WARTAPALA INDONESIA

Pradeeva dan Natalia dibalik Pohon Mangga dan Keres

Wartapalaindonesia.com, SOSOK – Pagelaran Wanala Climbing Competition (WCC) 2016 yang diadakan Wanala Uniar dalam rangka Wanafest benar-benar menelurkan bibit-bibit para juara. Terbukti dalam pagelaran tingkat nasional tersebut mencuat dua nama yang kini tak dapat dianggap remeh dalam kanca kejuaraan panjat dinding Indonesia.

Mereka adalah Pradeeva Adelia dan Natalia Desty yang masing-masing lahir di Sidoarjo 28 Juni 2003 dan Surabaya 13 Desember 2001. Deva panggilan akrab Pradeeva merupakan buah hati dari pasangan Agus Dwi Setya dan Sungging Miluta Sari, sedangkan Natalia adalah buah cinta dari pasangan Boedi Wahju Prasetyo dan Eko Suryaningsih.

Turun di kelas lead KU 16 dalam kejuaraan WCC, mereka berdua menyabet gelar peringkat satu dan dua dengan  selisih yang cukup jauh dari kontestan lainnya. Dibawah asuhan Nur Cahyo sang pelatih yang akrab disapa om Yoyok, keduanya mengasah diri dalam naungan Pataga Climbing School yang terkenal tak main-main dalam membina para atletnya.

Deva yang tercatat sebagai murid kelas 3 SD di SMPN 23 Surabaya mengaku mulai tertarik pada olahraga ekstream ini tak sengaja, “saat itu aku suka memanjat pohon mangga, akhirnya ayah dan ibu mengajak aku latihan panjat, dan aku suka,” tutur gadis cantik yang ayahnya juga merupakan jebolan Pataga Surabaya itu.

Sedangkan Natalia sendiri tercatat sebagai siswi kelas 5 SD di SMPN 48 Surabaya, lucunya Natalia sendiri tertarik juga karena tak sengaja, “kalo aku dulu duka manjat pohon keres,” cuap gadis enerjik yang ibunya merupakan salah satu potensi SAR kota Surabaya.

Saat ditanya soal resep rahasia kemenangannya, keduanya kompak bersuara , “latihan tekun dan disiplin,” ungkap Deva yang memilih nasi goreng sebagai menu favoritnya. Sedangkan Natalia turut membagi resepnya, “selain latihan tekun dan disiplin, kita harus menyukai apa yang kita lakukan,” katanya yang memilih pangsit sebagai menu favoritnya.

Tak dapat dipungkiri selain peran pelatih dan tempat pembinaan yang berkualitas, keduanya berhasil juga berkat peran orang tua, di mana orang tua selalu mendampingi buah hatinya latihan selama 4 hari dalam satu pekan yakni hari Selasa, Rabu, Kamis dan Sabtu,

“ada waktu dan harga yang harus dibayar untuk kesuksesan buah hati, terutama peran dan dukungan orang tua” ungkap Suryaningsih ibu Natalia.

Namun bukan berarti orang tua juga tak mengalami masa sulit dalam mendampingi putri-putri cantiknya, kala harus dihadapkan mood buah hatinya yang berada dititik bosan, maka harus pintar-pintar orang tuanya menyentuh hati buah hatinya, “biasanya kami selalu memberi penghargaan kepada buah hati kami saat mereka berhasil menuai buah kerja kerasnya sendiri, dari situlah motivasi untuk terus berlatih akan tumbuh,“ tutur ibu cantik istri pak Agus yang lewat buah hatinya turut mengharumkan Pataga Surabaya.

Laporan : A. Phinandhita P.

Editor : Ragil Putri Irmalia

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)

 

Dokumentasi

Pradeeva Adelia dan Natalia Desty

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

1 Comment

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: