Tim Escapade, Nyalakan Semangat Penggiat Alam Disabilitas

Wartapalaindonesia.com, MALANG – Geliat Penggiat Alam di Indonesia semakin terasa, saat berbagai terobosan baru dihidupkan. Begitulah kiranya yang dilakukan oleh Tim Escapade yang merupakan tim dari interest di qubicle.id, dalam tajuk sharing knowledge persembahan tim ekspedisi ultra7 di Kafe Pustaka Universitas Negeri Malang pada Sabtu 30 Juli 2016.

Mengambil tema “Transforming Your Weaknesses Into Strengths” , turut menghadirkan pembicara sekelas Bima Prasena dan Agustinus Dwi Cahyo yang merupakan anggota Wanadri dengan pengalamannya mendaki gunung Himalaya, serta Irfan Ramdhani penulis buku Tabah Sampai Akhir yang tergabung di MAPA Gunadarma Universitas Gunadarma.

Acara dibuka langsung tepat pukul 15.00 WIB dengan peserta lebih dari 50 orang yang berasal dari berbagai kalangan baik Pegiat Alam, Pencinta Alam maupun aktivis. Sesi pertama langsung dibawakan oleh Bima Prasena yang membagikan bagaimana pengalamannya mendaki puncak Himalaya dan tentang hal apasaja yang harus dipersiapkan.

“Tujuan kami sejak awal mengagendakan kegiatan-kegiatan semacam ini adalah untuk menghidupkan lagi silaturahmi antar penggiat alam terbuka sekaligus berbagi pengetahuan yang sejak dulu dipegang teguh oleh teman-teman penggiat alam terbuka,” urai Bima.

Disela-sela peserta juga nampak hadir beberapa peserta yang merupakan penyandang difabel, sehingga acara sangat menarik di mana kita dapat saling berbagi bersama mereka.

“Kami juga mengajak teman-teman difabel yang memang suka berkegiatan alam terbuka untuk bisa berkegiatan tanpa batasan dengan semangat yang ditularkan oleh teman-teman sesama difabel untuk mendobrak rasa takut atau ketidaknyamanan di lingkungan penggiat alam terbuka,” tambah Bima.

Acara ini juga sekaligus untuk mempromosikan kehadiran qubicle.id dengan Tim Escapade yang merupakan tim dari interest di qubicle.id. Dengan proyek yang nantinya dapat menjadi referensi bagi para penggiat alam untuk mengetahui secara nyata bentuk asli dari gunung-gunung di tanah air.

Visinya menjadi wadah komunikasi dan inspirasi bagi penggiat alam terbuka.

“Selain itu, kami berharap bahwa para penggiat bisa berbagi dan mencari inspirasi di sebuah wadah yang terbuka untuk siapapun bisa mengaksesnya, dan semoga para penjelajah Indonesia punya lebih banyak kesempatan untuk menjelajah bumi dari inspirasi yang kami tularkan,” sambung Bima.

Sesi kedua di bawakan oleh Agustinus Dwi Cahyo yang membuka wawasan dan bagaimana safety mendaki. Di sini persiapan sangat-sangat dibutuhkan, Agustinus juga mempromosikan bahwa proyek ini sebagai jendela ilmu di mana biasanya hasil ekspedisi oleh komunitas hanya disimpan oleh kalangan sendiri, dengan adanya proyek ini kita membuka semua hasilnya.

Pada sesi selanjutnya giliran Irfan Ramdhani yang mengatakan bahwa tabah tidak hanya diawal tidak juga dipertengahan, tapi tabah sampai akhir.

Yang diteriakkan kencang mewakili peserta difabel yang menghadiri acara. Bagi Irfan sendiri acara kali ini begitu membuka wawasan kepada teman-teman disabilitas, bahwa kami mampu berkegiatan di alam bebas, karena keterbatasan bukan suatu hambatan untuk mencintai alam bebas.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama bagi kami yang menyandang disabilitas, di mana teman-teman disabilitas bisa mendaki gunung atau berkegiatan di alam bebas, walaupun dengan keterbatasan yang dimiliki, sehingga tidak menyurutkan mereka untuk terus melangkah lebih jauh,” ungkap Irfan.

Yoga, salah satu peserta penyandang disabilitas juga mengungkapkan bahwa, “dengan adanya sharing ini, mereka mendapat pengalaman baru. Dan semakin percaya diri jika difabel seperti mereka juga dihargai dan bisa berkegiatan di alam bebas semisal mendaki gunung.”

Acara ditutup dengan spesial perform stand up dari Dani Aditya yang merupakan difable komika. Guyonan segar dan mendidik dia lontarkan dan juga cukup membuat rekan-rekan sesama difable semakin merasa dihargai dan diterima di masyarakat luas.

Dengan ditutupnya acara yang dipersembahkan oleh Qubicle, Escapade, Ultra7, Kafe Pustaka, Universitas Negeri Malang dan rekan-rekan MPA Jonggring Salaka, meleburkan batasan bagi siapa saja untuk memahami bahwa kita semua sama.

Laporan : Nindya Seva

Editor : Ragil Putri Irmalia

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: