Wartapalaindonesia.com, FLORA/FAUNA – International waterbird census, and Let’s make it count! Asian Water Bird atau yang biasa di sebut AWC adalah salah satu upaya konservasi yang mudah dan menyenangkan.
Melalui AWC, kita bisa menjadi partisipan dengan menyumbangkan data hasil pengamatan burung air di sekitar tempat tinggal masing-masing. Semakin banyak partisipan yang menyumbangkan data hasil pengamatannya di masing-masing tempat, maka semakin lengkap data hasil surveynya.
Pengamatan direkomendasikan untuk dilaksanakan pada tanggal 7-22 januari 2017. Meski begitu, catatan pengamatan pada waktu lain selama bulan Januari juga dapat disampaikan.
AWC ini dilaksanakan di seluruh Indonesia, baik di lahan basah alami maupun buatan. Termasuk sungai, danau, kolam, tambak, pesisir, mangrove, rawa gambut, sawah, dan semua tempat ditemukannya burung air.
Pengumpulan informasi hasil penghitungan dikirmkan kepada koordinator nasional untuk diolah dan dibuat laporan nasinal.
Apa saja yang perlu dilaporkan?
Amati, Hitung dan Catat!
Data yang di kirimkan partisipan minimal dibutuhkan informasi mengenai :
- Tanggal pengamatan,
- Nama pengamat,
- Lokasi pengamatan,
- Nama jenis burung air yang teramati,
- Jumlah individu masing masing jenis.
Untuk lebih jelasnya, formulir dapat diunduh di www.indonesia.wetlands.org/id.
Siapa saja yang boleh berpartisipasi?
Semua orang bisa! AWC dilaksanakan oleh siapa saja, kelompok atau individu, pengamat burung profesional, pengamat burung amatir, pencinta alam, atau bahkan individu yang tidak pernah mengamati burung sekalipun.
AWC tidak membatasi siapa saja yang boleh berpartisipasi menyumbangkan datanya. Melalui AWC juga kita bisa bersama-sama mengkampanyekan pelestarian burung air dan mempublikasikan berbagai kegiatan di website dan media sosial.
Publikasi dan kampanye melalui media sosial menggunakan hastag #waterbirdscount dan #asianwaterbirdcensus, sehingga kita bisa melihat berbagai aktivitas yang berkaitan dengan AWC.
Melalui AWC, diharapkan wetland international dan Indonesia secara khususnya memiliki data yang cukup akurat tentang jumlah, sebaran, aktivitas burung air di Indonesia, hingga ancaman-ancaman yang mengancam kelestarian burung dan habitatnya.
Jenis-jenis burung air yang umum dijumpai seperti kuntul, cangak, bangau, kowak, pecek ular, burung pantai, pelikan, camar, tikusan, blekok, dan masih banyak lagi.
Acara yang di gelar oleh Wetlands International, balai konservasi, dan national geographic society ini merupakan acara rutin yang selalu di gelar setiap tahunnya. Dengan begitu, data sensus burung terus diperbaharui sehingga kita dapat mengetahui bagaimana tren populasi, atau perkembangan jenis atau jumlah burung, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan burung air.
Sensus AWC yang dikoordinatori oleh bapak Ragil Satriyo Gumilang ini diharapkan dapat menjadi pemicu upaya konservasi burung air dan habitatnya secara lebih luas. Salah satu contohnya adalah pelestarian ekosistem rawa apung di Rowo Pulo, Kec. Gumuk Mas, Kab. Jember, Jawa Timur.
Ekosistem rawa apung yang terletak di Desa Pulo Rejo, Kecamatan Gumuk Mas, Kabupaten Jember ini merupakan ekosistem alami yang dimiliki Kabupaten Jember. Bahkan, banyak sumber yang mengatakan bahwa kata Jember berasal dari kata Jembrek, yang berarti becek.
Karena di kabupaten ini, awal mulanya memiliki begitu banyak ekosistem rawa, salah satunya rawa apung. Sayangnya, semakin berjalannnya waktu, ekosistem rawa di Jember mulai hilang sedikit demi sedikit.
Hingga kini ekosistem rawa yang terbesar terletak di sekitar Kecamatan Gumuk Mas, khususnya Desa Rowo Pulo.
Bagi saya yang berdomisili di Jember dan turut berpartisipasi dalam AWC berharap, dengan diadakannya AWC ini kita bisa bersama sama dapat menyadari pentingnya ekosistem rawa apung bagi kelestarian flora dan fauna yang hidup di sana. Khususnya kelestarian burung-burung air yang tinggal dan hidup di rawa ini sepanjang tahun.
Laporan : Nurlela Fatmawati
Editor : Ragil Putri Irmalia
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Dokumentasi,



Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)