Wartapalaindonesia.com, MAKASSAR – Pusat Kordinasi Daerah (PKD) Mapala PerguruanTinggi (PT) se-Sulawesi Selatan (SulSel) mengeluarkan klarifikasi atas pernyataan Ade Erlangga S, Koordinator Pusat Koordinasi Nasional (PKN) Mapala se-Indonesia. Pasalnya, Ade menyatakan dukungannya terhadap pernyataan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan yang dimuat di berbagai media sosial.
Sesuai dengan pernyataan bupati Gowa, yang mengatakan bahwa kerusakan di Gunung Bulu’ Bawakaraeng disebabkan karena sebagian pendaki yang melakukan pendakian tidak mengetahui aturan-aturan mendaki. Seperti mencemari lingkungan dengan membuang sampah di sembarang tempat bahkan ada yang sampai merusak pohon di Gunung Bulu’ Bawakaraeng.
Rapat PKD Mapala PT se-Sul Sel pada hari Rabu (6 Februari2019) dilaksanakan di sekretariat Mahasiswa Pencinta Alam Sultan Alauddin (MAPALASTA) Makassar. Rapat ini juga turut dihadiri oleh Ade Erlangga S.
Hasil dari rapat tersebut menyatakan bahwa pendapat yang dikeluarkan murni merupakan tanggapan pribadi terhadap pernyataan bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan dan bukan merupakan hasil kordinasidari PKD Mapala PT dari daerah masing-masing.
PKD Mapala se-Sul Sel sendiri belum memberikan tanggapan terhadap pernyataan bupati Gowa karena masih dalam pengkajian data tentang Gunung Bulu’ Bawakaraeng yang dimana rapat PKD se- Sul Sel dilanjutkan pada Rabu, (13 Februari 2019) bertempat di sekretariat Korps Pencinta Alam Universitas Hasanuddin (Korpala) Makassar.
PKD Mapala se-Sul Sel meminta klarifikasi dari pernyataan saudara Ade Erlangga S yang membawa atribut PKN sesuai hasil rapat pertama pada hari Rabu, 6 Pebruari 2019.
Berdasarkan prosedur kelembagaan setiap mengeluarkan pernyataan dari PKN harus berdasarkan aspirasi setiap PKD Mapala terkait, dalam hal ini termasuk PKD Mapala se-SulSel.
Menurut Koordinator PKD Mapala se-Sul Sel, Nurfitriani Arsyad, PKN dalam mengeluarkan pernyataan sikap, harus berdasarkan kesepakatan pernyataan sikap dari masing-masing PKD dari setiap daerah, karena ini merupakan bentuk koordinasi.
”Berdasarkan kesepakatan teman-teman, khususnya PKD Mapala se-Sul Sel meminta agar menarik pernyataannya serta membuat klarifikasi terkait hal tersebut,” tutup Nurfitriani kepada Wartapala Indonesia, saat dihubungi pada hari Kamis, (14 Februari 2019).
Kontributor || Zulfaningsih Hs (WIJA Makassar)
Editor || Nindya Seva Kusmaningsih
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)
1 Comment