Oleh:
Yelinda Nur Auliana & Abdul Aziez, WI 200059
Wartapalaindonesia.com, FEATURE — Suara arus Sungai Songgorungi terdengar cukup deras siang itu. Di tepian sungai, beberapa anggota muda Mahadipa Umuka tampak memeriksa kembali pelampung dan helm yang mereka kenakan. Sebagian lainnya mendengarkan arahan pemateri sambil sesekali melempar candaan yang membuat suasana semakin cair. Meski terlihat santai, ada proses pembelajaran serius yang sedang berlangsung.
Sabtu, 30 Mei 2026 menjadi momen penting bagi Madipa Umuka. Untuk pertama kalinya, organisasi mahasiswa pecinta alam tersebut menyelenggarakan Pendidikan Lanjut (Dikjut) bidang Rafting bagi Angkatan 25 di Sungai Songgorungi, Palur.
Kegiatan ini diikuti oleh delapan anggota muda yang terdiri dari lima peserta laki-laki dan tiga peserta perempuan. Selama satu hari penuh, mereka mengikuti berbagai materi dan praktik lapangan yang dirancang untuk memperkenalkan dasar-dasar arung jeram sekaligus membangun kesiapan anggota dalam menghadapi aktivitas di perairan.
Bagi Mahadipa Umuka, Dikjut Rafting bukan sekadar penambahan bidang kegiatan baru. Pendidikan ini menjadi ruang pembelajaran untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan anggota muda dalam bidang arung jeram.
Di saat yang sama, kegiatan ini juga menjadi sarana membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama yang menjadi fondasi penting dalam organisasi pencinta alam.
Seluruh pengurus umum atau anggota penuh terlibat dalam pelaksanaan kegiatan sebagai panitia sekaligus pemateri. Sebelum kegiatan berlangsung, berbagai persiapan dilakukan mulai dari penyusunan materi, pengecekan peralatan rafting dan keselamatan, hingga pengaturan teknis di lapangan. Sementara itu, peserta juga diwajibkan mempersiapkan kondisi fisik serta mempelajari materi dasar yang berkaitan dengan rafting.
Persiapan tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan. Sebab dalam kegiatan arung jeram, keselamatan selalu menjadi prioritas utama. Setiap peserta harus memahami bahwa kemampuan teknis harus berjalan beriringan dengan kedisiplinan dan kesadaran terhadap risiko yang ada.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi dasar rafting, mulai dari pengenalan alat dan perlengkapan keselamatan, teknik mendayung, manajemen perjalanan sungai, komunikasi tim, hingga materi rescue atau penyelamatan di perairan. Setelah mendapatkan pembekalan, peserta kemudian mempraktikkan materi tersebut secara langsung di lapangan.
Banyak peserta mengaku pengalaman tersebut memberikan sudut pandang baru tentang dunia arung jeram. Apa yang selama ini terlihat sederhana ternyata membutuhkan koordinasi, komunikasi, dan kepercayaan yang kuat antaranggota tim.
Di atas perahu, tidak ada ruang untuk bergerak sendiri-sendiri. Setiap kayuhan harus mengikuti ritme yang sama. Setiap instruksi harus didengar dan dijalankan dengan cepat. Kesalahan kecil dari satu orang bisa memengaruhi seluruh tim. Dari situ peserta belajar bahwa keberhasilan dalam rafting tidak ditentukan oleh kemampuan individu, melainkan oleh kekompakan kelompok.
Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat. Meski sebagian peserta baru pertama kali mengikuti pendidikan rafting, antusiasme mereka terlihat sejak awal hingga kegiatan berakhir. Tantangan terbesar yang mereka hadapi bukan hanya bagaimana beradaptasi dengan kondisi sungai, tetapi juga bagaimana menerapkan materi yang telah diberikan dalam situasi nyata.
Di tengah proses tersebut, rasa kekeluargaan justru tumbuh semakin kuat. Peserta saling membantu, saling mengingatkan, dan saling mendukung ketika menghadapi kesulitan. Kebersamaan sederhana selama kegiatan menjadi salah satu pengalaman yang paling membekas bagi mereka.
Momen paling berkesan terjadi ketika seluruh peserta berhasil menyelesaikan rangkaian pendidikan dengan baik. Bukan semata karena berhasil menjalankan praktik rafting, tetapi karena mereka mampu melewati seluruh proses dengan kerja sama yang solid.
Ketua Umum Mahadipa Umuka, Ragil, mengatakan bahwa Dikjut Rafting 2026 merupakan langkah awal organisasi dalam mengembangkan bidang rafting sebagai salah satu kompetensi yang perlu dimiliki anggota.
“Pendidikan Lanjut Rafting tahun 2026 ini merupakan langkah awal Mahadipa Umuka dalam mengembangkan bidang rafting karena kegiatan ini baru pertama kali dilaksanakan. Meskipun pelaksanaan masih berada di Sungai Songgorungi dan belum turun langsung ke sungai dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi seperti Sungai Elo, seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh semangat, kerja sama, rasa kekeluargaan, dan tanggung jawab yang baik,” ujarnya.
Menurut Ragil, semangat yang ditunjukkan Angkatan 25 menjadi modal penting untuk pengembangan kegiatan rafting di masa mendatang. Ia melihat adanya kemauan belajar yang kuat dari anggota muda untuk terus meningkatkan kemampuan dan pengalaman mereka.
Ia berharap Dikjut Rafting tahun ini dapat menjadi pondasi bagi pelaksanaan pendidikan yang lebih baik pada tahun-tahun berikutnya. Dengan pengalaman yang terus bertambah, Mahadipa Umuka diharapkan mampu memberikan kesempatan kepada anggota untuk belajar di sungai-sungai yang memiliki tantangan lebih besar.
“Semoga ke depan Mahadipa Umuka mampu meningkatkan kualitas pendidikan rafting sehingga peserta dapat memperoleh pengalaman langsung di sungai-sungai yang lebih besar dan menantang seperti Sungai Elo maupun sungai arung jeram lainnya. Dengan begitu, Mahadipa Umuka dapat terus berkembang dan sejajar dengan organisasi mahasiswa pecinta alam lainnya yang telah memiliki pengalaman pembinaan rafting yang lebih luas,” kata Ragil.
Dikjut Rafting Angkatan 25 mungkin baru menjadi langkah pertama bagi Mahadipa Umuka Namun dari tepian Sungai Songgorungi, organisasi ini telah memulai proses penting untuk membangun budaya belajar, keberanian mencoba hal baru, dan kerja sama yang menjadi ciri khas kehidupan seorang pecinta alam.
Editor || Wandi Wahyudi, WI 200223
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)