Wartapalaindonesia.com, SURABAYA – Sea Soldier Surabaya menggelar diskusi bertajuk Obsesi Mesin Kota: Terjebak di Kota Metropolutan di Seniman Coffee, Surabaya pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Komunitas bentukan aktris dan aktivis Nadine Candrawinata, wilayah Surabaya itu secara spesifik mengambil bahasan tersebut sebagai penguatan kampanye besar mereka pada penanaman mangrove.
Menghadirkan Koordinator Sea Soldier Surabaya, Ryan Lalu dan Co-Coordinator Sea Soldier Surabaya, Taruli Elbina, pembicara membicarakan kota paling polutan di Indonesia.
Surabaya sudah masuk lima terbesar kota paling polutan se-Indonesia setelah Jakarta diikuti Bandung, Medan, dan Semarang.
Solusi atas permasalahan di atas dari level individu adalah mengolah sampah, hemat energi, beralih ke kendaraan umum, hingga pada level komunal adalah penghijauan tanaman mangrove.
“Dari rumah masing-masing bisa melakukan penghijauan, seperti dengan tanaman lidah mertua dan spider plant. Kami mengampanyekan tanaman yang paling super, yaitu mangrove,” ucapnya.
Di hadapan puluhan peserta yang hadir, pria yang akrab disapa Ryan itu menambahkan, mangrove relevan dengan Kota Surabaya yang sampai saat ini satu-satunya di Indonesia yang memiliki habitat mangrove cukup melimpah sehingga layak disebut kebun mangrove.
“Kami (Sea Solder Surabaya) di sini bertugas memperbanyak dan merawat serta mencegahnya dari ancaman pembabatan misalnya untuk dijadikan area tambak,” tegas Ryan.
Kenapa mangrove jadi fokus kampanye Sea Soldier Surabaya sebab mangrove mampu melakukan penyerapan karbon dioksida (CO2) enam hingga depalan kali lebih cepat daripada tanaman biasa.
Sehingga dapat dibayangkan berapa banyak karbon dioksida yang diserap ketika ribuan mangrove ditaman dalam bentuk kebun atau hutan.
“Per hektarnya, mangrove bisa 4-10 kali menyerap karbon (CO2) lebih banyak daripada hutan biasa. Ekosistem tanaman-tanaman menyerap karbon (CO2) tersebut perlu kita jaga. Kawasan mangrove bisa menyimpan (CO2) di dalam tanah untuk bertahan ribuan tahun. Hutan biasa ketika tanaman membusuk, (CO2) bisa lepas lagi ke udara. Maka itu perlu kita lawan pembabatan,” tegasnya.
Selain Seniman Coffee, Sea Soldier juga menggandeng Hotel Santika Pandegiling Surabaya sebagai partner kampanye dalam bentuk menggelar donasi bibit mangrove bagi siapa saja yang ingin berbagi untuk nanti ditanam dan dirawat oleh Sea Soldier.
“Dan kami percaya satu bibit saja sangat berarti. Tanamlah,” tandasnya. (*)
Kontributor || Danang Arganata, WI 200050
Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)