Pecinta Alam Soloraya Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

WartapalaIndonesia.com, SURAKARTA – Aksi Kemanusiaan Pecinta Alam Soloraya yang digerakkan bersama oleh berbagai organisasi pecinta alam di Soloraya telah memasuki tahap penyaluran.

Bantuan yang terkumpul dari donasi online dan dua kali penggalangan dana di Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, Solo, pada Minggu (30/8/2026) dan Minggu (6/9/2026), telah diteruskan untuk masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Dari seluruh rangkaian penggalangan dana tersebut terkumpul Rp8.736.522. Dana kemudian disalurkan melalui tiga jalur, yakni PKD NTT, Onsight Foundation, dan PKD Kalimantan Tengah.

Bantuan yang disalurkan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

Koordinator Umum Aksi Kemanusiaan Pecinta Alam Soloraya, Aziez, mengatakan aksi tersebut lahir dari keinginan para pegiat pecinta alam di Soloraya untuk bergerak bersama ketika melihat adanya masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“Ini sebenarnya bukan tentang siapa yang membuat atau siapa yang paling banyak terlibat. Ini adalah pergerakan yang luar biasa dari teman-teman OPA Soloraya yang punya inisiatif dan keinginan untuk bergerak bersama,” ujar Aziez.

Dari awal teman-teman imbuh Aziez sudah punya semangat yang sama, bagaimana kita bisa melakukan sesuatu dan membantu saudara-saudara kita yang sedang terdampak bencana,”.

Menurutnya, semangat tersebut kemudian diwujudkan melalui penggalangan dana bersama hingga proses penyaluran. Berbagai organisasi pecinta alam di Soloraya terlibat sesuai dengan kapasitas masing-masing, sementara masyarakat juga ikut memberikan dukungan melalui donasi yang diberikan.

Bantuan Melalui PKD NTT
Sebesar Rp2.750.000 disalurkan melalui PKD NTT untuk mendukung proses bantuan kepada masyarakat terdampak. Dana tersebut digunakan untuk kebutuhan survei lokasi, pengadaan sembako, transportasi distribusi, serta kebutuhan pendukung lainnya.

Rinciannya, Rp300.000 digunakan untuk sewa motor survei lokasi, Rp1.990.000 untuk belanja sembako, Rp300.000 untuk transportasi drop sembako pulang-pergi, dan Rp100.000 untuk pembuatan banner berukuran 3 x 2 meter.

Berdasarkan laporan penggunaan yang diterima, total penggunaan dana melalui jalur tersebut mencapai Rp2.690.000.

Penyaluran melalui PKD NTT dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan. Bantuan sembako menjadi salah satu bentuk bantuan yang dipilih untuk dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak.

Sembako Disalurkan ke Manggarai
Jalur penyaluran berikutnya dilakukan melalui Onsight Foundation dengan dana sebesar Rp3.736.522. Dalam prosesnya, lokasi penyaluran disesuaikan berdasarkan kondisi dan pertimbangan yang ditemukan di lapangan.

Bantuan kemudian diarahkan ke Dusun Tempode, Desa Salama, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT. Bantuan yang disalurkan berupa sembako untuk masyarakat di wilayah tersebut.

Penyesuaian lokasi dilakukan agar bantuan dapat diarahkan kepada masyarakat yang membutuhkan berdasarkan kondisi di lapangan. Penyaluran ke Dusun Tempode tersebut menjadi bagian dari bantuan yang diteruskan melalui Onsight Foundation.

Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Karhutla
Sementara itu, bantuan untuk masyarakat terdampak karhutla disalurkan melalui PKD Kalimantan Tengah sebesar Rp2.250.000.

Dana tersebut digunakan untuk pengadaan 20 box masker N95, satu pack masker anak, dan satu pack multivitamin. Masker N95 dibeli dengan total Rp2.000.000, masker anak Rp200.000, dan multivitamin Rp50.000.

Bantuan diberikan kepada masyarakat secara langsung serta digunakan untuk mendukung kebutuhan di posko Mapala se-Palangkaraya yang berada di wilayah Kecamatan Jekan Raya, Kelurahan Pahandut, Kota Palangkaraya.

Bantuan masker dan multivitamin dipilih untuk menyesuaikan kondisi masyarakat yang menghadapi dampak asap akibat karhutla. Melalui bantuan tersebut, diharapkan kebutuhan dasar masyarakat selama kondisi karhutla dapat sedikit terbantu.

Gerakan yang Dibangun Bersama
Aksi Kemanusiaan Pecinta Alam Soloraya menjadi ruang bagi berbagai OPA untuk bergerak dalam satu kegiatan tanpa membawa kepentingan organisasi masing-masing. Penggalangan dana dilakukan bersama, kemudian hasilnya disalurkan melalui jaringan yang tersedia di wilayah terdampak.

Bagi Aziez, keterlibatan banyak organisasi menjadi bagian penting dari perjalanan aksi tersebut. Ia menilai gerakan tersebut menunjukkan bahwa organisasi pecinta alam di Soloraya dapat duduk bersama dan mengambil peran ketika ada persoalan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian.

“Saya sangat mengapresiasi semua OPA yang terlibat dari awal sampai akhir. Teman-teman sudah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk aksi ini. Terima kasih juga untuk masyarakat Soloraya dan seluruh donatur yang sudah percaya dan ikut membantu. Harapannya, gerakan seperti ini tidak berhenti di satu aksi saja, tetapi semangat untuk bergerak bersama dan saling membantu tetap terjaga di antara teman-teman pecinta alam Soloraya,” kata Aziez.

Seluruh dana yang terkumpul dalam aksi tersebut telah disalurkan melalui tiga jalur bantuan. Bagi para pegiat pecinta alam Soloraya, penyaluran ini menjadi bagian akhir dari satu rangkaian gerakan yang sejak awal dibangun atas inisiatif dan kemauan bersama untuk membantu masyarakat terdampak bencana.

Kontributor || Danang Arganata, WI 200050
Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.