Pendidikan Dasar Calon Anggota Baru Dirgapala

Wartapalaindonesia.com, YOGYAKARTA – Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta (STTKD) yang didirikan pada April 1995 telah kesekian kalinya mengadakan Pendidikan Dasar Dirgantara Pecinta Alam (Diksar Dirgapala). Diksar ini berguna sebagai pembentukan mental dalam melakukan kegiatan survival di alam bebas.

Organisasi yang diresmikan pada 29 September 1997 ini menambah lagi jumlah anggota yang sudah lebih dari 500 orang, jumlah terhitung dari angkatan pertama hingga saat ini.

Diksar pertama dilaksanakan di Kali Kuning, yang terletak di lereng Merapi yang kini menjadi tempat wisata umum di Yogyakarta.

Kegiatan Diksar ini selalu dibantu oleh Mahasiswa Pecinta Alam dari Universitas Teknologi Yogyakarta (Mapala Mushroom) karena hingga saat ini Dirgapala masih aktif mencari generasi baru.

Diksar Dirgapala pada tanggal 20-27 Januari 2019 kali ini diikuti oleh 15 peserta wanita dan 5 peserta laki-laki. Dibekali dengan teori Ilmu Medan Peta Kompas (IMPK), Search and Rescue (SAR), Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), Manajemen Organisasi dan Survival peserta dilepas ke lapangan pada 23-26 Januari 2019.

Sesampainya di lapangan kegiatan diawali dengan upacara pelepasan dilanjutkan dengan pembuatan bivak lalu evaluasi materi ruang yang sudah diterima oleh peserta pada awal kegiatan.

Rabu, 23 Januari 2019 tepat pukul 07.00 WIB, peserta sudah berkumpul untuk apel pagi dan sarapan, lalu pada pukul 07.30 WIB peserta sudah dikumpulkan kembali dan diberikan peralatan berupa kompas serta peta untuk pengaplikasian IMPK.

Peta dan kompas tersebut digunakan selama 3 hari mereka berada di dalam hutan untuk menemukan titik koordinat (Flying Camp), SAR dan P3K, lalu kembali ke Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) dengan selamat.

Kamis, 24 Januari 2019 pengaplikasian SAR dan P3K dilakukan dengan penuh ketegangan, dimana saat itu peserta benar-benar diuji kemampuannya untuk menemukan korban yang dimaksud dengan clue yang ditinggalkan oleh panitia di dalam rimbunya pepohonan. Tidak hanya sampai di situ saja, peserta harus mengaplikasikan juga ilmu P3K mereka saat sudah menemukan semua clue dan menetapkan korban.

Siti Balqis (17) salah satu peserta Diksar Dirgapala benar-benar harus menerima P3K dari para panitia karena kondisi fisik yang sudah mulai melemah. Dengan tertatih Balqis harus berjalan dan tertinggal oleh peserta lainnya. Namun  semangatnya tak padam saat tandu mulai dibuat untuknya. Dengan penanganan dan pemantapan psikologis, Balqis tetap memilih melanjutkan kegiatan hingga akhir meskipun panitia memberi saran untuk mundur dan kembali ke puskodal.

Dan saat yang penuh dengan derai air matapun terjadi saat proses upacara pelantikan akan dimulai. Seluruh peserta dan panitia saling merangkul membentuk lingkaran sambil menyanyikan lagu Syukur untuk meluapkan rasa terimakasih karena mereka bisa menyelesaikan seluruh tantangan dan rintangan yang sudah diberikan sehingga dapat membentuk mental mereka menjadi lebih kuat dari yang sebelumnya.

“Tidak hanya mental namun mereka juga dipupuk dan dididik bagaimana berproses dalam berkelompok, berproses dalam memimpin, dan berproses dalam komunikasi di suatu organisasi,” ujar Bapak Walid, S.Psi, M.Psi, Pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Dirgapala.

Raut bahagia penuh kepuasan benar-benar terpancar dari wajah para peserta pada saat penyematan syal kuning sebagai tanda sah telah dilantiknya Anggota Muda Dirgapala.

Dilanjutkan dengan makan bersama, Malam Keakraban (Makrab) dilakukan dengan penuh kehangatan dari api unggun yang dinyalakan di tengah lingkaran titik kumpul seluruh peserta, panitia ,dan tamu undangan.

Tidak lupa sebagai tradisi anggota pecinta alam, nama lapangan sudah disiapkan dan diresmikan saat itu juga. Berbagai ucapan selamat dan harapan telah mereka terima dari Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) yang diundang oleh panitia untuk memeriahkan acara.

“Harapannya ketika sudah menjadi anggota organisasi Dirgapala, Anda memiliki kontribusi yang besar untuk Dirgapala dan jangan muncul saat ada butuhnya saja. Kalau ada kegiatan yang sudah menjadi program kerja maka lakukan semaksimal mungkin dan penuh amanah, karena tidak rugi sedikitpun ketika Anda berorganisasi,” kata Bapak Walid.

Sementara, Maharani (Kadal), Ketua Umum Acara Diksar yang bertemakan Yuniority Camping berharap agar tetap kompak dan jangan ada yang meninggalkan satu sama lain, jangan egois dan semoga untuk generasi selanjutnya lebih baik dari angkatan-angkatan yang sebelumnya.

Ditutup dengan upacara bendera, Minggu, 27 Januari 2019, Yuniority Camping Dirgantara pecinta Alam STTKD Yogyakarta telah resmi selesai. Pembersihan lokasi puskodal juga dilakukan oleh seluruh pengguna area.

Tuhan tidak menciptakan seorang manusia untuk menjadi manusia yang gagal, jadi percayalah apapun yang kita lakukan dan berikan semuanya tidak ada yang sia-sia semua pasti bermanfaat, syukuri semua yang ada jadilah manusia yang tabah, tangguh dan inovatif,” tutup Gilang (Musang), Koordinator Lapangan.

Kontributor || Yunita Putri Arumsari, WIJA Yogyakarta

Editor || Nindya Seva Kusmaningsih

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: