Sisi Lain Pariwisata Pantai Selatan Jawa Timur

Caption foto: Buruh angkut sedang memindahkan hasil tangkapan nelayan ke TPI di Pantai Sendangbiru. (WARTAPALA INDONESIA/ Nabila Sofia)

Wartapalaindonesia.com, MALANG – Sendang Biru, pantai yang memiliki ciri khas dan daya tarik tersendiri bagi beberapa orang ini terletak di Desa Tambakrejo, Dusun Sendang Biru. Lokasinya berdekatan dengan pantai Tamban dan Sendiki.

Sendang Biru memiliki pantai yang biru nan indah. Selain untuk pariwisata, di sana kita juga dapat menemukan banyak sekali kapal nelayan bersandar, sehingga kita bisa mengetahui aktivitas para nelayan. Bahkan jika beruntung, mungkin kamu dapat memiliki kesempatan untuk ikut mereka melaut.

Hasil tangkapan para nelayan biasanya dimasukkan ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI)  yang selanjutnya akan dilelang.

Lalu pertanyaannya adalah, apakah semua ikan ini langsung dijual begitu saja tanpa ada pengolahan lebih lanjut dari warga setempat? Jawabannya tidak.

Tidak semua ikan langsung dijual begitu saja, mereka memiliki kekreativitasannya sendiri. Hasil tangkapan banyak yang diolah menjadi pindang, kalau di sana nama pengolahannya adalah pindangan.

Siapa sih yang tidak tau ikan pindang? Ikan pindang merupakan makanan konsumsi sehari-hari masyarakat, tidak hanya di daerah pesisir, tapi juga hampir di seluruh daerah.

Seringnya Ikan pindang kita temui dalam keranjang bambu, dan di setiap keranjang terdiri dari 1-2 ikan berukuran sedang, atau 4-5 ikan berukuran kecil.

Ikan pindang dapat kita temukan dengan mudah di toko-toko dekat rumah, maupun penjajak sayur keliling dengan harga yang relatif mudah dijangkau, dengan rentang harga dua ribu rupiah per ikan berukuran kecil hingga 15 ribu rupiah per krat bambu.

Ikan pindang ini banyak macamnya, mulai dari ikan tongkol, ikan mas, ikan nila, ikan cakalang, ikan bawal, dan lain-lain. Sedangkan untuk ikan yang dijadikan pindang oleh warga setempat, kebanyakan berasal dari ikan tongkol hasil tangkapan para nelayan di daerah pesisir sana.

Taukah kamu bahwa kandungan gizi yang terdapat pada ikan laut lebih baik daripada ikan tawar? Kandungan DHA dan EPA yang dimiliki ikan laut juga biasanya lebih tinggi daripada ikan air tawar. Selain itu, kadar kolestrol pada ikan laut pun cukup rendah, sehingga aman untuk dikonsumsi orang-orang yang memiliki riwayat darah tinggi maupun penyakit jantung.

Disamping harganya yang murah, barang yang mudah didapat, dan segudang kandungan gizi yang ada di dalamnya, ikan pindang juga memiliki keistimewaan lain, yakni cara pengolahannya yang mudah dan sederhana namun tetap menghasilkan cita rasa yang apik.

Di rumah-rumah biasanya ikan pindang digoreng dan dijadikan lauk pendamping sayur asem, atau sekedar digoreng, lalu dimakan dengan nasi putih hangat dan sambal. Nikmat sekali rasanya.

Mau mencoba membuat pindang sendiri di rumah? Caranya cukup mudah dan peralatan yang digunakan sederhana saja, berikut langkah- langkahnya:

  • Pilih bahan baku yang masih baik, mulai dari ikan, hingga bumbu–bumbunya
  • Bersihkan ikan yang akan di pindang, keluarkan isi perut dan insangnya. Cuci bersih dari darah yang ada kemudian tiriskan
  • Taburi ikan dengan garam, bungkus perutnya dengan daun pisang, lalu diamkan selama setengah jam. Garam ini tidak hanya berfungsi sebagai penguat atau penambah rasa, namun juga dapat berfungsi untuk memperbaiki tekstur ikan dan mengawetkan ikan agar tidak cepat membusuk. Untuk seberapa banyak garam yang diberikan, biasanya sesuai selera saja. Selain garam, kita juga dapat menambahkan kunyit, daun salam, serai, maupun bumbu lain untuk meningkatkan cita rasa.
  • Setelah itu kukus sampai matang, tanda pemindangan telah matang adalah ekornya sudah melekah
  • Ikan pindang siap diolah sesuai selera!

Mudah bukan? Selamat mencoba!

Kontributor || Nabila Sofia (085731217963), Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang (IMPALA UB)

Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 16000

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: