caption foto: Relawan dari SARMMI, Mapala SPECTA, dan Onsgiht Foundation di Lokasi Bencana Korban Cianjur (dokumentasi pribadi)
www.wartapalaindonesia.com, Surakarta – Sebagai bentuk kepedulian untuk korban pasca Bencana Gempa Bumi Cianjur pada 21 November lalu, dua relawan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) SPECTA Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta, terjun untuk membantu proses evakuasi pasca gempa pada Minggu (27 November 2022) lalu. Dua relawan tersebut yakni, Imam Dzul Iqbal dan Ahmad Ainun Nadhor.
Selain menjadi relawan, perwakilan tersebut juga akan menyalurkan donasi hasil kolaborasi dengan Yayasan Onsight Foundation. Untuk hasil dari kolaborasi donasi kali ini, akan berfokus pada penganganan pasca bencana di sektor infrastruktur seperti peralatan pertukangan untuk menunjang renovasi bangunan-bangunan, dan sektor kesehatan seperti obat-obatan untuk menjamin kesehatan korban.
Sebelum terjun, Mapala SPECTA menggelar aksi penggalangan dana selama empat hari, dari Rabu hingga Sabtu, 23-26 November 2022. Aksi itu digelar anggota Mapala SPECTA dengan bergerak ke beberapa titik di sekitaran wilayah kampus UIN Raden Mas Said Surakarta. Hasil donasi terkumpul sejumlah Rp6.066.000,00, sepenuhnya disalurkan kepada korban terdampak Gempa Cianjur melalui Yayasan Onsight Foundation.
Ahmad Ainur Nadhor menerangkan, tim ini akan melakukan distribusi bantuan-bantuan itu mendukung upaya penanganan bencana yang dilakukan pemerintah dan organisasi masyarakat setempat sesuai dengan kapasitas yang dimiliki. “Sementara ini, kami fokus menyalurkan bantuan peralatan pertukangan guna menunjang renovasi bangunan-bangunan yang runtuh akibat gempa,” terang pria yang akrab disapa Ahmad itu.
Ahmad melanjutkan, tim telah mendapatkan informasi terkait rusaknya masjid dan tempat ibadah lainnya. “Pada saat ini masih ada masjid yang masih layak serta masih sering digunakan masyarakat, namun yang rusak pun tak bisa tidak diperhatikan. Dari perangkat desa menganjurkan untuk merenovasi masjid yang telah rusak tersebut agar bisa digunakan masyarakat kembali,” tambah Ahmad.
Sementara relawan yang lain, Imam Dzul Iqbal, mengatakan bahwa tidak hanya membantu dalam fasilitas infrastruktur, relawan juga membantu dalam segi kesehatan korban. “Kami juga menyalurkan obat-obatan untuk para korban, dikarenakan bantuan dalam segi kesehatan sangat diperlukan oleh para korban saat ini,” ujarnya.
Gempa bermagnitudo 5,6 SR menimbulkan kerusakan signifikan di Cianjur, Jawa Barat. Selain merusak insfratruktur, gempa juga telah merenggut banyak korban kehilangan nyawa di kalangan warga setempat. Sebelumnya relawan gabungan terdiri dari relawan SARMMI, Mapala SPECTA, dan Onsgiht Foundation yang telah mendirikan posko induk di Dusun Sirnagalih, Kecamatan Cilaku.
Kontributor: Nurani Aulia Rochmah | WI 210167
Editor: Danang Arganata | WI 200050
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)