FMI dan PMA Tandatangani Nota Kesepahaman Pengelolaan Pariwisata Pendakian Carstensz Pyramid

WartapalaIndonesia.com, JAKARTA – Pengurus Besar Federasi Mountaineering Indonesia (PB FMI) secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Papua Mountaineering Association (PMA) terkait kerja sama pengelolaan kegiatan pariwisata pendakian dan konservasi di kawasan Carstensz Pyramid (4884 mdpl), Pegunungan Sudirman, Taman Nasional Lorentz, Provinsi Papua Tengah.

Penandatanganan MoU bertempat di Journey Coffee Tebet, Jakarta Selatan. Pada Sabtu, 7 Februari 2026.

Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) adalah organisasi nasional yang menaungi kegiatan mountaineering Indonesia serta memiliki mandat penguatan standar keselamatan, pembinaan pendaki, dan pengembangan organisasi mountaineering di seluruh Indonesia.

Sedangkan Papua Mountaineering Association (PMA) adalah organisasi pendaki dan pemandu gunung di Papua yang berfokus pada pengembangan mountaineering dan pendampingan kegiatan pendakian di wilayah Papua.

Kesepahaman mereka menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi kelembagaan antara organisasi mountaineering nasional dengan organisasi pendaki dan pemandu gunung di Papua.

MoU ini ditandatangani oleh Ketua Umum PB FMI Mayjen TNI Mar (Purn.) Buyung Lalana sebagai pihak pertama, dan Ketua Umum Papua Mountaineering Association Maximus Tipagau sebagai pihak kedua.

Buyung Lalana menyampaikan MoU ini merupakan bentuk keseriusan FMI dalam memperkuat tata kelola mountaineering Indonesia, khususnya pada jalur pendakian strategis seperti Carstensz Pyramid.

Sementara Ketua Umum PMA, Maximus Tipagau menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan peluang besar untuk memperkuat kapasitas pemandu lokal Papua serta memastikan pengelolaan pendakian berjalan sesuai prinsip keselamatan dan konservasi.

Dalam kesepakatan tersebut, kedua pihak menyatakan komitmen untuk mendorong pengelolaan pendakian Carstensz Pyramid secara lebih tertib, aman, berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat lokal.

MoU FMI dan PMA mencakup beberapa ruang lingkup utama, di antaranya Standarisasi pendaki dan pemandu, termasuk penguatan sertifikasi pemandu lokal Papua sesuai standar nasional maupun internasional.

Peningkatan keselamatan dan keamanan pendakian, termasuk penyelarasan sistem perizinan dan prosedur pendakian.

Penguatan sistem satu pintu (one-gate system) dalam pengelolaan kegiatan pendakian domestik maupun mancanegara.

Kolaborasi manajemen krisis dan kebencanaan, termasuk pembentukan tim high mountain search and rescue (IMSAR) dan koordinasi dengan pihak terkait.

Konservasi lingkungan dan pelestarian ekosistem, termasuk perlindungan jalur pendakian serta pemantauan dampak aktivitas pendakian.

Pemberdayaan masyarakat lokal, serta peningkatan dampak ekonomi dan pariwisata berkelanjutan di wilayah sekitar.

MoU ini berlaku untuk jangka waktu tiga (3) tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan para pihak. Selanjutnya, kerja sama ini akan ditindaklanjuti dalam bentuk program kerja bersama dan perjanjian teknis yang lebih rinci. (*)

Kontributor || Akmal Abdullah, WI700128
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.