Caption foto: Pembentangan Bendera Merah Putih di Danau Lut Tawar (WARTAPALAINDONESIA.COM/Dokumentasi Pribadi)
Wartapalaindonesia.com, ACEH – Menjadi satu-satunya danau di Provinsi Aceh serta merupakan ikon alam Kabupaten Aceh Tengah, Danau Lut Tawar adalah rumah bagi Ikan Depik, hewan air endemik kabupaten yang berada di punggung Pegunungan Bukit Barisan itu.
Sebagai wujud edukasi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat pada kelangsungan ekosistem danau seluas 5.472 hektar tersebut, mahasiswa pecinta alam (mapala) Mahagapa, dari Universitas Gajah Putih (UGP) bersama jajaran pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menggelar serangkaian acara selama peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-76 di sana, pada Selasa (17/8/2021) lalu.
Dimulai dengan acara membentangkan Bendera Merah Putih raksasa dengan ukuran 50×26 meter di Danau Lut Tawar oleh Mahapaga UGP dengan disaksikan Forkopimda dan masyarakat sekitar.
Usai pembentangan bendera, dilanjutkan dengan acara penaburan benih Ikan Depik secara simbolis oleh Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar sebanyak 500 benih, diikuti oleh unsur-unsur lainnya.
Ketua Umum Mahagapa UGP, Rahmad Rizki, mengatakan bahwa pencetus ide pembentangan bendera raksasa ini adalah mahasiswa pecinta alam Mahagapa Universitas Gajah Putih dan disetujui pemerintah setempat. “Ini ide pertama kali dari mahasiswa pecinta alam Mahagapa untuk menggerakkan pembentangan bendera raksasa di Lut Tawar,” terangnya.
Pria yang akrab disapa Paddle itu menambahkan, pada proses pelaksanaannya, bupati dan forkopimda juga hadir untuk menyaksikan dan ikut menebarkan benih ikan. “Kami lakukan bersama rekan-rekan tim khusus lainnya, disaksikan bupati dan pejabat. Walau banyak yang terlibat, pelaksanaan kegiatan telah memenuhi standar protokol kesehatan dari awal kegiatan sampai akhir. Alhamdulillah berjalan dengan lancar,” imbuhnya.
Ada pun unsur lain yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah Kodim 0106/Aceh Tengah, Polres Aceh Tengah, Civitas Akademik Universitas Gajah Putih, BPBD Aceh Tengah, Basarnas Aceh Tengah, Kejaksaan Tinggi Aceh Tengah, Pengadilan Negeri Aceh Tengah, FPTI Aceh Tengah, Grand Renggali Hotel Aceh Tengah, KNPI Aceh Tengah, Wartapala Indonesia Kantor Perwakilan Aceh sebagai media partner, dan sejumlah perwakilan UMKM yang ada di Aceh Tengah.
Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, tampak terlihat antusias pada kegiatan ini saat memberikan sambutan. “Kami pastikan bendera yang dikibarkan ini adalah yang terbesar, dengan ukuran 50×26 meter, karena di Istana Negara sendiri memiliki ukuran 50×26 meter,” kata orang nomor satu di Kabupaten Aceh Tengah itu.
Komandan Kodim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Teddy Sofyan, pun turut memberikan sambutan dengan menyampaikan makna dari ukuran 50×26 meter tersebut. “Alhamdulillah pengibaran bendera merah putih lancar, pembentangan bendera merah putih itu maknanya 50+26 = 76, melambangkan kemerdekaan kita saat ini,” ujarnya.
Sementara dengan melihat banyaknya masyarakat kabupaten penghasil kopi arabika kualitas internasional ini yang tampak begitu antusias menyaksikan acara peringatan kemerdekaan RI di Danau Lut Tawar tersebut, diharapkan kelestarian danau alami hasil letusan gunung itu tetap lestari dan kelestarian hewan endemik di dalamnya tetap terjaga.
Kontributor || Andi Tharsia, WI 200141
Editor || Danang Arganata, WI 200050
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)