Ekspedisi Kabud Badai, 2 Hari 4 Puncak

Wartapalaindonesia.com, EKSPEDISI –“Selasa (21/02) pukul 10.00 WITA Tim Ekspedisi Kabud Badai Kasatuan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Pepabri Makassar sampai dengan selamat di Basecamp (Sekretariat) Makassar Sulawesi Selatan,“ kata Saudara Kakarlak (NRA :KPM.064.08.16).

Tim Ekspedisi Kabud Badai terdiri dari 18 orang yang terdiri dari 7 orang perserta kenaikan tingkat, 4 orang anggota muda, 2 orang pengurus dan 5 orang Pembina serta 1 orang Tenaga Bantuan Operasional (TBO),” lanjut Kakarlak yang ditunjuk sebagai leader Tim.

Kegiatan Ekspedisi adalah kegiatan yang diperuntukan untuk pengukuhan dan  pengambilan slayer Ungu bagi Kesatuan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Pepabri Makassar.

Ekspedisi merupakan kegiatan permanen yang dilakukan Devisi Diklat bagi anggota yang dinyatakan siap untuk terjun lapangan setelah lulus tes Fisik dan kelas Indoor.

Pendakian Tahun ini (15/02) dilakukan di Pegunungan Latimojong Kabupaten Enrekang yang ditempuh dari Makassar selama 8 jam perjalanan sampai ke desa kaki gunung.

Persiapan dilakukan oleh peserta selama sebulan demi mendukung suksesnya ekspedisi. Mulai dari persiapan pendanaan, pemantapan materi, menyusun manajemen perjalanan dan latihan fisik yang dilakaukan secara berkelanjutan.

“Pendakian direncenakan dari tanggal 15-21 Februari dengan menggunakan jalur desa Angin-angin Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan. Tim Ekspedisi Star dari titik awal Basecamp (Sekretariat) KAMPALA UPM pada pukul 01.00 WITA  dengan menggunakan 3 kendaraan  mobil rental dan sampai di desa kaki gunung pada pukul 15.30 WITA,” tambah Devisi Diklat saudara Kanguru.

Pegunungan Latimojong memiliki beberapa titik puncak trangulasi dan jalur yang bisa dilewati oleh para pendaki. Jalur yang paling sering dilewati adalah jalur desa Karangan dan Desa Bone-bone.

“Setelah menginap semalam pada hari kamis (16/02). Tim melakukan perjalan pada hari Jumat (17/02) menuju ke Pos 1 dari desa Angin-angin pada pukul 08.00 WITA pagi. Tepat pada pukul 13.25 WITA Tim telah mencapai puncak Pantealoan 2650 mdpl Pos 3,” jelas leader.

“Setelah istirahat sebentar tim lagsung melakukan perjalan dan tepat pada pukul 17.40 WITA tim telah mencapai puncak Pokapinjan 2900 mdpl pos 5, Pendakian ditempuh selama sehari dan disini pula tim  camp dan akan melakukan perjalanan esok harinya,” lanjut leader.

Pos 5 dengan ketinggian 2900 mdpl mdpl telah tampak pemandangan yang luar biasa dan menakjubkan untuk seraya bersyukur kepada sang Ilahi sebagai arsitek terbaik, dari sini terlihat awan telah berada dibawah kaki kita dan tampak dari kejauhan pegunungan yang membentuk grafik vertical yang cukup untuk memikat hati sang pencinta.

“Pada hari Sabtu (18/02), pukul 08.20 tim melanjutkan perjalanan ke puncak berikutnya. Pukul 13.50 WITA tim telah mencapai puncak Tilabang 3220 mdpl setelah melewati pos 6 dan 7, tim beristirahat sebentar sebelum malanjutkan perjalanan,” kata Jangkare (NRA :KPM.065.08.16).

Jangkare yang didapuk sebagai Ketua Pelaksana melanjutkan, “setelah istirahat tim melanjutkan perjalan ke puncak terakhir dengan menerobos kabut-kabut basah dan hutan belantara, naik dan meneruni punggungan yang menguras tenaga.”

“Namun, dengan rasa penasaran yang memuncak untuk ingin merasakan dan melihat keindahan alam dari puncak tertinggi Sulawesi semua itu rasa letih dan lelah tak berarti apa-apa,” jelas Ketua Pelaksana.

Perasaan haru dan takjub mulai melanda tim ketika mencapai puncak Rante Mario 3478 mdpl pada pukul 17.40 wita, sujud syukur dan mencium Trangulasi dilakauka oleh Pembina karena rasa syukur dan haru atas usaha yang tak sia-sia, karena telah terbayar dengan pemandangan alam yang begitu sempurna serta tepat pada momen yang tepat pula tim dapat melihat Sunrise.

Perasaan seperti ini takan pernah dirasakan oleh orang biasa karena hanya orang-orang terpilih yang siap dan mampu merasakannya, pemandangannya pun tak mampu dilukiskan dengan kata-kata dan ditampilkan secara utuh dalam dokumentasi. Rasa ini hanya akan dirasakan ketika kita berada pada tempatnya yaitu pafa ketinggian 1000 meter diatas permukaan laut.

Leader menambahkan, “setelah mengambil dokumentasi Tim melakukan persiapan Camp dan akan dilanjutkan besok. Minggu (19/02) pagi tim turun melewati jalur karangan menuju desa terakhir”

“Pukul 20.10 tim telah masuk desa Karangan dan bermalam di rumah penduduk untuk beristirahat, karena mobil yang telah disepakati akan menjemput esok harinya. Senin (20/02)  pukul 09.00 tim berangkat menuju titik penjemputan, perjalanan ditempuh selamat 2 jam sampai ke titik pertemuan dan tim melanjutkan perjalan ke Makassar,” tutup leader.

Kontributor : Juli Pramono (JP), Fb:Jevil Al Husain Arcitecture, ID Line:j.pram0n0

Editor : Ragil Putri Irmalia

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)

Dokumentasi, Kampala Universitas Pepabri Makassar

Ekspedisi Kabud Badai KAMPALA Universitas Pepabri Makassar berhasil capai 4 Puncak dalam 2 hari (21/02). WARTAPALINDONESIA/ Juli Pramono (JP)
Ekspedisi Kabud Badai KAMPALA Universitas Pepabri Makassar berhasil capai 4 Puncak dalam 2 hari (21/02). WARTAPALINDONESIA/ Juli Pramono (JP)
Ekspedisi Kabud Badai KAMPALA Universitas Pepabri Makassar berhasil capai 4 Puncak dalam 2 hari (21/02). WARTAPALINDONESIA/ Juli Pramono (JP)
Ekspedisi Kabud Badai KAMPALA Universitas Pepabri Makassar berhasil capai 4 Puncak dalam 2 hari (21/02). WARTAPALINDONESIA/ Juli Pramono (JP)

Ekspedisi Kabud Badai KAMPALA Universitas Pepabri Makassar berhasil capai 4 Puncak dalam 2 hari (21/02). WARTAPALINDONESIA/ Juli Pramono (JP)
Ekspedisi Kabud Badai KAMPALA Universitas Pepabri Makassar berhasil capai 4 Puncak dalam 2 hari (21/02). WARTAPALINDONESIA/ Juli Pramono (JP)

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.