Galakkan Wisata Bahari Sumbar, Mapala Green Justice Gelar LLWN III

Wartapalaindonesia.com, PADANG – Jum’at (10/03), tepat pukul 15.45 WIB telah resmi dibuka acara Lomba Lintas Wisata Nasional III (LLWN III) di daerah Sungai Pisang, Kelurahan Sungai Pisang, Kecamatan Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat.

Acara dibuka oleh Bapak Ir. Albert Krisdiarto, M.Si Kabid Penataan Ruang Laut mewakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat.

LLWN III yang diadakan oleh Mapala Green Justice Fakultas Hukum Universitas Andalas ini bertemakan “Melalui Lomba Lintas Wisata Nasional III Meningkatkan Pariwisata Bahari Sumatera Barat”.

Acara ini dihadiri oleh beberapa tamu undangan dari pejabat pemerintahan di Sumatera Barat, Rektor Universitas Andalas beserta jajaran, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Andalas, Camat Teluk Kabung, Lurah Sungai Pisang, serta beberapa tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ir. Albert Krisdiarto, M.Si sangat mengapresiasi jalannya kegiatan ini, ia mengajak para tamu undangan dan peserta agar dapat mengeksplore kawasan wisata di Sumatera Barat yang menjadi unggulan penggerak ekonomi masyarakat, terutama wisata bahari yang merupakan program yang sedang digalakkan oleh pemerintah saat ini.

Ia juga menambahkan bahwa laut adalah masa depan bangsa Indonesia yang patut dijaga kelestariannya

Setelah acara pembukaan selesai, selanjutnya diadakan aksi bersih pantai di sepanjang pantai di kawasan Sungai Pisang yang diikuti oleh panitia, peserta, dan para tamu undangan.

Peserta LLWN III ini berasal dari seluruh wilayah Indonesia seperti Medan, Palembang, Bangka Belitung, dan Sumatera Barat sendiri, serta wilayah lainnya. Ini merupakan hari pertama jalannya kegiatan LLWN III.

Menurut Nabilah Zhafirah selaku Ketua Pelaksana LLWN III Mapala Green Justice FH UA,

“acara Lomba Lintas Wisata Nasional adalah suatu program kerja jangka panjang yang diadakan oleh Keluarga Besar Mapala GJ yang membutuhkan persiapan selama satu tahun.”

“Ini bertujuan untuk mengulang kesuksesan yang telah dilakukan pada LLWN II tahun 2014 lalu.”

Latar belakang diadakannya LLWN III adalah menyesuaikan dengan program pemerintah dalam menggalakkan wisata bahari di Sumatera Barat, khususnya kawasan wisata Mandeh.

LLWN III dilaksanakan selama tiga hari, mulai dari tanggal 10 Maret 2017 sampai 12 Maret 2017. Setelah kegiatan resmi dibuka pada hari petama, selanjutnya pada hari kedua tepatnya Sabtu, 11 Maret 2017 merupakan hari dimulainya lomba.

Sebelum lomba dimulai, para peserta yang terdiri dari 75 tim yang masing-masing tim terdiri atas 3 orang melakukan cek perlengkapan.

Cek perlengkapan dimulai pada pukul 07.00 WIB diawali dari kloter pertama yang terdiri atas 5 tim putri dan berlanjut sampai kloter terakhir.

Seusai cek perlengkapan, para tim menyempatkan diri untuk melakukan photo boot di tempat yang telah disiapkan oleh panitia sembari menunggu waktu start.

Tepat pada pukul 08.00 WIB dilakukan pelepasan kloter pertama yang terdiri atas 5 tim putri. Kemudian dilanjutkan dengan pelepasan tim putra & tim campuran hingga kloter 15.

Selang waktu yang diberikan untuk pelepasan masing-masing kloter adalah 5 menit, dan selesai pada pukul 09.15 WIB.

Jalur yang dilewati oleh para peserta pada saat dimulainya start adalah dari Sungai Pisang menuju Pantai Muaro Bantiang, Tarusan, Pesisir Selatan. Jarak tempuh sejauh kurang lebih sejauh 31 kilometer.

Di dalam perjalanan terdapat lima posko, di pos tersebutlah dilakukan pencatatan waktu tempuh dari posko satu ke posko berikutnya yang kemudian disahkan dengan stempel oleh panitia.

Dalam perjalanan banyak rintangan dan kendala yang dihadapi oleh para tim, seperti kondisi medan dan cuaca terik yang kemudian disusul dengan adanya hujan.

Sehingga terdapat beberapa tim yang dievakuasi di antara posko 3 hingga posko 5 dikarenakan di lokasi tersebutlah medan yang sulit dilalui.

Proses evakuasi bekerjasama dengan tim rescue dari HET Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.

Meskipun demikian, semangat para peserta lomba tidak surut. Ini terbukti dari tim yang sampai pada Etape I kurang dari 4 jam perjalanan, yaitu tim nomor 027 dan disusul beberapa menit kemudian oleh tim nomor 021 yang sama-sama berangkat pada kloter ke-7.

Tim terakhir yang sampai di Etape I berlokasi di Pantai Muaro Bantiang tepat pada pukul 18.30 WIB, maka berakhirlah perlombaan pada lintas pada hari pertama.

Menurut Muhammad Zikri tim dari Mapala Unand, sebagai seorang peserta ia dan tim membutuhkan persiapan selama 2 bulan.

Ia juga menambahkan bahwa tidak terdapat kendala yang berarti selama perjalanan karena jalur yang dilewati merupakan kawasan wisata, karena telah disuguhkan dengan keindahan pantai dan laut di kawasan tersebut.

Minggu, 12 Maret 2017 merupakan hari terakhir dalam kegiatan LLWN III.

Sebelum memulai perlombaan, tepat pada pukul 08.30 WIB diadakan aksi pelepasan tukik di pesisir pantai Muaro Bantiang bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat dan dihadiri oleh Duta Wisata Bahari Sumatera Barat.

Bapak Ir. Yosmeri selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat menyatakan bahwa, “LLWN III merupakan agenda yang sangat bagus dan berbaur dengan alam serta memberikan edukasi kepada masyarakat.”

“Disamping pelepasan tukik dan lintas alam yang dapat mendorong masyarakat untuk cinta terhadap lingkungan, hal ini sangat positif sehingga masyarakat pecinta alam dan pecinta wisata peduli dengan lingkungannya.”

Ia berharap bahwa agenda-agenda seperti ini dapat terus dipertahankan kedepannya di tempat yang berbeda, karena wisata bahari perlu terus didorong untuk mempromosikan pariwisata bahari yang ada di Sumatera Barat.

Setelah aksi pelepasan tukik terlaksana, lintas alam yang pada hari sebelumnya ber-finish pada Etape I dilanjutkan pada pukul 09.30 WIB dengan sistem yang sama dengan hari sebelumnya.

Dalam Etape ke-I yang berada di Muaro Bantiang menuju Etape ke-II di Pantai Carocok yang merupakan finish terakhir ini berjarak kurang lebih 32 kilometer.

Dalam perjalanan peserta melalui kawasan Wisata Mandeh, dan juga ada beberapa peserta yang melepaskan lelahnya dengan berenang di tepi pantai.

Batas waktu yang ditentukan panitia untuk menuju ke finish adalah sampai pukul 17.00 WIB, apabila lewat dari waktu yang ditentukan maka tim tersebut dianggap gugur dalam Etape ke-II.

Tidak semua tim berhasil melewati pos-pos yang telah ditentukan, ada beberapa tim yang terpaksa dievakuasi karena keadaan yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan perlombaan. Tim yang dievakuasi tersebut otomatis dianggap gugur dalam mengikuti perlombaan.

Dalam hal evakuasi, terdapat peserta yang merasa tidak puas atas pelayanan yang diberikan. Enmo Suranta Tarigan yang merupakan tim dari Mapala Genetika Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara (FP UISU).

Yang mengeluhkan bahwa kurangnya posko banyangan yang siap siaga dalam menangani evakuasi dalam perjalanan, sehingga banyak peserta yang terlambat mendapatkan evakuasi karena kurangnya posko bayangan tersebut.

Juga terdapat keluhan dalam fasilitas yang diberikan, Muhammad Ikrom yang merupakan tim dari Mapala Brimpals Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang mengatakan bahwa kurangnya logistik untuk peserta, kurangnya kedekatan antara panitia dengan peserta, serta fasilitas lain yang menunjang kegiatan tidak sesuai dengan insert yang diberikan.

Menanggapi kehuhan tersebut, Kepala Suku Mapala Green Justice FHUA, Agung Surya Darma dengan tegas mengatakan bahwa mengenai keterlambatan dalam proses evakuasi dikarenakan jalur yang ditempuh untuk mengevakuasi peserta tidak memungkinkan untuk dilewati kendaraan roda empat.

Mengenai kurangnya konsumsi dan fasilitas yang menunjang itu sudah disesuaikan dengan insert lima ratus ribu rupiah yang meliputi baju peserta untuk 3 orang dan untuk 1 orang official, dana konsumsi selama 3 hari, sertifikat, dan alokasi dana untuk hadiah lomba.

Masalah kedekatan panitia dengan peserta tentu dibatasi, karena dalam keadaan sedang melaksanakan lomba dikatutkan terjadi kesalahpahaman antara peserta satu dengan peserta lainnya maupun antara peserta dengan panitia.

Ia menambahkan bahwa hal tersebut dapat diterima sebagai masukan dan merupakan evaluasi bagi panitia untuk kegiatan selanjutnya.

Acara LLWN III resmi ditutup oleh Wakil Dekan III Fakultas Hukum Universitas Andalas, Charles Simabura pada pukul 20.28 WIB di Pantai Carocok Painan.

Sembari menunggu pengumuman hasil lomba oleh juri, acara penutupan dimeriahkan oleh penampilan band, dan penampilan Randai dari grup Ambun Sanjo yang terdri dari mahasiswa Universitas Andalas.

Acara diakhiri dengan pengumuman pemenang lomba oleh juri, kategori Putra Juara I oleh Tim Sakato Duo dengan skor 1000, Juara II diraih Tim Sakato dengan skor 974,

Juara III diraih Tim Yuda Sakti dengan skor 952. Sedangkan untuk kategori Puteri Juara I oleh Sakato Girl dengan skor 997,5, Juara II oleh Mapala Unand dengan skor 997, dan Juara III oleh Paitua MTU dengan skor 917.

Dengan terlaksananya Lomba Lintas Wisata Nasional III ini, Keluarga Besar Mapala Green Justice Fakultas Hukum Universitas Andalas beserta panitia mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam mengangkat LLWN III ini, dan berharap agar tetap dapat menjaga kelestarian alam dan selalu menjunjung tinggi kode etik pecinta alam

Kontributor : Rona Fitrianti Hasanah

Editor : Ragil Putri Irmalia

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)

Dokumentasi, LLWN III Mapala Green Justice FH UA

Lomba Lintas Wisata Nasional III (LLWN III), Mapala Green Justice Fakultas Hukum Universitas Andalas
Lomba Lintas Wisata Nasional III (LLWN III), Mapala Green Justice Fakultas Hukum Universitas Andalas
Lomba Lintas Wisata Nasional III (LLWN III), Mapala Green Justice Fakultas Hukum Universitas Andalas
Lomba Lintas Wisata Nasional III (LLWN III), Mapala Green Justice Fakultas Hukum Universitas Andalas
Lomba Lintas Wisata Nasional III (LLWN III), Mapala Green Justice Fakultas Hukum Universitas Andalas
Lomba Lintas Wisata Nasional III (LLWN III), Mapala Green Justice Fakultas Hukum Universitas Andalas
Lomba Lintas Wisata Nasional III (LLWN III), Mapala Green Justice Fakultas Hukum Universitas Andalas
Lomba Lintas Wisata Nasional III (LLWN III), Mapala Green Justice Fakultas Hukum Universitas Andalas
Lomba Lintas Wisata Nasional III (LLWN III), Mapala Green Justice Fakultas Hukum Universitas Andalas
Lomba Lintas Wisata Nasional III (LLWN III), Mapala Green Justice Fakultas Hukum Universitas Andalas
Lomba Lintas Wisata Nasional III (LLWN III), Mapala Green Justice Fakultas Hukum Universitas Andalas
Lomba Lintas Wisata Nasional III (LLWN III), Mapala Green Justice Fakultas Hukum Universitas Andalas

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.