Pesan Bunda Ully untuk Pencinta Alam

Bunda Ully (Hj. Ully Hary Rusadi), Bundanya Pencinta Alam, Selaraskan ucapan dengan perbuatan. SOSOK. WARTAPALAINDONESIA/Pida

Wartapalaindonesia.com, SOSOK – Anak mana yang tak kenal bundanya sendiri, begitu juga Pencinta Alam. Sosok Bunda Ully  pasti sudah tidak asing bagi anggota Pencinta Alam, seperti pada TWKM 28 kali ini, kehadirannya dalam TWKM 28 melecutkan semangat konservasi.

Pemilik nama lengkap Rulany Indra Gartika Rusady Wirahaditenaya (Hj. Ully Hary Rusadi) atau yang akrab dikalangan Pencinta Alam disapa Bunda Ully ini merupakan sosok ideal sebagai bundanya Pencinta Alam. Aktivis lingkungan dan kepemudaan kelahiran Garut, 04 Januari 1952, memulai karir sebagai aktivis Pencinta Alam sejak usia 35 tahun.

Sudah tak terhitung lagi berapa banyak karya konservasinya untuk alam Indonesia. Salah satunya penyelamatan sumber mata air yang merupakan masalah vital negara ini. Pengalamannya dalam bidang konservasi advokasi lingkungan sudah tak diragukan, perannya kini sebagai konsultan lingkungan hidup untuk Pencinta Alam.

Dalam rangkaian TWKM 28, pendiri dan pimpinan Yayasan Garuda Nusantara (Gabungan Rumpun Pemuda) ini menularkan semangatnya dalam berkarya untuk kelestarian alam di nusantara. Usia yang sudah memasuki setengah abad, tak menyurutkan langkahnya untuk terus bergerak melestarikan alam.

Terhubung dengan bunda, 085793149082 (Dedy) atau ullysigarrusady@gmail.com

Berjuang untuk lingkungan, tidak boleh putus asa, tidak hanya cukup satu dua tahun saja, sebab bagi Bunda Ully sudah menjadi panggilan jiwa dan tanggung jawab untuk bela negara.

Hal tersebut yang menjadikan “anak-anaknya” di Pencinta Alam harus menjadikan sosok pengabdian yang tidak ada kata pensiun bagi alam. Bunda memberi pandangan bahwa, “Kejahatan lingkungan, merupakan suatu perbuatan yang sangat luar biasa merugikan kita semua.”

Penyanyi dan pencipta lagu hutan rumah kita ini juga mengajarkan kepada kita bagaimana mantra atau yel-yel masyarakat adat saat akan menanam pohon. Suara merdunya tak pelak membuat peserta TW-TWKM mengikuti, “He ria rio ria rio.”

Sedangkan pesannya untuk Pencinta Alam singkat saja, namun sangat dalam untuk direnungkan. “Selaraskan ucapan dan tindakan.”

Laporan : A. Phinandhita P.

Editor : Ragil Putri Irmalia

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini:
Positive SSL