Bushcraft Camp, Forum Temu Kumpul Penggiat Bushman Sumut

Caption foto: Para bushman di Bushcraft Camp berlatih membuat jerat/jebakan, baru-baru ini di hutan pedalaman Sibolangit, Deliserdang, Sumatra Utara. (Wartapala Indonesia / Dohu Lase)

Wartapalaindonesia.com, MEDAN – Minggu (27/6/2021) pagi, sejumlah “Bushman” sebutan untuk pelaku bushcraft laki-laki–berkumpul di tengah hutan pedalaman Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatra Utara.

Mereka terlibat diskusi, saling berbagi cerita, berbagi pengalaman, serta keterampilan dan pengetahuan terkait bushcraft. Kegiatan itu bertajuk “Bushcraft Camp”. Dibuka sejak Sabtu (26/6/2021) malam.

Materi pembahasan dimulai dari navigasi darat, Pertolongan Pertama Gawat Darurat, membuat api, membangun tempat berlindung, membuat jerat/jebakan, rappeling, diskusi konservasi hutan, hingga teknik crafting dan Every-Day-Carry.

Haris Dauri Prastiawan selaku inisiator Bushcraft Camp mengatakan, kegiatan tersebut merupakan acara perdana temu kumpul kalangan penggiat bushcraft se-Sumut.

“Esensi kegiatan ini, tentunya selain untuk menjadi wadah bertemu dan berbagi, juga ialah sebagai ajang berlatih bersama. Bushcraft Camp ini berperan sebagai wahana silaturahmi dan berbagi pengetahuan antar penggiat bushcraft Sumut,” kata Haris, yang akrab dipanggil Agoy, saat berbincang kepada awak WartapalaIndonesia.com baru-baru ini.

Caption foto: Para bushman di Bushcraft Camp berfoto bersama usai kegiatan, baru-baru ini di hutan pedalaman Sibolangit, Deliserdang, Sumatra Utara. (Wartapala Indonesia / Dohu Lase)

Agoy bercerita, ide menggelar Bushcraft Camp berawal dari kebingungannya mencari tempat menimba keterampilan dan pengetahuan seputar bushcraft.

“Saya pribadi tertarik pada bushcraft setelah beberapa kali mendaki gunung dan dikenalkan teknik survival. Sejak itu, saya sadar bahwa minat saya tinggi terhadap survival. Saya cari di internet, ternyata teknik survival ini bahkan udah menjadi sebuah seni, yaitu bernama bushcraft. Sejak itu, saya terus mencari guru atau tempat untuk menimba bushcraft skill. Namun, bingung mau cari ke mana,” tutur mahasiswa Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Mesin, Institut Teknologi Medan ini.

Selanjutnya Agoy pelan-pelan merangkul warga Sumatra penggiat bushcraft dengan cara berjejaring di media sosial. Di situ Agoy pun mengajukan inisiatifnya, yaitu untuk membuat suatu pertemuan, dan singkat cerita terwujudlah Bushcraft Camp.

“Begitulah ceritanya. Ada sebuah wadah bagi para penggiat bushcraft se-Sumut untuk berkumpul, bertukar informasi, berbagi pengetahuan dan skill, serta belajar, berlatih, dan memasuki alam bebas bersama,” ujar pemuda asli Salapian, Kabupaten Langkat, Sumut ini.

Ia menambahkan, Bushcraft Camp ini rencananya akan diadakan secara berkesinambungan dan tetap terbuka bagi semua penggiat bushcraft yang ingin bergabung.

“Bushcraft adalah seni yang lahir dari teknik bertahan hidup di alam liar. Bedanya ada pada adalah persiapan yang dilakukan sebelum memulai petualangan ke alam bebas,” pungkas Agoy.

Caption foto: Para bushman di Bushcraft Camp berdiskusi mengenai bushcraft dan hubungannya dengan konservasi hutan, baru-baru ini di hutan pedalaman Sibolangit, Deliserdang, Sumatra Utara. (Wartapala Indonesia / Dohu Lase)

Kontributor || Dohu Lase

Editor || Soprian Ardianto, WI 200092

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.