Direktur Kesiapsiagaan BNPB Pangarso Suryotomo: Gerakan Komunitas Banyu Bening adalah Gerakan Amal

Caption foto : Direktur Kesiapsigaan BNPB Drs. Pangarso Suryotomo yang merupakan Pembina Sekolah Air Hujan Banyu Bening sejak komunitas ini didirikan 9 tahun lalu. (WARTAPALA INDONESIA / Ahyar Stone).    

WartapalaIndonesia.com, SLEMAN – Gerakan Komunitas Banyu Bening adalah gerakan amal. Demikian kata Direktur Kesiapsigaan BNPB Drs. Pangarso Suryotomo, M MB. Saat memberikan sambutan di acara Kenduri Banyu Udan ke-IX Tahun 2024. Pada Senin, 9 September 2024.

Kenduri yang dilangsungkan di Pendopo Sekolah Air Hujan Komunitas Banyu Bening, Ngaglik Kabupaten Sleman, dihadiri ratusan tamu yang berasal Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pengairan, komunitas lingkungan hidup, pemerhati budaya, akademisi dari beberapa kampus ternama di Jogjakarta dan pihak-pihak lain.

Pangarso yang sejak komunitas ini berdiri dipercaya sebagai pembina memaparkan, membangun Komunitas Banyu Bening sejak 9 tahun silam hingga sekarang, tidaklah mudah, karena selain dibutuhkan keihklasan juga dibutuhkan mental yang kuat.

“Meski demikian, segala hal dapat dilalui Komunitas Banyu Bening karena semua yang dilakukannya merupakan gerakan amal yang kami sebut sedekah,” jelas Pangarso.

Sedekah Komunitas Banyu Bening lanjut Pangarso, tak hanya berupa memberi edukasi kepada masyarakat luas tentang pemanfaatan air hujan, tetapi juga berbentuk sedekah oksigen melalui penanaman pohon, sedekah ilmu dengan memberikan pelajaran bahasa, dan termasuk sedekah nguri-nguri budaya.

“Jadi, Komunitas Banyu Bening tidak mengurus ar hujan saja, tetapi juga mengajak masyarakat untuk hidup sehat, berbudaya dan bertutut kata yang baik sesuai pakem bahasa,” imbuhnya.

Lantaran itulah Pangarso berpesan kepada tamu Kenduri Banyu Udan ke-IX yang ingin putra-purtinya belajar bahasa Jawa kromo inggil, dapat belajar di Komunitas Banyu Bening.

“Komunitas Banyu Bening mengajarkan bahasa Jawa, karena komunitas ini berada di Kabupaten Slemen. Kalau berada di daerah lain, yang diajarkan tentu bahasa daerah setempat,” terangnya.

https://wartapalaindonesia.com/di-kenduri-banyu-udan-founder-sekolah-air-hujan-banyu-bening-ucapkan-terima-kasih-kepada-media/

Turut dipapar Pangarso, banyak orang yang datang ke Komunitas Banyu Bening untuk belajar mengelola air hujan dengan asumsi hasil pengelolaan air hujan dapat dijual. Namun kami memberi saran kepada mereka yang hendak mengaplikasikan ilmu tentang pengelolaan air hujan untuk tidak diperjualbelikan, namun diamalkan sebagai sedekah.

 “Kalau ilmu yang didapat di sini kemudian diaplikasikan dengan niat untuk sedekah, hidup kita akan terasa enteng. Teman kita juga semakin banyak” tutup Pangarso. (as)

Kontributor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.