Wartapalaindonesia.com, SOSOK – Solo merupakan sebuah daerah dengan budaya dan sejarah yang sangat kental, hingga akhir-akhir ini Solo mendapat julukan Spirit Of Java. Bukan hanya kotanya begitu juga orang-orangnya. Salah satunya datang dari putra daerah bernama Sabar.
Siapakah Sabar disini? Kisahnya berawal kala Om Sabar terjatuh dari kereta api saat duduk di bangku SMA yang menyebabkan kehilangan kaki kanannya, namun berkat dorongan semangat dari teman dan keluarga membantunya bangkit. “Kalau kita mau berusaha, tidak ada kata tidak bisa,” kata Om Sabar.
Pria kelahiran Solo, 9 September 1968 dengan istri Lenie Indria ini dikaruniai satu orang putri bernama Novalia Eka. Menempuh pendidikan di SD Gulon Solo, Om Sabar lantas melanjutkan pendidikannnya di SMP Purnama 1 dan SMA Wolter Monginsidi Solo meski pada saat pendidikan SMAnya beliau tidak tamat.
Prestasi yang telah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia terlebih mata dunia adalah saat Om Sabar berhasil mendaki hingga puncak gunung Kilimanjaro (5.895 mdpl), yang merupakan gunung tertinggi di Afrika pada tanggal 13 November 2011.
Selanjutnya Om Sabar kembali menggetarkan nadi mata dunia kala berhasil mencapai puncak gunung Elbrus (5.642 mdpl), gunung tertinggi di Eropa pada tanggal 17 Agustus 2011.
Saat itu Om Sabar langsung dinobatkan sebagai salah satu pendaki kelas dunia, dan namanya disejajarkan dengan pendaki legendaris Elbrush lainnya seperti Vladimir Krupennikov (1997) dan Yakov London dari Rusia (2001) maupun Si buta Erik Weihenmayer dari Amerika Serikat (2002).
Bahkan, disinyalir banyak kalangan jika Om Sabar adalah tuna daksa berkaki satu pertama di dunia yang telah menaklukkan Elbrus.
“Tidak ada yang tidak bisa dilakukan jika kita mau bekerja keras mencapainya”. Begitu moto hidup Om Sabar.
Om Sabar yang hobi naik sepeda, panjat dinding, dan arung jeram menekuni pekerjaan membersihkan kaca gedung-gedung bertingkat dengan high rope serta reparasi tas. Bukan pekerjaan yang mudah dan tentu saja penuh resiko.
Agaknya, aktivitas berisiko tinggilah yang mampu memenuhi hasrat hidup Sabar. Sedangkan nama Gorky berasal dari Maxim Gorky, nama panggilan pujangga Rusia, Alexey Maximovich Peshkov. MAxim Gorky berarti si empunya hidup pahit yang kemudian berkonotasi positif.
Itulah Om Sabar Gorky, meski berhasil menorehkan prestasi yang menjadi inspirasi bagi semua orang, Sabar tetap memilih sikap rendah hati. Ketika puncak-puncak tertinggi dunia didakinya, hanya satu yang tebersit di hatinya, kuasa Allah Yang Maha Tinggi.
“Di situlah saya benar-benar terasa, manusia tidak ada apa-apanya dibandingkan kekuasaan Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata anak bungsu dari sembilan bersaudara ini.
Bagaikan pohon yang meski hanya bertopang pada satu penyangga, dia bisa menyangga beban yang berat. Terakhir, Om Sabarpun berpesan kepada semua aktivis Pencinta Alam di Indonesia. “Tetep semangat untuk beraktivitas, gali ilmu sedalam-dalamnya, dan junjung tinggi NKRI.”
Ingin tau momen mengharukan Om Sabar kala sampai di puncak Elbrus? saksikan di kanal internet Youtube dengan judul Sabar Gorky di puncak Elbrus.
Laporan : A. Phinandhita P.
Editor : Nur Khafidoh
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)




2 Comments