50 Pemandu Wisata di Provinsi Banten Ikuti Uji Kompetensi Fasilitator Experiential Learning

WartapalaIndonesia.com, TANGERANG SELATAN – Dalam upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme sumber daya manusia di bidang pariwisata, khususnya pemandu wisata berbasis experiential learning, telah diselenggarakan kegiatan Uji Kompetensi Fasilitator Experiential Learning bagi pemandu wisata se-Provinsi Banten.

Kegiatan bertempat di Lubana Sengkol Outbound, Tangerang Selatan. Berlangsung selama dua hari, pada Senin–Selasa. (30–31 Maret 2026),

Uji kompetensi ini diikuti sekitar 50 peserta yang merupakan fasilitator experiential learning dari berbagai wilayah di Banten.

Turut hadir sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya H. Syihabuddin Hasyim (Anggota Komisi III DPRD Banten), Sri Suryani (Ketua LSP Pramindo), Isharyadi (Asesor BNSP RI), Gigih Gesang (Ketua Umum DPP AELI), M. Ervin Ardani (Kadis Pariwisata Tangsel), Linda Rohyati Fatimah (Kabid SDM Dispar Provinsi Banten), serta Eli Susiyanti (Kadis Pariwisata Provinsi Banten) yang sekaligus meresmikan dan membuka kegiatan ini secara resmi.

Pada hari pertama, rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan verifikasi data oleh asesor, dilanjutkan dengan sambutan, laporan kegiatan, serta prosesi peresmian dan pembukaan.

Setelah itu, peserta mendapatkan sesi penyegaran materi (refreshment) terkait analisa risiko dan pertolongan pertama (PPGD), yang menjadi kompetensi penting dalam aktivitas experiential learning berbasis outdoor.

Materi analisa risiko disampaikan oleh Heydar. Sementara materi PPGD oleh Gerald. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi mentoring dan diskusi sesuai jenjang kompetensi peserta, yaitu fasilitator muda, madya, dan utama.

Mentoring fasilitator muda dipandu Rahman dan Fikar, fasilitator madya oleh Abdul Azis dan Aruna, serta fasilitator utama oleh Boy Ferdin dan Hari Suharsa.

Memasuki hari kedua, peserta melengkapi dokumen persyaratan uji kompetensi dan mengikuti sesi refreshment lanjutan sesuai jenjang masing-masing.

Proses uji kompetensi secara resmi dibuka oleh Lead Asesor Budi, perwakilan dari LSP Pramindo, bersama tim asesor yang terdiri dari Isharyadi, Yuniga Fernando, Agus Supriyo, Arsa, dan Robby Sehan.

Dalam keterangannya, pihak asesor menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu menghasilkan fasilitator yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan komunikasi, serta kepekaan dalam mengelola dinamika pembelajaran berbasis pengalaman.

Sertifikasi kompetensi diharapkan menjadi standar profesional yang diakui secara nasional dan meningkatkan daya saing SDM pariwisata Banten.

Sementara itu, para peserta (asesi) menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga dalam mengukur kemampuan diri secara objektif, sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas diri agar lebih siap menghadapi tuntutan industri pariwisata yang semakin kompetitif dan profesional.

Sebagai penutup oleh Ketua AELI Banten Kartiko Pramono. Menurutnya kegiatan ini menjadi pengingat bahwa profesionalisme tidak hanya dibangun dari pengalaman, tetapi juga dari pengakuan kompetensi yang terstandar.

“Oleh karena itu, para pelaku industri pariwisata, fasilitator, trainer, dan praktisi experiential learning diharapkan dapat mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan oleh BNSP RI melalui LSP berlisensi, sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kualitas diri, kredibilitas profesi, serta kepercayaan pasar,”pungkasnya. (*).

Kontributor || Fadlik Al Iman
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.