WARTAPALA INDONESIA

Pendidikan Dasar & Malam Keakraban Angkatan IV KPA CEKAKPALA

Wartapalaindonesia.com, BOGOR – Pendidikan Dasar dan Malam Keakraban Angkatan IV KPA Cekakpala di Pasir Luhur Campsite, Bogor, Jawa Barat, Minggu (22 Juli 2018).

Pendidikan Dasar & Malam Keakraban angkatan IV (DIKRAB IV) yang berlangsung pada tanggal 20-22 Juli 2018 telah selesai dilaksanakan.

Dengan mengusung tema kegiatan, “Menjadikan Anggota Disiplin Dalam Berorganisasi Dengan Berlandaskan Kode Etik Pencinta Alam”, besar harapan Cekakpala bahwa setiap peserta bisa menjadi kader-kader yang disiplin untuk bisa memberikan prestasi di dalam maupun di luar Cekakpala.

Pasca DIKRAB III yang telah dilaksanakan pada 6 bulan lalu kini DIKRAB IV banyak memiliki aroma baru, dimana pemberian materi dilakukan di sektetariat sendiri (in class training) lalu praktikum dilakukan di lapangan, dan semua materi disampaikan oleh anggota dan pembina Cekakpala,” kata Billy, Ketua Pelaksana DIKRAB IV.

DIKRAB IV kali ini dilaksanakan di tempat yang sama dengan DIKRAB III lalu yaitu di Pasir Luhur Campsite, Bogor, Jawa Barat, dan masuk dalam teritorial Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

DIKRAB IV melahirkan nama angkatan yaitu “4 RIMBA”. Empat orang telah lulus dan dua orang diantaranya disahkan menjadi anggota tetap Cekakpala.

“Dikrab kali ini tidak hanya bicara soal angka regenerasi, tapi juga penambahan nilai-nilai dan skill dasar untuk melengkapi anggota Cekakpala itu sendiri,” ujar M. Yusuf Hikmatullah, Ketua Divisi Informasi dan Komunikasi KPA Cekakpala.

DIKRAB IV disajikan dengan beragam materi yang menarik, semisal, Pengobatan Alam Terbuka (Wilderness Medicine) atau yang dikenal denganPertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) yang di sampaikan oleh Ketua Umum Cekakpala,Oki Ahmadiansyah.

Dengan gaya penyampaian yang santai namun rinci dan mudah untuk dipahami, Oki menjelaskan bahwa PPGD merupakan serangkaian usaha-usaha pertama yang dapat dilakukan pada kondisi darurat dalam rangka menyelamatkan korban dari kematian akibat kecelakaan di alam terbuka dan ilmu pengetahuan yang wajib dimiliki oleh anggota pecinta alam, karena ruang lingkup kegiatannya di alam terbuka.

Lain hal dengan Agung Prayitno selaku salah satu Pembina Cekakpala yang mengisi materi Jurnalistik Alam, beliau mengajar sekaligus berbagi pengalaman dalam bidang jurnalistik, jurnalistik fotografi dan bagaimana cara menulis hasil perjalanan yang bagus dan tidak bosan untuk dibaca, dengan gaya penulisan masa kini namun beraroma sastra.

Untuk materi Navigasi Darat sendiri diisi oleh Adli Dzilikram selaku anggota Divisi Gunung& SAR (GUNSAR) Cekakpala yang menjelaskan bagaimana cara membaca peta dan menyingkronkan dengan lokasi sebenarnya serta menentukan titik koordinat ataupun mencari titik koordinat, dengan cara yang paling kuno menggunakan peta, kompas dan busur, dan cara yang modern dengan menggunakan aplikasi pada android (avenza maps).

Adapun materi lainnya ialah Management Perjalanan, Survival, Mountaineering, Overview Cekakpala, Survival dan K3 (Kebangsaan, Ke-Indonesiaan dan Kode Etik) yang juga diberikan untuk menambah skill-skill dan nilai-nilai pengetahuan dari tiap peserta.

“Selalu ada cerita di setiap Dikrab dan Dikrab kali ini memberikan rasa kekeluargaan dan memiliki di dalam Cekakpala,” ujar Abdurrahman selaku Master Of Training Dikrab IV.

Lewat Dikrab ini Cekakpala berkomitmen bahwasanya Pencinta Alam bukan sebagai wadah yang memikirkan untuk mengumpulkan lambang-lambang pada jaket atau mengibarkan bendera di puncak-puncak tertinggi, namun Cekakpala berikrar bahwa pencinta alam harus memiliki integritas sesuai dengan Kaidah Esensi yang mengacu pada Kode Etik Pencinta Alam.

Taklupa, Keluarga Besar Cekakpala mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang berkontribusi baik materil maupun inmateril.

Kontributor || Faisal Jihad Sabilli (817-044)

Editor || Nindya Seva Kusmaningsih

bagikan

Related Articles

1 Comment

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: