untuk alam, sosial dan kemanusiaan sehingga berguna dan bermanfaat buat para penggiat alam dalam mengurangi resiko kecelakaan terutama di gunung.

Karena banyaknya resiko berdampak buruk buat para penggiat alam khususnya seperti hilang di gunung, hypotermia dan lain-lain.

Komunitas yang didirikan pada 7 Desember 2018 dan disupport 40 komunitas penggiat alam ini memberikan materi-materi edukasi yang berbeda-beda tiap bulannya.

Pada Minggu, 27 Januari 2019 sudah dilakukan kegiatan edukasi dengan materi Prusiking dan Rappeling yang disampaikan oleh Mas Fahad. Lalu pada Minggu, 10 Februari 2019 dilakukan edukasi dengan materi Navigasi Darat yang disampaikan oleh Om Dharma dari Navigator Shooter dan akan berlanjut setiap bulannya dengan berganti-ganti materi edukasi.

Turut dihadiri sekitar 200 peserta dan mendapat dukungan dari pihak Pemerintah Kota Surabaya (Posko Bersama Relawan Se-Kota Surabaya ).

Tindak lanjut dari kegiatan ini para penggiat alam diarahkan untuk menjadi potensi relawan yang siap tanggap bencana khususnya di kota Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya.

“Harapan saya menyamakan persepsi tentang ilmu medan atau navigasi darat pada seluruh masyarakat umum khususnya para penggiat alam bebas dan generasi muda SISPALA, OPA dan MAPALA,” ungkap Om Dharma, penasehat Formalitas Jatim.

Inti dari masing-masing pemateri dengan didirikannya Formalitas Jatim dapat memberikan edukasi alam bebas secara gratis guna mempererat tali silaturrahmi antar senior-senior dan antar komunitas yang bisa memberikan ilmu-ilmunya. Semua yang tergabung di Formalitas Jatim resmi dari partisipasi para komunitas yang peduli akan kegiatan-kegiatan alam bebas.

“Saya berharap untuk ke depannya Formalitas Jatim akan lebih baik lagi dan lebih solid baik itu dari segi kepengurusan dan kegiatan, selain itu para peserta tidak sampai di sini saja dan bisa belajar di luar Formalitas Jatim,” lanjutnya.

“Dibutuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian buat para penggiat alam di Jawa Timur, untuk mau saling bersinergi dan latihan bersama di setiap bulannya, baik umum, OPA, SISPALA, MAPALA dan para komunitas. Harus mau belajar edukasi bersama tanpa perbedaan,” tutup Aryo, pengurus Formalitas Jatim.

Kontributor || Yulianingsih

Editor || Nindya Seva Kusmaningsih

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: