Oleh: Humas Kegiatan Mapala Solo raya
Wartapalaindonesia.com, FEATURE — Perahu-perahu mulai menyentuh arus Sungai Elo pada siang hari di bulan Ramadhan. Matahari perlahan condong ke barat, suara air menghantam bebatuan terdengar bersahut-sahutan, sementara tawa para pegiat arus deras mengiringi perjalanan di atas sungai.
Di tengah arus yang terus mengalir, bukan hanya jeram yang diarungi. Persaudaraan antar pegiat olahraga arus deras kembali dipererat dalam kebersamaan.
Suasana itu mewarnai kegiatan Ngabuburaft 2026, sebuah tradisi pengarungan sungai sekaligus ajang silaturahmi para pegiat olahraga arus deras dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan ini digelar pada Minggu, 8 Maret 2026, dengan pusat kegiatan di kawasan wisata Getek Balong, Kulon Progo, serta rute pengarungan sepanjang 16 kilometer yang menghubungkan Sungai Elo hingga Sungai Progo.
Sebanyak 125 peserta ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka menggunakan berbagai media pengarungan, mulai dari 22 perahu rafting, 6 kayak, 4 packraft, hingga 2 inflate boat. Seluruh peserta juga mengenakan dresscode bernuansa muslim, menghadirkan suasana berbeda dibandingkan pengarungan pada hari-hari biasa.
River Camp dan Berbagi Cerita
Rangkaian kegiatan sebenarnya telah dimulai sejak Sabtu malam, 7 Maret 2026. Para peserta berkumpul di kawasan Getek Balong untuk mengikuti River Camp, sebuah pertemuan santai yang menjadi ruang silaturahmi antar komunitas.
Di bawah langit malam dan suasana sungai yang tenang, mereka menggelar sharing session, berbagi pengalaman tentang dunia arus deras, perjalanan komunitas, hingga berbagai cerita lapangan yang penuh makna.
Malam itu menjadi titik temu berbagai komunitas dari lintas daerah. Setelah sesi berbagi selesai, para peserta beristirahat untuk mempersiapkan pengarungan keesokan harinya.
Mengarungi Elo Hingga Progo
Suasana di Getek Balong mulai ramai sejak Minggu pagi, sekitar pukul 08.00 WIB. Para peserta mempersiapkan perlengkapan pengarungan, mulai dari pelampung, helm, hingga perahu yang akan digunakan.
Sekitar pukul 12.00 WIB, rombongan bergerak menuju titik start di Sungai Elo. Setelah melakukan pemanasan dan sesi foto bersama pada pukul 12.30 WIB, pengarungan pun dimulai.
Arus Sungai Elo membawa para peserta melewati berbagai karakter jeram. Pada pukul 14.45 WIB, mereka berhenti sejenak di rest point pertama selama sekitar 15 menit. Perjalanan kemudian dilanjutkan hingga mencapai rest point Kaling Kalih di Sungai Elo pada pukul 16.30 WIB, sebelum memasuki section Sungai Progo.
Menjelang senja, satu per satu perahu mulai merapat di titik finish Getek Balong. Sekitar pukul 17.30 WIB, seluruh peserta berhasil menyelesaikan pengarungan dengan selamat.
Mengakhiri Arus dengan Buka Bersama
Setelah membersihkan diri, para peserta berkumpul di Joglo Getek Balong untuk melaksanakan buka puasa bersama pada pukul 17.50 WIB.
Momen ini menjadi puncak kebersamaan setelah seharian mengarungi sungai.
Acara kemudian dilanjutkan dengan silaturahmi antar komunitas, penutupan kegiatan, serta pembagian doorprize pada pukul 20.00 WIB. Sekitar pukul 21.00 WIB, seluruh peserta kembali ke daerah dan instansinya masing-masing.
Ajang Silaturahmi Pegiat Arus Deras
Ngabuburaft 2026 melibatkan berbagai komunitas dan organisasi arus deras, di antaranya Forum Arus Deras Soloraya, Forum Arung Jeram Yogyakarta (FAJY), Whitewater Community Semarang, Pegiat Arung Jeram Magelang, Federasi Arung Jeram Indonesia Surakarta dan Karanganyar, Petakasta, Forum Pecinta Alam Soloraya, Pelajar Pecinta Alam se-Eks Karesidenan Surakarta, serta Eigerian Soloraya.
Kegiatan ini diprakarsai oleh panitia lintas komunitas, dengan Mahengga Yudha sebagai ketua panitia dari Solo dan Ahmad Ihsan Qudama sebagai koordinator lapangan, bersama tim panitia dari FAJY.
Bagi para pegiat arus deras, Ngabuburaft bukan sekadar kegiatan pengarungan sungai. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antar komunitas sekaligus menghadirkan aktivitas positif selama bulan Ramadhan.
Menariknya, kegiatan ini juga menghadirkan nilai toleransi antaragama. Sejumlah peserta non-muslim tetap menghormati rekan-rekannya yang sedang berpuasa dengan tidak makan dan minum selama pengarungan berlangsung.
Tradisi yang Terus Mengalir
Pelaksanaan Ngabuburaft tahun ini memiliki beberapa perbedaan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya kegiatan dilaksanakan di Mendut Rafting, tahun ini venue berpindah ke Getek Balong, Kulon Progo. Selain itu, kehadiran peserta baru dari berbagai komunitas turut memberi warna tersendiri dalam kegiatan ini.
Para panitia berharap kegiatan seperti Ngabuburaft dapat terus menjadi ruang kebersamaan bagi para pegiat arus deras sekaligus mendorong perkembangan olahraga ini di Indonesia.
“Semoga olahraga arus deras semakin berkembang dan semakin banyak pegiat yang bergabung. Kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa sungai bukan hanya ruang petualangan, tetapi juga ruang persaudaraan,” ujar salah satu panitia.
Di tengah derasnya arus sungai, para pegiat arung jeram kembali belajar satu hal: air yang mengalir selalu menemukan jalannya—sebagaimana persaudaraan yang terus menguat ketika dirawat bersama.
Editor || Wandi Wahyudi, WI 200223
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)