Caption foto: Anggota Mahasiswa Muhammadiyah Pecinta Alam Universitas Muhammadiyah Karanganyar (MAHADIPA UMUKA) berfoto bersama di kawasan Cemoro Sewu, Gunung Lawu. WARTAPALA INDONESIA/Mahadipa UMUKA).
Wartapalaindonesia.com, Karanganyar — Mahasiswa Muhammadiyah Pecinta Alam Universitas Muhammadiyah Karanganyar (Mahadipa UMUKA) menegaskan sikap menolak rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (Geotermal) di kawasan Gunung Lawu, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. (10/11/2025)
Penolakan tersebut didasari kekhawatiran akan potensi kerusakan ekosistem dan terganggunya sumber air yang menopang kehidupan masyarakat sekitar.
Gunung Lawu dikenal sebagai kawasan konservasi sekaligus penyangga sistem hidrologi di wilayah Karanganyar hingga Solo Raya. Lereng Lawu di Jenawi merupakan daerah rawan longsor dan menjadi sumber berbagai mata air penting. Mahadipa UMUKA menilai eksplorasi panas bumi berskala industri berisiko merusak hutan, menurunkan debit air, serta mengganggu stabilitas tanah.
Ketua Umum Mahadipa UMUKA, Firdaus, menegaskan proyek geotermal tersebut dapat mengancam keseimbangan alam dan sosial.
“Gunung Lawu adalah ruang hidup dan warisan budaya dengan nilai ekologis serta spiritual yang tinggi. Kami mendesak agar seluruh proses eksplorasi dihentikan sampai ada kajian independen yang berpihak pada kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Pembina Mahadipa UMUKA, Resi Intan Penatari, S.E., M.Ak., Ak., menilai rencana eksploitasi panas bumi di Lawu bertentangan dengan prinsip dakwah Muhammadiyah yang menekankan keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan.
“Proyek ini berpotensi merusak ekosistem dan mengancam sumber air. Mahasiswa harus hadir sebagai pelindung alam dan masyarakat, karena menjaga bumi adalah bagian dari amanah dan ibadah,” tegasnya.
Penolakan terhadap proyek geotermal di Gunung Lawu bukan hal baru. Pada 2016–2018, masyarakat bersama berbagai elemen lingkungan juga pernah menolak rencana serupa. Kini, proyek dengan pendekatan berbeda kembali muncul di wilayah yang sama.
Mahadipa UMUKA menyatakan komitmennya untuk terus mendukung gerakan pelestarian Gunung Lawu bersama masyarakat, pecinta alam, dan organisasi lingkungan. Menurut mereka, pembangunan harus berjalan seimbang dengan kelestarian alam agar tidak merugikan kehidupan manusia di masa depan.
Kontributor || Noviana
Editor || Wandi Wahyudi, WI 200223
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)