WARTAPALA INDONESIA

Putusan di Musim Hujan

Wartapalaindonesia.com, BANYUWANGI – Januari, sebuah bulan yang berada dalam musim hujan. Di bulan ini pula majelis hakim yang diketuai Putu Endru Sonata, SH, MH, akan memberi putusan atas kasus Heri Budiawan alias Budi Pego. Palu hakim akan diketukkan pada Selasa Pon 23 Januari 2018.

Vonis akan disampaikan pada putaran ke-21 Sidang Budi Pego. Angka 21, mengingatkan kita pada seuah bioskop terkemuka di negeri ini. Ya, ibarat bioskop, Ruang Garuda Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi telah menjadi tempat pemutaran“film” serial sejak 14 September 2017.

Sebuah “sekuel” tentang warga penolak tambang emas Tumpang Pitu yang didakwa menyebarkan ajaran terlarang.

Pada 4 Januari 2018 Jaksa Penuntut Umum (JPU) Budi Cahyono dan S. Ahmad telah membacakan tuntutannya. JPU menuntut supaya majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana penjara  7 tahun kepada Budi Pego.

Tuntutan ini dijawab oleh Budi Pego dan penasihat hukumnya yang tergabung dalam Tim Kerja Advokasi Gerakan Rakyat untuk Kedaulatan Agraria (Tekad Garuda).

Budi dan Tekad Garuda membacakan pledoi-nya pada 9 Januari 2018. Atas pledoi itu, JPU menjawabnya lewat replik yang disampaikan pada 11 Januari 2018.

Replik pun telah ditanggapi dengan duplik yang disampaikan oleh Budi dan Tekad Garuda pada 16 Januari 2018 lalu.

Setelah rentetan tuntutan-pledoi-replik-duplik, maka “dramaturgi peradilan” berikutnya adalah putusan. Pembacaan putusan pada Selasa 23 Januari 2018 nantinya akan berada di pekan ke-19 sidang Budi Pego.

Jika dihitung dari sidang pertama hingga putusan nanti, maka terhitung 131 hari lamanya.

For Banyuwangi sebagai bagian dari Tekad Garuda, berharap semoga putusan hakim di musim hujan ini merupakan putusan yang adil. Semoga hakim memandang bahwa kasus ini memiliki keterkaitan dengan upaya warga Tumpang Pitu dalam memperjuangkan ruang hidupnya.

Sebagai informasi, Budi Pego disidang karena hubungannya dengan sebuah demonstrasi warga yang menolak tambang emas Tumpang Pitu.

Unjuk rasa tersebut berlangsung di bulan April 2017 lalu. Lantaran unjuk rasa itulah Budi Pego dijerat pasal 107 huruf a UU Nomor 27 Tahun 1999 tentang Perubahan KUHP yang berkaitan dengan kejahatan terhadap keamanan negara.

Pasal itu dikenakan kepada Budi, karena dalam unjuk rasa, terdapat spanduk dengan gambar logo sebuah partai terlarang.

Walau kemunculan spanduk, dalam unjuk rasa itu terasa janggal, hingga sekarang spanduk yang dimaksud tak bisa dihadirkan ke dalam persidangan. Budi Pego tetap ditahan oleh Kejaksaan Negeri Banyuwangi. Budi dituduh menyebarkan paham terlarang.

Warga melakukan aksi penolakan tambang emas di Tumpang Pitu karena tambang emas akan merusak lingkungan mereka tinggal.

Namun perjuangan warga demi menjaga lingkungan tempat tinggalnya, mesti terhambat oleh isu komunisme.

Tak hanya Budi Pego yang didera isu ini, namun ada tiga orang lainnya yang terbelit isu ini, hingga polisi juga harus memeriksa ke tiga orang tersebut yaitu, Ratna, Andreas, dan Trimanto.

Gunung Tumpang Pitu bagi warga ialah benteng alami dari daya rusak tsunami. Tumpang Pitu dan sekitarnya adalah Kawasan Rawan Bencana (KRB).

Sebagai KRB, seharusnya Hutan Lindung Gunung Tumpang Pitu harus dikonservasi, penambangan di KRB akan menambah angka kerentanan KRB itu sendiri. Karena hal itulah tambang emas di Hutan Lindung Gunung Tumpang Pitu ditolak.

Demi tambang emas, Zulkifli Hasan sebagai menteri kehutanan saat itu, mengubah status hutan lindung Tumpang Pitu menjadi hutan produksi.

Penurunan status Tumpang Pitu dilakukan  setelah adanya usulan dari Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Pada tanggal 10 Oktober 2012, lewat surat nomor 522/635/429/108/2012 mengusulkan perubahan fungsi kawasan hutan lindung seluas 9.743, 28 hektar.

Usulan tersebut direspon Zulkifli Hasan dengan mengalih fungsi Tumpang Pitu seluas 1.942 hektar. Pengubahan status di sahkan Zulkifli Hasan pada tanggal 19 November 2013 dengan menerbitkan surat keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor SK.826/Menhut-II/2013.

Kontributor : Tim Media Forbanyuwangi

Editor : Jelita Sondang

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

 

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: