Terlahir Di Kota Cantik, Buga Merajut Asa Untuk Pataga

Wartapalaindonesia.com, SOSOK – Kota Berau yang dijuluki kota cantik dari Kalimantan Timur, telah menyimpan mutiara pembawa pelita perubahan. Di sanalah Buga alias Lilis Minarti pada 26 September 1994 dilahirkan, dara manis dari pasangan Bapak Sakarinanto dan Ibu Umiryati ini setelah menamatkan sekolah menengah umum di SMK Ma’arif NU 001 jurusan pariwisata, lantas melanjutkan studinya di Universitas Tujuh Belas Agustus Kota Samarinda jurusan arsitek.

Mahasiswi semester 6 yang pernah aktif di UKM Pramuka Racana Junjung Buih Universitas Mulawarman ini menjadi pioneer aktifnya kembali UKM Pataga di Universitas Tujuh Belas Agustus kota Samarinda yang sempat vakum selama 3 tahun sejak 2010. Dengan jerih payahnya untuk mengaktif kembali Pataga yang selama ini menjadi mapala tertua kedua setelah Imapa Unmul Samarinda, Buga memperkenalkan kembali jika bahtera Pataga UNTAG Samarinda saat ini sudah berlayar dan pantang untuk tenggelam kembali.

Tim Wartapala Indonesia chapter Sidoarjo berkesempatan untuk mendengar penuturan langsung Buga yang menceritakan bagaimana perjuangannya bersama rekan-rekannya untuk kembali mengaktifkan Pataga Samarinda. Berikut penuturan kisahnya.

“Jadi saat itu Pataga sempat vakum selama 3 tahun, dan saat itu juga ada pamphlet di pilar kampus tentang open recruitmen anggota baru Pataga. Saya membacanya dan cukup tertarik untuk bergabung di Pataga.”

“Sebulan kemudian, kami sering hangout bareng dan sharing tentang bagaimana Pataga ke depannya. Kebetulan saat itu basic saya adalah pramuka Unmul dan saya selalu membawa nama baik Unmul. Akhirnya tibul pemikiran dibenak saya, kenapa sih kok saya tidak membawa nama baik kampus saya saja, Untag.”

“Nah sejak saat itu aku mencoba sharing bersama sepupuku namanya Sugar yang kebetulan juga anak mapala Despa dari Sekolah Tinggi Ilmu Islam. Aku menanyakan kepadanya bagaimana Pataga ke depannya ini? sampai kebetulan kemaren yang pegang ketua PKD semacam Perwakilan Daerah menanyakan pada saya, Mbak apa benar Pataga ini akan diaktifkan kembali?”

“Disitulah aku mendapat satu chanel untuk mengaktifkan kembali Pataga. Kebetulan juga di situ aku berkenalan dengan salah satu senior pendiri Pataga yakni Mbak Nonon yang mempunyai usaha outbond di Samarinda. Nah sampai suatu ketika ada acara Dies Natalis Mapala se-Kaltim yang diadakan di Mapala Politani, di situ aku diundang. Akan tetapi aku sempat menolak sebab aku merasa bukan anak Mapala.”

“Tapi gak nyangka, aku malah dijemput oleh panitia, sedikit dipaksa. Nah saat itu aku duduk di tengah-tengah Mapala se-Kaltim, bisa dibayangkan bagaimana geroginya aku kala itu, belum jadi anak Mapala saja sudah disambut sedemikian rupa. Namun disitulah dorongan semangat aku dapatkan.”

“Ada yang mengatakan bahwa di Kaltim, Pataga Samarinda itu ternyata Mapala yang cukup besar dan tertua ke dua setelah Imapa Unmul. Dan di situlah kawan-kawan mapala memberi semangat dan dorongan untuk mengaktifkan kembali Pataga. Sejak saat itu aku langsung menghubungi mbak Nonon dan bertemu lima orang pendiri Pataga.”

“Semenjak itu aku mencari teman seangkatan untuk menjadi anggota baru dan kader di Pataga. Saat itu juga kebetulan Dies Natalis Pataga yang ke-17. Seolah menemukan titik terang, setelah kita gabung-gabung akhirnya ada 12 orang teman seangkatan yang mau bergabung di Pataga.”

“Setelah melewati seleksi alam maka terlahirlah 8 orang anggota baru Pataga angkatan ke-15 yang seharusnya jika tidak vakum maka kami angkatan ke-17. Jadi setelah LDCAMP (Latihan Dasar Cinta Alam Pataga) yang dalam bahasa umum Pendidikan Dasar. Nah di LDCAMP ini kami menjadi peserta sekaligus panitia, sebab kami sebagai perintis lagi setelah Pataga vakum selama 3 tahun.”

“Sejak itu angkatan kami dijuluki angkatan istimewah. Setelah LDCAMP, pengambilan Nomor, Inisial dan Logo, setelah itu kami menjadi anggota penuh. Setelah itu kami ada yang namanya pengembaraan, namun karena sumber daya manusia kami yang kurang, maka pengembaraan diganti pengabdian.”

“Nah setelah pengabdian kami, sekarang Pataga sudah mendapat adik baru. Adik sulung kami berjumlah 8 orang. Sedangkan diangkatan istimewa angkatan 15, kami terdiri dari cewek 2 orang dan di anggota baru sekarang ini kami mempunyai 3 wanita tangguh.”

“Akhir-akhir ini kami telah mengadakan Musang. Kebetulan ada 4 kader yang menjadi ketum, yakni aku, Kuya, Angker sama Ganja, 2 cewek 2 cowok. Nah yang kami cari Kuya sama Ganja ini yang mempunyai kesamaan visi untuk membenahi internal Pataga yang selama ini ibaratnya bangunan yang rusak, disitulah mereka bangun kembali. Mulai surat menyurat, Ad/Art dan perbaikan keorganisasian.”

“Sedangkan basicku sendiri berhubung orang lapangan, maka aku lebih suka untuk perbaiki Pataga dari sisi luar yang mana agar lebih dikenal kembali oleh teman-teman Mapala lainnya. Nah disitulah aku melakukan solo trip.”

“Dengan Solo trip, aku ingin menggunakan ilmu yang aku dapat. Seperti jika kelak ada adik angkatanku yang bertanya tentang bagaimana jalur pendakian, maka aku bisa memberi padangan. Sebab tanggung jawab kami sebagai perintis lebih besar lagi. Oleh sebab itu saya melakukan solo trip ini dengan tujuan agar ilmu dan chanel-chanel yang saya dapat ini bisa menjadi pengetahuan bagi adik-adik tingkat kami.”

Begitulah perjuangan Buga, suka duka dia lewati, hingga saat ini dara manis dari Kalimantan Timur ini masih betah berlama-lama di Jawa khususunya Surabaya dan Sidoarjo yang kebetulan selama ini dia dijamu di kediaman Bro Suling salah satu anggota Daspa. Tak lupa dia ucapkan terimakasih banyak atas saudara-saudara yang selama ini telah banyak membantu dan menjaga Buga selama melakukan solo trip ini.

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)

Laporan : A. Phinandhita P.

Editor    : Amita Pradana Putra

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.