Wartapalaindonesia.com, SOSOK – Senyum ramah menghiasi wajahnya, kala pertama kali bertemu bapak kelahiran Trenggalek satu ini. Nampak sederhana dan rendah hati untuk ukuran seseorang yang memiliki cita-cita mulia bagi bumi persada. Beliaulah alumni pertama MBSC yang kini mengabdikan diri memperjuangkan konservasi. Banyak ilmu dan teladan yang bisa kita ambil sebagai tolok ukur konservasi mulai dari cita-cita hingga sikap perilakunya.
Bapak yang dikaruniai putri kembar yakni Amalia dan Amalina yang kini dididik untuk meneruskan perjuangan konservasi ini merupakan pendiri Mapensa Fakultas Pertanian UNEJ Jember dan merupakan salah satu Pembina Iwena Universitas Seroedji Jember. Tak berhenti di sana saja, beliau juga terus mengabdikan diri menjadi Pembina di SMAU BPPT Darussolah Jember, dan juga bergabung sebagai anggota Kapala Jogja yang merupakan wadah para pemerhati lingkungan.
Uniknya bapak yang memiliki moto hidup mati berarti ini menemukan tambatan hatinya, Ibu Widyas Palupi yang juga merupakan alumni MBSC angkatan 8. Lalu apa saja hal yang dapat kita teladani dari beliau? Jangan ditanyakan berapa banyak pengabdian dan hal yang sudah pernah dilakukan oleh bapak yang tak pernah meninggalkan ibadah meski di mana saja tempatnya.
Sosoknya yang rendah hati tentu saja salah satunya, dengan berbagai pengalaman malang melintang di dunia Kepencinta Alaman, beliau menekankan kita bermindset dan berperilaku hijau. Tak heran saat beliau mendidik generasi muda, pertama kali yang diajarkan adalah mengajak untuk melihat ayat-ayat Tuhan tentang bagaimana di keyakinan kita sudah diajarkan tentang cinta alam.
Selanjutnya beliau menekankan bahwa seorang pencinta alam hendaknya berpedoman pada kode etik pencinta alam yang disyahkan pada gladian di Ujung Pandang. Jangan sampai kondisi kita sebagai seorang pencinta alam malah kontradiktif dengan apa yang kita perjuangkan. Ambillah contoh, kita yang ngaku pencinta alam, kala dihadapkan pada sampah kita pribadi saja masih belum mau bertanggung jawab. Sepele memang, yang sepele saja diremehkan apalagi dihadapkan sesuatu yang lebih serius?
Namun semua itu memang butuh proses, dan prosesnya hingga mati. Salh satu yang terpenting adalah terus memperbaiki diri dengan berperilaku hijau. Hal tersebut harus diawali dari kesadaran diri kita sendiri. Cak Giri mengucapkan hal di atas bukan omong kosong, coba sekali-kali kita tengok rumahnya, benar-benar design rumah yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan alam sebaik-baiknya. Contoh yang memang bagus diawali dari diri sendiri dan keluarga.
Maka tak heran kala beliau mengisi materi tentang kepencinta alaman, pertama kali yang ditanya adalah apa arti PA? apakah pencinta alam, penikmat alam? atau bahkan perusak alam? Dan ada pengorban jika kita berbicara tentang pencinta alam, ada timbale balik di sana. Saat kita berkegiatan di alam, mau tidak mau kita sudah merusak ekosistem di alamnya, oleh karena itu pengorbanan dan timbal balik apa yang bisa kita berikan untuk alam?
Berikut terkait dengan cinta alam itu sendiri, namanya cinta itu kita dituntut bukti, oleh karena itu kita dituntut juga membuktikan ke alam apa dan bagaimana cinta kita? Salah satunya dengan advokasi, yakni melakukan pembelaan terhadap alam, jika kita hanya berdiam diri, maka cinta kita dipertanyakan.
Terakhir Cak Giri menekankan tentang proses belajar? Orang dikatakan belajar adalah apabila mereka bisa merubah perilaku, yang awalnya buruk menjadi baik. Jadi bagi mereka para pencinta alam, dituntut untuk menjadi manusia yang lebih baik. Akhirnya, penyaku nomer telpon 082330628903 dan 08155939551 ini siap dihubungi kapan saja untuk berdiskusi tentang lingkungan dan kepencinta alaman. Tentu tidak akan sia-sia kita berlama-lama belajar dengan Bapak Konservasi Indonesia.
Penulis : A. Phinandhita P.
Editor : Efrina Fitrianingrum
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)
1 Comment