Caption foto: Suasana foto bersama usai acara oleh Semanggi Alas di Bumi Perkemahan Krapyak, Jalan Bukit Krapyak, Hutan, Padusan, Pacet, Mojokerto. (WARTAPALA INDONESIA/ Yulianingsih)
Wartapalaindonesia.com, MOJOKERTO – Peringatan hari lahir komunitas Semanggi Alas pada Sabtu-Minggu, 16-17 Maret 2019 dimulai pukul 19.00 WIB-selesai. Kegiatan ini berlokasi di Bumi Perkemahan Krapyak, Jalan Bukit Krapyak, Hutan, Padusan, Pacet Mojokerto.
Kegiatan tersebut bertemakan Salam Semanggi (Santun Terhadap Alam dan Semangat Tinggi). Acara yang diketuai oleh Angger Agung ini dihadiri 350 peserta dari kalangan komunitas dan individu penggiat alam se-Gerbang Kertasusila.
“Acara ini sangatlah bagus, dan kalau perlu mungkin setiap tahunnya kita bisa selalu mengadakan Anniversarry seperti ini. Dengan diadakan acara ini kita bisa saling silaturrahmi dengan komunitas lain, serta lebih dekat dengan semua komunitas. Acara ini juga untuk mengenalkan Semanggi Alas kepada masyarakat. Tentang apa itu Semanggi Alas,apa tujuannya dan apa saja kegiatannya,” ungkap Angger Agung, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua 2.
Peringatan ini diadakan untuk mempererat tali silaturrahmi antar komunitas maupun individu penggiat alam. Adapun tokoh yang terlibat Remon Tambora dari Genta Palasa Probolinggo, Yogi dari Posko Relawan Bersama Kota Surabaya beserta tim satlakar kota surabaya, Elvi dari Indirialoka Adventure mewakili tim peduli lingkungan dari Otsuka, Kapten Prasojo beserta tim Formalitas Jatim, Dharma beserta rombongan dari Navigator Shooter Jatim.
Adapun tamu undangan yang hadir dari Genta Palasa Probolinggo, Indirialoka Adventure, Ganesipala, Kapas, Trio Kwek, Formalitas Jatim, Losaeman, Smandapala. Serta dari berbagai komunitas-komunitas atau individual, khususnya dari kota Surabaya dan dari daerah Jawa Timur juga.
Malamnya diisi dengan acara sharing session oleh Remon Tambora. Inti pesan dari masing-masing pembicara adalah kesiapan diri, yang memiliki arti bahwa seseorang bergiat di alam terbuka mesti memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat digunakan dalam menghadapi kondisi-kondisi survival. Misalnya pengetahuan dan keterampilan navigasi darat, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), tali temali, biologi praktis, ilmu survival, ilmu medan dan penaksiran.
“Kegiatan ini dikemas dengan serangkaian acara menarik yang menghibur dan juga mengedukasi. Hal ini membuat peserta aktif dan antusias dalam bertanya di sesi sharing. Saling mengemukakan pendapatnya mengenai pertanyaan yang diajukan oleh peserta mengenai iklim,” tutur Ramon Tambora dari Genta Palasa.
Tindak lanjut setelah kegiatan yaitu Evaluasi Kegiatan, dengan mengumpulkan informasi mengenai kinerja sesuatu (metode, manusia, peralatan), dimana informasi tersebut akan dipakai untuk menentukan alternatif terbaik dalam membuat keputusan.
” Anniversarynya sangat meriah dan meriah sendiri itu relatif, tapi tujuan Aniversarry tidak hanya perayaan namun juga mengingatkan pada member komunitas untuk lebih solid, kondusif, dan konsisten, pelaksanaan dan persiapannya bagus,” ujar Kenar Rock, dari Alas dan Dipta, dari Losaeman.
Kontributor || Yulianingsih, WIJA Mojokerto
Editor || Jelita Sondang
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)