Jambore Relawan Pelajar Bela Alam, Diikuti 480 Siswa Garut Selatan

Caption foto : Gladi simulasi gempa megatrush. (WARTAPALA INDONESIA / Repalapa).    

WartapalaIndonesia.com, GARUT – Ketua Pelaksana Jambore Relawan Pelajar Bela Alam (RPBA) Samsul Marifat, mengucapkan syukur Alhamdulillah. Acara jambore — mulai registrasi peserta, apel pembukaan, pemberian materi kelas, gladi simulasi gempa megatrush — berjalan sukses dan lancer. Sabtu, 21 September 2024.

Jambore ditutup dengan ramah tamah musafahah antara panitia, tamu undangan dengan peserta jambore yang seluruhnya berjumlah 480 siswa dari 20 sekolah di wilayah Garut Selatan.

“Kami panitia terharu atas suksesnya jambore yang digagas Relawan Pecinta Alam Pameungpeuk (Repalapa) ini. Acara berjalan sukses dan lancer. kami bahagia melihat antusias 480 siswa yang awalnya kecewa atas perubahan agenda giat, yang sedarinya kami akan menyelenggarakan 2 hari kegiatan dipadatkan menjadi 1 hari,” katanya.

Samsul mengungkapkan kembali di saat persiapan giat kurang lebih persiapan dari bulan Februari 2024, iya terlihat berkaca-kaca apalagi semua kegiatan ini betul-betul swadaya relawan dan lembaga non pemerintah, di mana di saat pihak BPBD provinsi dan BPBD Garut akan membantu secara penuh akan kegiatan ini.

Atas kehendak Allah SWT, hari Rabu 18/9 Jam 9.41 terjadi gempa bumi 5.0 magnitudo di kedalaman 4 km, 24 km barat daya Garut tepatnya di wilayah Kecamatan Pasirwangi, membuat semuanya berubah 180 derajat.

Pada hari itu jam 10.00 WIB, di mako BPBD Garut kami akan mengadakan Rakor/ Teknikal Meeting terakhir mengenai skenario kegiatan jambore ini, dengan pihak BPBD provinsi Jabar dan Garut, berubah menjadi suasana duka, atas dasar kemanusiaan kami melepas dengan ikhlas seluruh sumber daya dukungan alat sarana prasarana dari semua lembaga yang memang stake holder di penanganan kebencanaan untuk melepas suport terhadap kegiatan kami.

“Namun dari itu kami semua tetap sepakat bahwasannya kegiatan jambore ini harus tetap berjalan,” terang Samsul.

Rangkaian acara Jambore Relawan Pelajar Bela Alam (RPBA) juga menghimpun partisipasi dari pihak lembaga non pemerintah tingkat nasional yang aktif dalam penyelenggaraan mitigasi bencana, di antaranya Squad PBI, DMC Dhompet Duafa, Rumah Zakat dan donatur lainnya yang berada di wilayah selatan Garut.

Berhimpun pada acara ini, seluruh tamu undangan pendamping dan peserta diperkirakan 700 orang hadir di lokasi pembukaan Jambore RPBA Garut Selatan 2024.

Perubahan di H-3 ini membuat seluruh panitia ekstra keras untuk merubah agenda yang ada, kegiatan yang disuport kurang lebih 60 lembaga pentahelix ini tetap harus di laksanakan.

Dalam kesempatan ini Camat Pameungpeuk Drs. H. Dadang Muhidin, M.Si. menjadi inspektur Apel Pembukaan Jambore RPBA 2024. Dalam amanatnya Camat Pameungpeuk memberikan apresiasi sebesar-besarnya atas terselenggaranya kegiatan Jambore.

Acara tersebut kata Camat, harus dijadikan momentum bersama kesiapsiagaan dini terhadap bencana gempa bumi megatrush/tsunami, dengan jumlah peserta yang di luar ekspetasi ini merupakan sebuah terbosan baru yang harus kita apresiasi terkhusus pemerintah daerah kabupaten Garut.

Di kesempatan lain Subur Rohjinawi selaku Komandan Squad PBI dan pembina pelaksana kegiatan ini, mengucapkan rasa syukur yang sebesar besarnya terutama dari antusian generasi muda pelajar yang berada di wilayah Garut selatan,

Dia sendiri memahami konsep kegiatan akbar ini setidaknya bisa terselenggara oleh stakeholder dengan kemampuan daya dukung yang mumpuni, biasanya setingkat BPBD Kabupaten, kota atau provinsi.

Sebuah kejutan bagi kami di pesisir Garut tumbuh kembang generasi muda yang potensial untuk di-support berbagai pihak, terkhusus di bidang kerelawanan Penanggulangan Bencana.

Selaku mitra dari kegiatan jambore ini dirinya memastikan kembali akan menyampaikan hasil kegiatan ini ke stake holder yang terkait terkhusus BPBD sampai dengan ke pusat BNPB.

Sudah menjadi kewajiban tumbuh kembangnya SPAB melalui kemendikti melalui Seknas SPAB/Sekber SPAB untuk mensuport penuh kegiatan seperti ini apalagi kegiatan ini melibatkan peserta pelajar.

Di sisi lain Repalapa selaku komunitas forum Koordinator Relawan PB Garut Selatan bangga, dan terharu atas terselenggaranya acara jambore RPBA ini, karena regenerasi inilah yang akan memegang tongkat estapet pergerakan Relawan Penanggulangan Bencana di Garut Selatan.

Dengan berbagai indeks risiko bencana yang beragam di wilayah selatan Garut kami yakin, relawan pelajar ini akan menjadi embrio yang tumbuh dewasa menjadi Relawan PB sesungguhnya di masa yang akan datang.

Pemda Garut mengapresiasi dan akan mendukung giat-giat yang berkaitan dengan mitigasi bencana di wilayah Garut selatan. Dia juga menuturkan ke depan Selter pengungsi yang sudah di bangun pemerintah di Desa Pamalayan untuk dijadikan pusat Sekretariat Bersama Relawan PB Garut Selatan.

Kami akan melengkapi dengan sarana prasarana yang mendukung kegiatan peningkatan kapasitas relawan dan masyarakar dalam mitigasi ataupun sarana prasarana yang menunjang disaat penanganan tanggap darurat.

Giat peningkatan kapasitas relawan yang sudah di lakukan swadaya masyarakat seperti jambore RPBA, dia berharap semua pihak unsur pentahelix harus mendukung, dalam mewujudkan ketangguhan masyarakat terhadap ancaman bencana, pungkasnya. (as)

Kontributor || AJ. Purwanto
Editor || Danang Arganata, WI 200050

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.