Mawapala UIN Walisongo Semarang Tutup Rangkaian Dikjut 2025 di Goa Kiskendo

Caption foto : Peserta Dikjut Caving Mawapala sedang praktek teknik penelusuran gua vertical. (WARTAPALA INDONESIA / Akhmad Arifin).    

WartapalaIndonesia.com, SEMARANG – Mahasiswa Walisongo Pecinta Alam (Mawapala) UIN Walisongo Semarang resmi menutup rangkaian Pendidikan Lanjut (Dikjut) tahun 2025, dengan kegiatan terakhir dari Divisi Caving yang diselenggarakan di Goa Kiskendo, Kendal, Jawa Tengah. Pada Jumat–Sabtu, 16–17 Mei 2025.

Dikjut merupakan jenjang pendidikan lanjutan yang wajib ditempuh oleh warga muda Mawapala setelah menyelesaikan Pendidikan Dasar. Dalam tahap ini, mereka diperkenalkan dan dilatih di lima divisi Mawapala sebagai bekal menjadi anggota penuh.

Kegiatan ini ditutup dengan Dikjut Caving, yang dipandu langsung oleh Kepala Divisi Caving, panitia dan MKE, serta didukung oleh para warga dan senior Mawapala.

Menurut Kepala Divisi Caving Caving Mawapala Andini yang sering disapa Lindri, peserta dikenalkan pada berbagai teknik penelusuran gua baik vertikal maupun horizontal, termasuk penggunaan peralatan dan simpul-simpul dalam teknik Single Rope Technique (SRT).

 “Walaupun ada beberapa yang mengalami kesulitan, semua peserta mampu melewati medan vertikal Goa dengan baik,” jelasnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum MAWAPALA, Mazd Zahara G.N atau akrab disapa Halimun menyampaikan, Dikjut adalah fase penting dalam membentuk keberanian dan mental warga muda.

“Di Diksar mereka belajar dasar karakter pencinta alam, sementara di Dikjut ini mereka dilatih untuk berani menghadapi segala medan,” jelas Halimun.

Ia juga menambahkan, banyak dari peserta yang awalnya takut tinggi, sempit, atau gelap, kini berhasil melampaui batas dirinya. Itu bukti bahwa mereka punya tekad dan kemauan kuat untuk belajar.

“Semoga semangat belajar dan berproses tetap hidup di diri warga muda meski Dikjut selesai” harap Halimun.

Para peserta menyebut pengalaman Dikjut Caving sebagai “first experience” yang menantang, seru, berkesan dan membuka wawasan baru.

Meski sempat diguyur hujan terlihat antusiasme peserta tidak surut. Bahkan suasana makin hidup karena kegiatan ini juga berbarengan dengan Dikjut dari Mapala Mitapasa UIN Salatiga yang juga sedang berkegiatan di Goa Kiskendo, sehingga kegiatan Dikjut ini juga menjadi ajang silaturahmi antar Mapala. (sz).

Kontributor || Syarifan Zaky, Humas Mawapala
Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.