Oleh : Wawan Siswoyo
Anggota Mapala UMSB. Tenaga ahli di konsultan kehutanan
Wartapalaindonesia.com, PERSPEKTIF – Pecinta alam sudah tak asing lagi bagi masyarakat. Saat ini sudah banyak organisasi pecinta alam. Mulai dari Siswa Pecinta Alam (Sispala), Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala), serta Kelompok Pecinta Alam (KPA). Mereka adalah orang-orang yang mempunyai kesamaan hobi menjelajah alam terbuka seperti mendaki gunung, arung jeram dan sebagainya.
Mereka juga memiliki kepedulian pada alam. Contohnya melakukan gerakan pelestarian alam sebagai wujud kecintaan mereka terhadap alam.
Dalam melestarikan alam, organisasi pecinta alam memiliki nilai-nilai yang dipegang teguh oleh para anggotanya, yakni menganggap alam sebagai anugerah dari Sang Maha Pencipta. Oleh sebab itu, manusia harus bertanggung jawab untuk menjaga dan merawat alam. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Kode Etik Pecinta Alam.
Melihat banyaknya bencana alam yang akhir-akhir sering terjadi khususnya banjir bandang, dan longsor, penulis berpendapat hendaknya organisasi-organisasi pecinta alam memiliki gerakan (aksi) nyata yang dilakukan dalam pelestarian alam. Lantaran terjadinya banjir bandang dan longsor di suatu kawasan, penyebab yang pertama adalah penebangan hutan secara liar.
Seperti yang kita ketahui, hutan memiliki fungsi sebagai daerah resapan air yang baik. Namun, dengan banyaknya penebangan pohon sembarangan oleh pihak tidak bertanggung jawab, hutan menjadi rusak. Oleh sebab inilah organisasi pecinta alam, perlu melakukan gerakan pelestarian alam melalui penghijauan yang berkesinambungan.
Aksi nyata berikutnya yang dapat dilakukan anggota organisasi pecinta alam adalah mengkampanyekan kepedulian merawat dan menjaga alam, serta lingkungan hidup sekitar. Kampanye ini bukan hanya di intern organisasi pecinta alam, tetapi ditujukan pula ke seluruh lapisan masyarakat.
Ada banyak cara kampanye, misalnya membuat edukasi-edukasi melalui tulisan, mengadakan pelatihan-pelatihan yang bertema lingkungan dan sebagainya. Dengan semakin seringnya orang melihat himbauan, slogan dan ajakan peduli alam dan lingkungan, orang-orang akan tergugah dan dengan sendirinya menanamkan sikap peduli dalam dirinya di kehidupan sehari-hari.
Contoh sikap peduli terhadap lingkungan yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah selalu menjaga kebersihan. Membiasakan diri untuk selalu hemat energi. Tidak membakar sampah di sembarang tempat. Mendaur ulang sampah yang dapat didaur ulang. Mengurangi penggunaan bahan plastik. Kemudian tidak memakai bahan kimia untuk tanaman. Menjaga dan melestarikan hutan. Melakukan penghijauan.
Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan melestarikan jenis-jenis hewan serta tumbuhan yang tertancam punah. Adapun upaya yang dapat dilakukan di antaranya adalah memberikan edukasi dan sosialisasi. Membuat penangkaran. Membuat papan larangan. Mendukung upaya pelestarian lingkungan. Melaporkan orang yang berburu satwa langka.
Mulai saat ini mari kita lakukan hal-hal yang baik melalui aksi nyata terhadap alam. Aksi nyata kita mulai dari diri kita, karena pecinta alam itu bukan semata tulisan yang melekat pada sebuah lambang dan emblem yang kita pakai. Tetapi pada hati setiap individu anggota organisasi pecinta alam yang dibarengi dengan aksi nyata. (ws).
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)