Repala SMA 7 Jakarta, Berdiri Tahun 1972 Masih Eksis Hingga Kini

Caption foto : Salah satu kegiatan Repala SMA 7 Jakarta, mendaki gunung. (WARTAPALA INDONESIA / Fadlik Al Iman)

WartapalaIndonesia.com, Jakarta – Repala SMA 7 Jakarta berdiri tanggal 15 Maret 1972, di Jl. Medan Merdeka Timur No. 14 Jakarta Pusat. Kala itu yang dinobatkan sebagai ketua pertama adalah Ade Bintang. Ketua selanjutnya Sentot Budiharjo, Ketua umum yang ketiga adalah Zanna Zanzibar dari angkatan 1973. Ketua keempat adalah Zandjojo Zanzibar. Dia saudara kandung Zanna.

Periode kepemimpinan Repala 7 makin matang dalam berorganisasi, dan kiprahnya makin nampak di Jakarta. Tongkat estafet kepemimpinan Ketua kelima Dedy yang kemudian dilanjutkan oleh Cahyo, Alex, Rezi, Micky, Rana, Didit, Jafar Arief, Ariatama, Ridho, Rachmawan dan Agus Batak.

Tercatat dalam perjalanannya Repala 7 memiliki sekretariat di Jl. Sibayak, Menteng, Jakarta Pusat. Rumah milik Djojo. Kemudian pindah ke Jl. Bonang yakni di kediaman Ade.

Meski sudah melewati setengah Abad, Repala 7 tetap eksis dengan merangkul adik kelasnya Sapta Pala yang lahir pada tahun 1991.

Diakui dari beberapa personil Repala 7, mereka sering kumpul. Bahkan belum lama ini mereka kumpul guna mengadakan Halal Bihalal di C7 milik Ekky angkatan 1988 di Jl. Cisadane No. 7 Menteng, Jakarta Pusat.

Kopi darat di kota sering dilakukan. Du gunung masih beberapa rekan melakukannya, termasuk bersama keluarga ucap Syofi senior angkatan 1987.

Beberapa personil Repala 7 juga menceritakan, dulu rapat di rumah Adrian  Jl. Proklamasi, kami sering melakukan kegiatan rutin seperti, belajar mountaineering, survival, P3K, camping, hiking dan long march.

Mereka juga sering melakukan pendakian gunung di Indonesia, terutama di Pulau Jawa seperti Gunung Gede Pangrango, Slamet, Semeru dan lainnya.

Tak cukup sampai disitu, Ricky angkatan 1987 – mantan ketua Repala 7 — juga menungkap, kegiatan seremoni seperti upacara 17 Agustus di Mandalawangi Gunung Gede, Long March Jatiluhur Cibodas, Long March Rengasdengklok Jakarta kerap dilakukan Repala 7 Jakarta.

Sementara itu, Syofi dan Ricky memberikan tanggapannya tentang kesan membersamai Repala 7. Mereka mengaku happy, tua muda kumpul guyub tanpa perbedaan usia dan status,

“Persaudaraan kami kuat banget,” ungkap Syofi.

Lain halnya dengan Pipik yang menjabat sebagai Ketua Repala 7 sampai saat ini. Nama Repala 7 katanya, masih dikenal baik di Desa Sembalun, sebuah tempat dengan panorama percikan surga yang ada di Lombok, NTB.

“Tahun 2022 Repala 7 Jakarta masih menziarahi area Sembalun. Kenangan kuat pun terkuak, bahwa Repala 7 Jakarta pernah membantu menemukan mayat penduduk lokal. Hal itu sampai masuk surat kabar,” tutup Pipik. (FAI)

Kontributor || Fadlik Al Iman
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.