Wartapalaindonesia.com, SOSOK – Belajar dari orang-orang terdahulu merupakan harta yang sangat mahal bagi mereka yang membuka pikiran. Wajar jika kita sebagai generasi muda bangsa yang sadar akan kekayaan adat budaya harus mengambil pelajaran-pelajaran dari sang empu penyambung lidah pesan generasi terdahulu.
Kali ini WI mengangkat sosok yang berhasil memegang tongkat estafet kepemimpinan dari sang empu terdahulu tentang sejarah coban Jahe. Bersama Pak Bashori sang pendiri Ikatan Pemuda Pencinta Alam Begawan Abiyoso (IPPASA), komunitas pencinta alam kelompok masyarakat ini terdapat di dusun Begawan desa Pandan Sari Lor, kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.
Dengan kaos hitam bertulis coban Jahe tempo doloe, lelaki berusia 34 tahun ini bercerita bahwa Coban jahe (coban Indrokilo) awalnya adalah makam pahlawan di mana pada tanggal 29 Januari 1948 terjadi pertempuran antara Belanda melawan Pejuang Indonesia pada jam 11.00 siang sampai jam 16.00 sore.
Tempat pertempuran itu terjadi di lembah sungai bernam kali jahe, jahe sendiri diambil dari kata “pejahe” yakni meninggal. Di mana sungai tersebut sungai tempat meninggalnya pejuang Indonesia.
Pada saat pasukan Indonesia akan menyerbu pasukan Belanda yang berada di desa Panji, pasukan Indonesia istirahat dulu untuk mengatur strategi dan menunggu kiriman logistik termasuk makanan yang belum sampai. Namun sayang, diantara mereka ada penghianat dan rencana penyerbuan itu bocor ketika ada dua warga pada pukul 08.00 memberi tahu pasukan Belanda jika di lembah itu ada pasukan Indonesia.
Sehingga pasukan Indonesia yang sejatinya hendak menyerang, malah diserang terlebih dahulu oleh pasukan Belanda, sehingga pasukan Indonesia luluh lantak diserbu pasukan Belanda.
Setelah kejadian itu, masyarakat sekitar hendak mengevakuasi pasukan Indonesia yang gugur, namun masyarakat sekitar harus menunggu waktu selang 3 hari agar pasukan Belanda benar-benar telah meninggalkan lokasi menyerbuan.
Pada saat evakuasi, terdapat beberapa bekas survival pasukan Indonesia, di mana di saku mereka ditemukan daun lamtoro, babal, ontong pisang, jagung muda dan buah-buahan mentah, hal tersebut menunjukkan bagaimana kerasnya perjuangan pasukan Indonesia saat bertahan melawan pasukan Belanda.
Dengan adanya sejarah tersebut, pemuda disini merasa terpanggil melihat bagaimana para pejuang tersebut berjuang yang sejatinya ingin mensejahterakan masyarakat. Dengan memegang wasiat bahwa untuk mengembangkan wisata di sini pembangunan coban jahe yang pernah menjadi tempat singgah ken arok sebelum menuju Turian (Turen) harus murni oleh warga sekitar dengan bergotong royong.
Oleh sebab itu pemuda di sini menjaga dan merawat coban jahe dengan menamakan diri mereka Ikatan Pemuda Pencinta Alam Begawan Abiyoso (IPPASA).
Dalam dunia kepencinta alaman, mereka memiliki moto yakni hutan ku terjaga, air ada, masyarakat sejahtera. Di mana motto tersebut diartikan dengan bahwa dengan adanya air terjun maka pendapatan masyarakat pun akan terus ada. Sedangkan alam sendiri ada dua yang harus kita jaga.
Yakni alam yang terlihat dan alam yang tak terlihat, dengan adanya alam terlihat yang kita jaga, maka alam lain yang tak terlihat juga akan ikut menjaga kita. Karena mereka pun juga menjaga alam, contohnya mengambil keris, di sini alam tersebut sudah dijaga oleh mereka, kita juga harus menjaganya.
Nah dari sini pencinta alam bukan hanya mencintai alam secara fisikli, tapi juga unfisikli. Menggunakan fasilitas boleh saja tapi jangan sampai berlebihan dan merusak, tutupnya.
Laporan : Amita Pradana
Editor : Nur Khafidoh
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)