Himapala UNESA : 20 Hari Ekspedisi Sungai Bengawan Solo Hulu-Hilir

Tim Ekspedisi saat mengarungi Sungai Bengawan Solo menemui mesin sedot untuk menambang pasir di kawasan Bojonegoro. (WARTAPALA INDONESIA/ Aldhiyansyah Noerman)

Wartapalaindonesia.com, EKSPEDISI – Sepuluh mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Negeri Surabaya (Himapala Unesa) mengarungi sungai Bengawan Solo dengan menggunakan 1 unit perahu karet dan 1 unit perahu rakit berbahan pipa.

Dua puluh hari sudah tim ekspedisi Bengawan Solo Hulu-Hilir Himapala Unesa mengarungi sungai terpanjang di pulau Jawa. Tim ekspedisi total telah mengarungi sepanjang 344 km dari total panjang sungai 498 km.

Titik awal pengarungan dimulai di Bendungan Serbaguna Wonogiri dengan dilepas oleh pihak Perum Jasa Tirta. Tim pengarungan mengawali pengarungan mereka dengan target pengarungan hingga 25 km per hari dengan estimasi belum ada kendala yang berarti.

Sejak dari hulu hingga wilayah Sukoharjo, tim menemui Daerah Aliran Sungai (DAS) dipenuhi oleh batuan padas dan pendangkalan sungai oleh batuan kecil dan tanah yang berjarak kurang dari 1 km di tiap batuan hingga menciptakan riam-riam air yang cukup membuat perahu rakit tidak dapat melaju dengan lancar.

Memasuki daerah Surakarta-Karanganyar-Sragen batuan padas semakin banyak dan menciptakan riam-riam air yang lebih besar, tak jarang tim harus mengangkat perahu dan logistik ke darat terlebih dahulu untuk menghindari kerusakan pada perahu.

Memasuki minggu ketiga pengarungan, tim melintasi kawasan Bojonegoro, Jawa Timur yang memiliki penampang sungai yang lebih lebar dan sungai yang cukup dalam, angin kencang dari arah berlawanan juga cukup menghambat perjalanan tim, hingga sampai di desa Cangaan, Kanor, Bojonegoro tim merencanakan akan tiba di desa Ujung Pangkah, Gresik pada tanggal 13 Agustus 2018.

Muatan Pengamatan Air dan Analisa Ekososbud

Tim ekspedisi Bengawan Solo Hulu-Hilir memiliki tujuan lain dalam kegiatan ini. Tim melakukan penelitian kualitas air sekaligus mengamati pencemaran sungai sepanjang hulu-hilir Bengawan Solo hasilnya, tim mulai menemukan pencemaran sungai sejak daerah Sukoharjo, Jawa Tengah hingga daerah Ngawi, Jawa Timur.

Pencemaran sungai didominasi oleh limbah rumah tangga hingga limbah industri rumahan dan pabrik sepanjang DAS Bengawan Solo, limbah industri yang ditemukan adalah limbah industri tekstil dan limbah bahan kimia.

Sejak wilayah Sragen hingga Ngawi warna air sungai hitam pekat disertai bau menyengat apabila menyentuh kulit maka akan terasa gatal dan air sungai sudah tidak layak konsumsi, selain itu tim juga kerapkali menemui ikan-ikan di sungai munggut akibat dari pencemaran limbah industry.

Memasuki kawasan Bojonegoro, Jawa Timur, warna air kembali coklat warna normal air sungai sejak pertemuan antara anak sungai Bengawan Solo di daerah Cepu-Padangan namun ditemukan adanya tumpahan minyak di aliran sungai yang diperkirakan berasal dari tumpahan oli dari penambang pasir yang mendominasi sejak daerah Margomulyo hingga kawasan Kanor, Bojonegoro, Jawa Timur

Daerah Aliran Sungai memberi pengaruh besar terhadap warga sekitar bantaran sungai Bengawan Solo, melalui analisa tim terbukti di sepanjang aliran sungai Bengawan Solo masih menjadi sumber air induk untuk irigasi persawahan dan masih menjadi sumber air alami untuk warga di sekitaran Margomulyo, Bojonegoro.

Tambang pasir masih menjadi pencaharian utama bagi warga di sekitaran Sragen dan Bojonegoro namun perbedaan jelas terlihat antara keduanya dimana penambang di daerah Sragen masih menggunakan alat manual untuk menambang pasir sedangkan di kawasan Bojonegoro sudah menggunakan mesin sedot untuk menambang pasir dari dasar sungai.

Di samping mata pencaharian sebagai pencari ikan dan penambang pasir, warga bantaran sungai juga memiliki struktur budaya masing-masing di tiap daerah serta masih ada sumber potensi pariwisata di DAS Bengawan Solo.

Siap Terbitkan Karya Jurnalistik

Sungai Bengawan Solo yang melegenda, akan menjadi bahan bagi tim untuk menyelesaikan buku yang akan berisi muatan pengarungan sungai Bengawan Solo dari hulu-hilir yang nantinya siap disebarkan sebagai bahan bagi pegiat lingkungan, relawan, akademisi dan masyarakat pada umumnya sehingga tim memiliki pesan tersendiri kepada seluruh khalayak umum bahwa saat ini Bengawan Solo mengundang perhatian khusus ketika sudah banyak kerusakan lingkungan yang terjadi.

Narahubung Tim Ekspedisi Bengawan Solo

Syahrul Khoir – Ketua Pelaksana Ekspedisi (WA – 081235378550)

Kontributor || Aldhiyansyah Noerman

Editor || Palestine Turmudzy

Tim Ekspedisi foto bersama saat pemberangkatan.
Tabel Peta Pencemaran Sungai Bengawan Solo (Wonogiri-Bojonegoro).

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan