WARTAPALA INDONESIA

Sang Jawara Generasi 90’

Wartapalaindonesia.com, SOSOK – Siapa sangka lelaki kelahiran Surabaya, 05 Spetember 1992 ini awalnya bercita-cita sebagai seorang drag racer dan crosser kini menjadi seorang ‘Jawara’ dalam dunia panjat di Indonesia.

Dialah Eval Septy Jawara, lelaki yang tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2013 Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Surabaya kini pelan tapi pasti menjadi sosok legenda yang disegani.

Terlahir di era 90’an, mahasiswa yang juga tercatat sebagai anggota Pencinta Alam Tujuh Belas Agustus (Pataga) Surabaya ini mengawali karir sebagai atlit panjat sejak tahun 2006 yang kala itu masih duduk sebagai siswa sekolah menengah pertama.

Dibawah asuhan pelatih bertangan dingin Mas Tokor/Nur Cahyo, Eval tergabung dalam Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Surabaya sejak tahun 2006, karirnya berlanjut dengan kala memasuki puslatda FPTI Jatim pada tahun 2013.

Sempat vakum pada tahun 2014 kala sang Jawara harus menjalani operasi usus buntu, pemuda yang bertempat tinggal di Benowo, Kauman Asri 2 Nomer 26 Surabaya ini tak patah arang. Terbukti Eval terus menimbah ilmu di FPTI Jakarta dan akhirnya kini menjadi salah satu di Pataga Climbing School.

Uniknya, meski segudang prestasi telah dicetaknya, eval tak pernah meningalkan ciri kasnya kala bertarung di medan dinding. Siapa sangka, lelaki maco yang kerap tampil eksentrik dengan rambut gondrongnya, selalu membawa chalk bag berbentuk lucu, “ini teman si mario bros,” katanya saat diwawancara Wartapala.

Selain penampilan eksentrik dikombinasi dengan tokoh kartun yang lucu, sejak tahun 2013 Eval juga gemar mengoleksi tato di tubuhnya, “setiap tato yang ada di tubuh ini menggambarkan perjalanan hidupku,” akunya yang kala itu mengenakan kaos bertuliskan my tato my adventure.

Dan yang paling digemarinya adalah tato, “Hanya, topeng Jepang jadi favoritku, tato ini juga menjadi pengingat serta motivasi dalam hidupku baik saat bahagia maupun saat masa-masa berat,” ujarnya yang saat itu berhasil menggondol titel juara di kelas lead umum putra pada gelaran Wanala Climbing Competition (WCC).

Kini impian untuk menjadi drag racer dan crosser sudah dia pendam dalam-dalam, “aku kini lebih mendalami dunia panjat, selain fokus pada satu bidang yang membuat aku lebih profesional, aku juga lebih menemukan passionku di sini,” jelasnya.

Bukan berarti kerinduan lelaki yang pernah menjadi joki balap liar ini sirna, “kadang rindu balap liar dan main trail juga ada, namun hanya aku lakukan saat aku luang sebagai pelepas rindu saja,” akunya.

Mengenai resep rahasianya sukses di dunia panjat, Eval membukanya, “resepnya hanya latihan keras, disiplin dan tentunya asupan nutrisi juga harus diperhatikan,” buka penyaku nomer 083830989698 itu.

Sebagai penutup, Eval menyampaikan pandangannya terhadap pembinaan atlit panjat generasi penerusnya, “lomba harus terus diadakan, kalender kompetisi yang jelas juga akan membuat atlit bisa mempersiapkan diri, sebab pembinaan bibit dan kalender kompetisi menjadi tolak ukur prestasi dunia panjat,” tutup Eval.

Laporan : A. Phinandhita P.

Editor : Ragil Putri Irmalia

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)

 

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: