Wartapalaindonesia.com, SOSOK – Belajar dari kerendah hatian, sangat layak kita belajar dari sosok kali ini. Arif Siswanto atau yang lebih dikenal Wanto Gunapala, merupakan seorang pencinta alam yang memiliki panggilan jiwa untuk bersahabat dengan alamnya. Berjiwa senang melayani, Wanto sering diajak untuk menjadi pemandu maupun porter pada suatu pendakian. Banyak pendaki bahkan dari mancanegara yang memakai jasanya.
Mulai dari gunung di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, Lombok, Sumbawa, Sulawesi hingga Sumatera Barat sudah dijajakinya. Pemilik nomer 083856060004 dan pin BBM 519D035F ini juga merupakan salah satu pendiri sekaligus ketua dari Gunapala (Komunitas Gunung National Pencinta ALam) yang memiliki basecamp di Jl. Kemangsen Selatan nomer 44 Balongbendo. Gunapala yang merupakan organisasi pencinta alam yang menekankan pada pentingnya belajar navigasi, membuat Wanto menjadi salah satu pendaki handal dalam hal navigasi darat.
Namun dibalik kecerdasannya, Wanto yang dikenal pendaki sebagai sosok hangat dan ringan tangan ini akan membuat trenyuh siapa saja yang mengenalnya. Memiliki cobaan menjadi tuna wicara, membuat orang disekitarnya turut empati dan semakin segan kepada sosok yang lebih suka menjadi porter ini.
Kelebihan ilmunya dalam hal pendakian tak pernah dia tonjolkan, hanya pada operasi SAR yang dia selalu ikut terlibat, Wanto akan mengerahan segala kemampuannya dalam navigasi, sudah tak terhitung berapa banyak Wanto terjun dalam operasi SAR.
Wanto lewat Gunapala juga memberikan 10 pesan bagi para pegiat alam bebas khususnya pendaki, pesan tersebut adalah :
(1) Jangan menyelonong ke kawasan pendakian tanpa melapor ke petugas setempat. Hal ini berguna jika cuaca buruk mendera dan Anda terjebak di jalur pendakian sehingga mereka dapat melakukan pencarian.
(2) Jangan merusak rambu-rambu atau tempat perlindungan di jalur pendakian. Hindari pula konflik dengan penduduk. Ikutilah aturan serta budaya setempat.
(3) Jangan mendaki dengan langkah terlalu besar. Selain menguras tenaga, hal ini bisa mengurangi keseimbangan tubuh. Berjalanlah dengan langkah kecil.
(4) Jangan memotong lintasan yang telah tersedia di jalur pendakian. Selain medannya lebih terjal, menerobos lintasan dapat merusak rute pendakian. Sebaiknya ikuti jalan setapak yang telah tersedia karena konturnya berbelok dan tak terlalu terjal.
(5) Jangan merusak atau mencorat-coret bebatuan serta pohon.
(6) Jangan buang sampah sembarangan. Sebaiknya sampah dikemas ke dalam tas atau kantong plastic dan kembali dibawa ke pintu masuk pendakian, tentunya setelah menemukan tempat pembuangan sampah.
(7) Jangan mendirikan tenda di dekat aliran sungai, danau, atau air terjun. Selain terhindar dari kemungkinan banjir, Andapun memberikan kesempatan hewan liar untuk meminum air sungai itu.
(8) Jangan beristirahat atau tidur sambil mengenakan pakaian basah. Gantilah baju, celana, serta kaos kaki dengan yang bersih serta kering agar terhindar dari serangan penyakit.
(9) janganlah menyalakan api unggun bila tidak memerlukannya. Kalaupun harus membuat api unggun, gunakanlah batang atau ranting pohon yang telah rubuh dan mati. Kemudian, pastikan api benar-benar mati kala meninggalkan lokasi itu.
(10) Jangan meninggalkan benda apapun, terutama sampah, di area perkemahan. Selain mencemarkan lingkungan, benda asing itu dapat melukai hewan liar yang ada di sana.
Laporan : Nisya Tri Yolanda (Wi.150020)
Editor : Efrina Fitrianingrum
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)