The X Team dan Rappeling Education (Red) Libatkan Ratusan Anak Peringati Hari Satwa Liar

Wartapalaindonesia.com, BANDUNG – Tanggal 3 Maret adalah hari dimana masyarakat dunia diingatkan kembali akan kesadaran dan upaya perlindungan terhadap satwa liar dan Indonesia merupakan salah satu Negara yang menyumbang ratusan endemic langka yang ada di dunia. Dengan jumlah ini, sudah menjadi kewajiban bagi generasi muda untuk menjaga kelestarian alam Indonesia terutama untuk menjaga keberadaan hewan liar yang ada di Indonesia.

Dalam memperingati hari satwa liar se-dunia, The X Team yang bekerjasama dengan RED (Rappelling Education) dengan program #1000 flying fox Untuk Anak Negeri serta Karangtaruna setempat menyelenggarakan kegiatan dengan tema SALAM (Sahabat Alam) melestarikan alam mulai dari diri sendiri dan sejak dini.

Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (10 Maret 2018) di Desa Paku haji, Kp. Cukang kawung, dan Minggu (11 Maret 2018) di Desa Cilame, Kp. Paku haji. Dalam kegiatan ini terdapat 3 orang pembicara, yaitu Bang Fahmi dari The X Team, Kasdiyudin dari RED, dan Anwar dari Vertical Rescue Indonesia #1000 Jembatan Gantung Untuk Indonesia, adapun tamu undangan yaitu dari tokoh masyarakat.

“Terdapat kurang lebih 100 anak yang terlibat dalam kegiatan ini. Senang sekali bisa mengenalkan kegiatan flying fox dan fungsinya kepada anak-anak. Bahwa tidak hanya untuk bersenang-senang, ataupun bermain, ternyata flying fox juga bisa menjadi salah satu metode penyelamatan jika terjadi bencana alam ataupun evakuasi korban di medan yang memang sulit,” tutur Kasdiyudin sebagai perwakilan dari Rappeling Education.

Acara flying fox ini dilaksanakan pada sore hari,  setelah sebelumnnya para peserta berkumpul untuk mendapatkan edukasi flying fox dan kegiatan GPS (Gerakan Pungut Sampah), para peserta yang beruntung juga mendapatkan hadiah.

Kemas M. Fahmi Alhusaini sebagai ketua dari The X Team berpendapat, “acara ini bagus sekali untuk tumbuh kembang anak-anak, disisi lain kita juga bisa menanamkan kepada anak-anak sedini mungkin, tentang betapa pentingnya menjaga dan melestarikan alam, bukan hanya untuk manusia saja, tapi seluruh makhluk hidup di bumi ini khususnya di Indonesia juga. Apalagi satwa liar yang memang habitatnya berada di hutan.”

Para peserta pun mengemukakan kegembiraannya, salah satunya Naila, “seneng banget, awalnya aku takut gitu ikutan flying fox, tapi pas udah nyobain malah ketagihan. Aku juga suka banget kakak-kakak pembimbingnya baik semua, apalagi pas pemberian materinya, gampang banget di mengerti, kami juga bisa menikmati setiap rangkaian acara yang berlangsung, sering-sering deh.”

Mendapat respons yang positif dari semua tokoh yang terlibat, salah satunya karangtaruna dan masyarakat akan membudayakan kerja bakti, kesadaran akan bahaya sampah, dan membuat pos sampah untuk melestarikan alam dan peduli terhadap lingkungan. Serta melestarikan budaya tersebut melalui permainan tradisional untuk anak-anak sekitar sebagai tindak lanjut setelah kegiatan SALAM (Sahabat Alam).

Kontributor : Menita (Magang Wartapala Indonesia)

Editor : Chalimatus Sadiah

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

Dokumentasi, Menita. The X Team dan Rappeling Education (Red)

 

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.