Caption foto : Tim ekspedisi KPA Silolangi di Puncak Gunung Katopasa. (WARTAPALA INDONESIA/Dok. KPA Silolangi)
WartapalaIndonesia.com, Palu – KPA Silolangi Kota Palu kembali melaksanakan ekspedisi. Dalam sejarah KPA Silolangi, ekspedisi yang berlokasi Gunung Katopasa ini, merupakan ekspedisi yang kelima yang pernah dilakukan oleh KPA Silolangi.
Gunung Katopasa (2865 mdpl) yang terletak di Kecamatan Ulobongka, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, dipilih KPA Silolangi sebagai lokasi ekspedisi karena Gunung Katopasa merupakan area yang menyimpan keanekaragaman flora dan fauna. Kondisi geologinya juga menarik dijadikan bahan kajian ilmiah untuk menambah wawasan dan pengetahuan.
Alasan lain KPA Silolangi ke sana adalah munculnya informasi tentang longsor di jalur pendakian Gunung Katopasa.

Diungkap oleh Koordinator Lapangan Andi Basrullah, mereka mendapat informasi bahwa di sepanjang jalur pendakian Gunung Katopasa ada bebrapa titik longsor.
“Kami akan bertemu beberapa titik longsor di jalur pendakian yang kami lalui. Hal ini justru menjadi salah satu target capaian kami dalam ekspedisi kali ini, yaitu untuk mengetahui penyebab terjadinya longsor tersebut,” kata Andi Basrullah
Diterangkan pula oleh Andi Basrullah, ekspedisi kali berbeda dengan ekspedisi-ekspedisi mereka sebelumnya. Selain persiapannya yang memakan waktu 2 bulan, juga beberapa materi tambahan berkaitan dengan riset yang akan dilaksanakan, memiliki disiplin ilmu yang terbilang cukup asing di dunia kepencintalaman.
“Persiapan ekspedisi Gunung Katopasa dilakukan selama 2 bulan. Jadi sebelum melakukan ekspedisi, kami mempersiapkan dana, dan pengetahuan yang akan dilakukan dalam ekspedisi kali ini,” terang Andi Basrullah.
Persiapan itu lanjut Andi Basrullah, mulai dari cara tracking, cara menggunakan kompas untuk mengambil data slope, mengetahui materi tentang penyebab terjadinya longsor (pelapukan batuan, kondisi lereng, tingkat erosi, kondisi tanah), belajar mengetahui materi tentang bagaimana cara mengukur strike dan dip pada kekar, cara mengukur sesar, dan mempelajari berbagai bentang alam, serta belajar tentang jenis flora dan fauna.
Ekspedisi di Gunung Katopasa memakan waktu perjalanan selama 5 hari, 4 malam. Dimulai pada 24 Oktober hingga 31 Oktober 2022.
Selama ekspedisi, KPA Silolangi sempat terkendala oleh faktor cuaca yang tidak mendukung. Meski demikian ekspedisi tetap Berjalan lancar.
“Alhamdulillah, secara keseluruhan tidak ada kendala serius yang kami hadapi selama berada di lapangan. Segeala bentuk persiapan dan latihan yang kami jalani selama 2 bulan sangat membantu perjalanan kami diluar faktor cuaca yang tidak menentu,’’ terang Ketua Tim Supratman.
Supratman juga menyampaikan beberapa point terkait hasil ekspedisi mereka di Gunung Katopasa, Di antaranya adalah peta jalur Gunung Katopasa. Kondisi kemiringan lereng Gunung Katopasa. Penyebab terjadinya longsor di Gunung Katopasa. Penyebab terbentuknya Gunung Katopasa. Flora dan fauna di Gunung Katopasa. Dalam waktu dekat, hasil ekpedisi ini akan mereka publikasikan.
“Kami berharap, data-data yang kami hasilkan di ekspedisi Gunung Katopasan, bisa menjadi bahan bacaan untuk menambah pengetahuan masyarakat secara umum, dan untuk penggiat alam bebas secara khusus,’’ imbuh Supratman.

Sementara itu, Ketua Umum KPA Silolangi Muh. Fadli menuturkan harapan dan pesannya untuk kegiatan-kegiatan KPA Silolangi dan partisipasi anggota ke depannya.
“Harapan saya untuk ekspedisi KPA Silolangi berikutnya, bisa memberikan banyak manfaat kepada masyarakat secara umum, dan penggiat alam bebas secara khusus. Teruslah berkarya untuk sejarah sebagai warisan kita bersama, dan carilah ilmu kapanpun dan di manapun karena bukan ilmu yang mendatangi kita, tapi kita yang mendatangi ilmu,’’ pungkas Fadli (MF).
Kontributor || Akbar Mutafani, WI 200095
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)