Wartapalaindonesia.com, MALANG – Gunung Kawi terletak 15 KM dari kota Malang, gunung dengan ketinggian 2.551 Mdpl ini merupakan salah satu gunung terkenal di Jawa Timur. Masyarakat mengenal gunung ini lebih dari hanya sekedar gunung. Ya, gunung yang memiliki julukan gunung pesugihan ini terkenal akan wisata religi dan tempat untuk melakukan ritual mencari pesugihan.
Dalam rangka observasi pendakian gunung Kawi, tim WI berkesempatan untuk bertemu langsung dengan Pak Agus yang merupakan salah satu juri kunci dan salah satu perintis jalur pendakian menuju puncak gunung kawi. Ditengah angin semilir sore hari, di warung etan miliknya Pak Agus bercerita tentang sejarah dan seluk beluk gunung Kawi yang dipercaya sebagai tempat muksanya Prabu Kamuswara 1 dari kerajaan Kediri.
Dalam hal observasi jalur pendakian, tim WI memilih jalur pendakian gunung Kawi via Keraton yang terletak di dusun Gendogo, desa Balesari, kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Di mana jalur ini memiliki lama pendakian dari basecamp menuju puncak sekitar 12 jam perjalanan. Selain tersedia mata air sebelum menuju puncak, jalur ini masih kental dengan budaya lokal dan tapak sejarah gunung Kawi.
Tim WI sempat tergelitik untuk bertanya, mengapa gunung Kawi identik dan selalu dikaitkan dengan tempat untuk mencari pesugihan. Pak Agus tak langsung menjawab, beliau sedikit menghela nafas dan mengatakan bahwa sejatinya tak banyak masyarakat sekitar yang tau persis tentang mengapa gunung Kawi identik dengan tempat mencari pesugihan.
Dengan menunjukkan beberapa literatur, Pak Agus yang mengaku orang pertama yang menemukan sumber telaga di area puncak gunung Kawi lewat mimpi itu menjelaskan bahwa setiap gunung di pulau jawa memiliki mustika masing-masing. Dalam babat tanah jawa, setiap gunung memiliki kelebihannya sendiri-sendiri. Nah, di gunung Kawi ini merupakan gunung dengan mustika yang mampu untuk memberi kekayaan.
Diibarat orang ingin sembuh dari sakit, maka orang itu harus mendatangi dokter, akan kurang tepat jika orang yang sakit tadi mendatangi tukang tambal ban. Oleh sebab itu orang yang ingin mencari kekayaan, sesuai dengan mustika gunung, paling tepat adalah di gunung ini. Namun bagi mereka yang ingin berhasil melakukan ritual harus memiliki tiga hal, yakni niat yang kuat, percaya akan tujuan dan rela akan syarat.
Sedangkan dalam hal pendakian, di jalur ini kita dapat melewati beberapa gunung, yakni gunung Pitrang, gunung Batu tulis, gunung Pasang, gunung Ngembal, gunung kawi, gunung Butak dan sumber air. Di sepanjang jalur pendakian vegetasi masih amat terjaga dan mendekati puncak, jalur banyak yang berlumut. Namun di jalur ini masih belum ada papan penunjuk arah, jadi dihimbau bagi pendaki yang melakukan pendakian selalu memasang tulip.
Menutup perbincangan sore tentang gunung Kawi di mana tempat sebenarnya yang paling manjur untuk berdo’a adalah di daerah puncak gunung, laki-laki kelahiran tahun 1975 ini berpesan, “jika hendak mendaki gunung ini, selalu jaga lisan sebab apa yang keluar dari lisan kita, akan selalu cepat terdengar dan terjadi.” Sembari menunjukkan beberapa foto hasil jepretannya yang sempat menangkap sosok-sosok di gunung Kawi.
Untuk Informasi mengenai seputar Gunung Kawi, bisa hubungi Pak Agus (085646762884). Parkir dan Basecamp pendakian terletak di warung etan daerah Keraton.
Laporan : A. Phinandhita P.
Editor : Nur Khafidoh
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Dokumentasi
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)









2 Comments